PT XL Axiata Tbk membukukan kenaikan pendapatan 3% sepanjang 2020 menjadi sebesar Rp 26,02 triliun. Kenaikan ini didorong pendapatan layanan data yang tumbuh 10% year on year (yoy) menjadi Rp 21,39 triliun, mengingat kontribusinya terhadap total pendapatan mencapai 92%.
Sepanjang 2020, XL Axiata juga membukukan peningkatan EBITDA sebesar 31% yoy menjadi Rp 13,06 triliun. Sementara itu, laba tahun berjalan merosot 91,8% yoy, dari Rp 712,58 miliar pada 2019 menjadi Rp 371,6 miliar pada 2020. Akan tetapi, XL Axiata dapat mencetak laba bersih dinormalisasi sebesar Rp 679 milliar.
Di sisi lain, XL Axiata mencatatkan penurunan beban operasional sebesar 15% yoy yang didorong oleh berkurangnya beban infrastruktur 30% yoy sebagai hasil dari adopsi IFRS 16.
Melalui siaran pers, 15/02/2021, Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini menjelaskan sejumlah faktor yang mendorong kenaikan pedapatan perusahaan.
Pertama, jaringan dengan trafik data sepanjang tahun 2020 meningkat 47% yoy, dari 3.320 Petabyte menjadi 4.869 Petabyte.
Peningkatan trafik itu berkat bertambahnya jumlah pelanggan dari 56,88 juta pada kuartal III-2020 menjadi 57,89 juta pada kuartal IV-2020.
Hasilnya, rerata pendapatan per pelanggan atau average revenue per user (ARPU) campuran meningkat dari Rp 35.000 pada 2019 menjadi Rp 36.000 pada 2020.
Baca: XL Axiata Uji Coba Teknologi Open RAN, Ambon Sebagai Lokasi Uji Coba
Kedua, sepanjang tahun 2020, XL Axiata berfokus pada keunggulan operasional untuk mendorong digitalisasi bisnis dengan menerapkan otomatisasi dan simplicity.
Ketiga, perusahaan juga terus membangun keintiman dengan pelanggan dengan memastikan XL dan AXIS mencapai net promotor score (NPS) yang kuat melalui beragam produk yang sesuai kebutuhan pelanggan serta peningkatan kualitas jaringan secara berkesinambungan.
Keempat, pemanfaatan digital IT, artificial intelligent, dan data analytics terus dilanjutkan XL Axiata untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan telekomunikasi dan data di setiap segmen pelanggan.
“Dengan demikian, perusahaan bisa lebih tepat dalam pembuatan produk layanan baru yang memang dibutuhkan setiap segmen pelanggan. Selain itu, penawaran produk juga bisa lebih terarah, sesuai dengan karakter setiap segmen,” ungkap Dian.
Baca: CEO XL Axiata: Penguasaan Solusi Digital Harus Dimiliki Calon Pemimpin di Masa Depan














