ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

JLL: Indonesia Turut Dorong Pertumbuhan Properti Data Centre di Asia Pasifik

Fauzi
8 February 2021 | 10:00
rubrik: Research
JLL: Indonesia Turut Dorong Pertumbuhan Properti Data Centre di Asia Pasifik

Ilustrasi, Image credit: Shutterstock by Sashkin

Share on FacebookShare on Twitter

Lonjakan penggunaan internet dan ponsel pintar, ditambah dengan media sosial, e-gaming, streaming video, dan aplikasi big data, menjadi alasan perlunya kapasitas data centre yang lebih besar di wilayah ini.

Menurut laporan terbaru JLL bertajuk “The Rise of New Data Centre Growth Markets”, permintaan akan data centre terus tumbuh secara cepat di Asia Pasifik, didorong oleh cloud computing dan penggunaan mobile internet. Nilai pasar hosting, penyimpanan data, dan layanan cloud computing diperkirakan mencapai USD 163 miliar pada 2021, atau meningkat hampir 30% dari 2017, menurut laporan tersebut. Selain itu, lalu lintas cloud di Asia Pasifik diprediksi akan tumbuh lebih dari 150% pada periode yang sama.

“Pertumbuhan konsumsi data menjadikan infrastruktur data centre sebuah peluang yang menarik bagi investor dan operator baik dalam skala regional maupun global. Ada peluang yang jelas pada sektor data centre di Asia Pasifik, baik di pasar yang sedang berkembang maupun yang sudah mapan, hal ini terjadi seiring berkembangnya kerangka kerja demografi dan peraturan,” kata Bob Tan, Senior Director, Alternatives, Capital Markets JLL.

Menurut JLL, aktivitas investor dan operator di Cina daratan, India, dan Indonesia tumbuh signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Mereka akan semakin berkembang karena permintaan untuk layanan data centre melonjak di tengah pertumbuhan pasar yang sangat tinggi. JLL percaya bahwa ketiga pasar negara berkembang masih kurang terlayani oleh pasokan yang ada dan menghadapi permintaan yang kuat dari operator lokal dan internasional.

Cina memiliki lebih banyak pasokan baik saat ini maupun di masa yang akan datang dibandingkan pasar lainnya di Asia Pasifik, dengan investasi dan komitmen yang ditunjukkan secara signifikan selama 18 bulan terakhir. Pada Juni 2020, Blackstone mengumumkan investasi sebesar USD 150 juta untuk 21vianet, penyedia data centre di Cina. Selain itu, GDS dan GIC mengumumkan kerjasama pada tahun 2019 untuk membangun dan mengoperasikan data centre di Cina, yang menandakan adanya potensi pasar jangka panjang.

BACA JUGA:  JLL Perkuat dan Sempurnakan Strategi Pertumbuhan Bisnis di Indonesia

Di India, Grup Adani memiliki rencana untuk berinvestasi sekitar USD 10 miliar di layanan data centre dan telah menandatangani nota kesepahaman dengan Digital Realty yang berbasis di AS pada tahun 2019. Colt DCS juga memulai pembangunan fasilitas hyperscale baru di Mumbai pada tahun 2020, ini merupakan salah satu fasilitas hyperscale paling luas di India. Equinix juga telah mengumumkan kehadirannya di India pada tahun 2020 melalui akuisisi GPX India.

Di Indonesia, hadirnya sistem kabel INDIGO yang baru di Jakarta yang menghubungkan Singapura dan Sydney menambah daya tarik Indonesia sebagai pasar data centre. Pada bulan November 2020, Space DC membuka data centre pertamanya di Indonesia, Center19. Terdapat juga, Keppel Group yang bermitra dengan Salim Group untuk bersama-sama mengembangkan data centre pertama mereka. Sementara itu, Princeton Digital Group menjajaki pasar melalui akuisisi saham mayoritas di portofolio pusat data XL Axiata.

“Meskipun tergolong sektor properti yang baru berkembang di Indonesia, data centers memperoleh minat yang cukup tinggi dari para investor dan pelaku bisnis yang berasal dari luar negeri, setidaknya selama dua tahun terakhir.” kata Yunus Karim, Head of Research, JLL Indonesia. “Potensi yang dimiliki oleh Indonesia, khususnya proporsi jumlah penduduk muda yang tinggi dan jumlah pengguna internet yang terus meningkat, merupakan salah satu faktor utama yang membuat para investor dan pelaku bisnis mempertimbangkan Indonesia sebagai pilihan mereka untuk berinvestasi.”

Terlepas dari peluang nyata di pasar data centre yang sedang berkembang di kawasan ini, ada komponen lokal yang kuat dalam kriteria evaluasi investasi yang perlu dipertimbangkan. Undang-undang lokalisasi data serta peraturan dan faktor lainnya seperti kedekatan pasar yang dilayani dan akses ke pasokan listrik juga perlu diperhatikan.

BACA JUGA:  Investasi Properti Komersial di Asia Pasifik Tembus US$131 Miliar di 2024

Beragam gagasan utama investor dan tenant setelah 2021
Suplai energi dan microlocation: Terdapat pertimbangan-pertimbangan lain dalam hal akses masuk ke pasar, misalnya ketersediaan air dan jaringan kabel serat serta konektivitas ke gardu listrik. Faktor microlocation untuk semua pasar meliputi kebutuhan untuk menjauh dari jalur penerbangan dan tempat-tempat yang rawan bencana, lokasi yang diinginkan harus berada di luar kawasan banjir 100 tahunan atau kawasan rawan gempa.

Perkembangan peran energi terbarukan: Emisi karbon menjadi tantangan yang semakin besar seiring dengan tumbuhnya kapasitas pusat data dan konsumsi energi. Semakin banyak pemerintahan di negara-negara seperti Cina, Singapura, Korea Selatan, dan Jepang telah berkomitmen untuk emisi karbon ‘Net Zero” selama separuh abad terakhir ini. Komitmen ini memiliki implikasi yang nyata terhadap data centre, dan para operator semakin melirik sumber energi terbarukan guna memenuhi kebutuhan energi mereka.

Model operasional dan dinamika pasar: Pasar colocation telah berkembang sedikit demi sedikit. Perkembangan pangsa pasar retail sepertinya akan terbatas karena beberapa perusahaan telah menggabungkan beberapa persyaratan. Pada saat bersamaan, pergerakan ke arah penggunaan cloud dan hybrid juga meningkatkan minat terhadap bisnis wholesale. Beberapa operator yang sudah mapan telah melirik kecenderungan ini dan mereka giat mencari kesempatan di pasar korporasi-korporasi besar. Investor dan platform baru cenderung tertarik pada segmen ini karena ini lebih mudah dipahami dan ini juga mempercepat pasar dan skalanya.

Kerjasama untuk ekspansi: Banyak operator yang ingin berekspansi ke pasar yang baru dan berkembang dan mereka memilih bermitra dengan pengembang lokal karena dari sudut pandang regulasi, grup internasional mungkin membutuhkan joint ventures untuk pengembangan dan/atau operasional. Pengembang lokal juga lebih memiliki keahlian khusus yang berhubungan dengan pasar, seperti akses ke land banks, kemampuan menavigasi proses perizinan yang rumit, dan mencari pasokan listrik yang memadai. Mitra lokal akan berpengalaman membangun suprastruktur dan melaksanakan pekerjaan sipil yang diperlukan.

BACA JUGA:  Perkembangan AI Bawa Perubahan Signifikan ke Industri Properti

“Saat penggerak regional mengangkat pasar-pasar yang sudah mapan bersama dengan seluruh sektor, kita saat ini memasuki fase baru untuk pasar berkembang dimana mereka menyambut pertumbuhan data centre. Pada titik ini, fokus utama adalah untuk mengidentifikasi peluang data centre yang tepat pada pasar berkembang di wilayah ini, karena investor dan operator akan fokus terhadap prospek sektor ini,” kata James Taylor, Head of Corporate Solutions Research, Asia Pacific, JLL. (Fauzi)

Tags: JLL
Previous Post

Kemenhub Fasilitasi Pengecekan Covid-19 Menggunakan GeNose di Terminal Pulo Gebang

Next Post

Transjakarta Luncurkan Aplikasi TIJE versi Baru untuk Tingkatkan Kualitas Layanan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

Fauzi
17 September 2026 | 23:06

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

Fauzi
10 September 2026 | 13:18

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Load More

TERPOPULER

  • Aduan Konten, Tempat Masyarakat Adukan Konten-Konten Radikal dan Pornografi

    Aduan Konten, Tempat Masyarakat Adukan Konten-Konten Radikal dan Pornografi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Hadirkan Layanan Car EV di Jabodetabek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Honda & Sony Jalin Kerjasama Perkuat Penjualan Kendaraan Listrik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NVIDIA RTX 50 Series Goes To Campus, Dorong Kreatifitas Mahasiswa Kembangkan AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto