Sementara pengiriman pesawat terbang pada waktu dekat terdampak akibat pandemi, menurut estimasi Boeing, berdasarkan Proyeksi Pasar Komersial (Commercial Market Outlook, CMO) Boeing 2020, para operator penerbangan akan memerlukan lebih dari 3.500 pesawat terbang lorong-tunggal baru di kawasan Asia Tenggara hingga tahun 2039.
Pesawat terbang lorong tunggal (single-aisle) seperti varian pesawat terbang 737, akan terus menjadi penggerak pertumbuhan kapasitas penerbangan di kawasan ini di mana secara global penerbangan berbiaya rendah memiliki penetrasi pasar yang tertinggi.
Pesawat lorong ganda (twin-aisle) seperti pesawat 777X dan 787 Dreamliner akan tetap menjadi pondasi industri penerbangan di Asia Tenggara. Pada 20 tahun ke depan, sekitar satu dari empat pesawat lorong ganda akan dikirimkan ke kawasan Asia Pasifik dan sekitarnya yang diperuntukkan bagi maskapai yang beroperasi di Asia Tenggara.
Secara umum, Boeing memperkirakan bahwa permintaan sebesar 760 pesawat berbadan lebar (widebodies) di kawasan ini akan terjadi hingga tahun 2039, memungkinkan peremajaan yang lebih efisien dan pertumbuhan jaringan yang lebih luwes bagi para maskapai Asia Tenggara.
Sementara pasar penerbangan jarak jauh diperkirakan memakan waktu lebih lama, armada pesawat lorong ganda Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh sebesar 55% – hingga 780 pesawat berbadan lebar – hingga tahun 2039.
Baca: Pasar Penerbangan Asia Tenggara Diramalkan Masuk 5 Besar di 2039
“Sementara, pertumbuhan jasa penerbangan komersial kawasan ini tetap menjanjikan dalam jangka panjang. Jasa komersial Asia Tenggara diperkirakan mencapai US$790 milyar dalam 20 tahun ke depan, sedikit meningkat dari proyeksi tahun lalu yang didorong terutama dari pertumbuhan konversi pesawat kargo dan solusi digital dan analitik. Kawasan ini diperkirakan akan memerlukan 183.000 pilot pesawat komersial, anggota awak kabin, dan teknisi penerbangan sepanjang periode proyeksi,” jelas Darren Hulst, Boeing vice president of Commercial Marketing, dalam siaran pers 25/02/2021.
Di tataran global, Boeing memproyeksikan kebutuhan pesawat terbang komersial baru sebesar 43.110 dan permintaan terhadap layanan purna jual senilai $9 trilyun dalam dua dekade mendatang.
Penerbangan kargo (freighter) dunia diproyeksikan tumbuh sebesar 4% setiap tahunnya berkat ekspektasi produksi industri dan perdagangan dunia yang kokoh. Pesawat kargo (akan tetap menjadi tulang punggung industri kargo dengan kebutuhan 930 pesawat terbang baru dan 1.500 pesawat kargo yang dikonversi pada kurun waktu yang sama.














