Western Digital (WD), perusahaan di bidang penyimpanan data dan pembuatan hard disk drive, membagikan 5 tips agar data digital kita tetap terlindungi. Terlebih sejak adanya adaptasi kebiasaan baru (AKB), hampir seluruh kegiatan dialihkan jadi virtual yang memerlukan penyimpanan data digital.
Dengan kondisi Work from Home, Pembelajaran Jarak Jauh, dan belanja online, melakukan backup data jadi penting agar tidak ada dokumen digital penting yang hilang.
Backup data otomatis
Backup data secara otomatis dapat jadi salah satu solusi yang dapat dilakukan agar kita terhindar dari insiden kehilangan data. Solusi penyimpanan seperti cloud dan hard disk, umumnya saat ini sudah memiliki fitur backup data yang otomatis. sehingga kia tidak perlu repot secara manual memindahkan data ke lokasi penyimpanan data cadangan.
Buat sistem arsip yang rapi
Setelah menyimpan data digital berupa foto, video, maupun dokumen di sistem penyimpanan data cadangan seperti di hard disk atau flashdisk, sebaiknya tiap 2 tahun sekali kita memeriksa dan menyusun data-data itu dalam sistem arsip yang rapi. Tujuannya, mengurangi resiko kerusakan perangkat elektronik dan mempermudah menemukan data yang kitaa perlukan.
Gunakan hardware atau software yang terenkripsi
Pada umumnya, data atau file paling rawan untuk hilang atau disalahgunakan ketika sedang ditransfer dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Dengan selalu menggunakan hardware dan software yang ter-enkripsi, maka file kita akan lebih aman. Teknologi enkripsi sangat bermanfaat untuk melindungi data sensitif, termasuk informasi sensitif terkait file personal atau perusahaan.
Gunakan kata sandi
Gunakan kata sandi agar keamanan data tetap terjaga dan terhindar dari risiko dicuri atau disalahgunakan oleh pihak lain. Saat ini, sudah banyak flash disk dan hard disk yang telah memiliki teknologi tambahan kata sandi sehingga data kita aman dan terlindungi.
Aturan 3-2-1 untuk backup data
Ketika melakukan backup data, banyak orang yang bingung, dimana sebaiknya menyimpan semua file yang dimiliki. Dimana sebaiknya menyimpan “database”?
Dalam hal backup data, sangatlah berisiko jika kita hanya menyimpannya di satu perangkat tunggal – misalnya hanya di laptop. Sebab, jika terjadi kerusakan, akan sangat sulit untuk bisa mengembalikan data-data yang sudah hilang di perangkat tersebut.
Jadi wajib diingat aturan 3-2-1 untuk backup data yang lebih aman:
- Kita harus memiliki minimal 3x salinan data
- Simpan 2 salinan data di 2 lokasi yang berbeda
- Simpan 1 salinan data secara offline
Sebagai contoh, kita bisa mem-backup data ke laptop, cloud, dan smartphone, tapi pastikan untuk selalu memiliki cadangan data di 1 perangkat yang bisa diakses secara offline, seperti hard disk. Sehingga, kita bisa mengakses data-data kapanpun dan dimanapun kita berada.
Baca: Western Digital dan Kioxia Umumkan 3D Flash Memory Gen 6














