Semua orang yang melek layanan perbankan di Indonesia pasti mengenal bank BUMN (badan usaha milik negara) yang satu ini: Bank Mandiri. Betapa tidak, bank tersebut adalah salah satu bank beraset terbesar di Indonesia; Bank Mandiri merupakan salah satu bank dengan aset melebihi Rp 1.000 triliun.
Layanan yang digelar untuk nasabah korporasi atau pun perorangan pun, sangatlah lengkap. Nah,sebagai salah satu raksasa perbankan di tanah air kita, bank dengan kode emiten BMRI di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut, sudah tentu tidak melupakan pentingnya punya sistem TI (teknologi informasi) nan mumpuni.
Direktur TI Bank Mandiri, Rico Frans, menjelaskan panjang-lebar tentang hal tersebut, kepada Dewan Juri Top Digital Awards 2020, belum lama ini, secara virtual. “Dalam digital banking, kami punya tujuan tersendi-ri. Yakni menjadi the best modern digi-tal bank,” kata Rico.Mencapai tujuan tersebut, Bank Mandiri berbekal empat kunci. Apa sa-jakah itu? Yakni sebagai berikut: lev-erage digital ecosystem; modernize channel; develop digital native product; digitize internal platform.
Rico menjelaskan bahwa layanan digital Bank Mandiri terus dimodern-isasi. “Sebagai contoh, chat banking,sudah ada sejak tiga atau empat tahun yang lalu. Dan terus kami naikkan tarafnya ke level lanjutan,” ia menjelaskan.
InovasI saat new normal
Saat dampak Covid-19 terjadi di Indonesia pun, kiprah Bank Mandiri dalam mendongkrak sistem TI tetap bergulir. Lihatlah, Bank Mandiri melakukan sejumlah inovasi sistem TI (teknologi informasi) di masa new normal (kenormalan baru). Satu di antara itu adalah memerbanyak produk digital. “Kami menyadari bahwa dengan adanya dampak Covid-19, orang semakin jarang untuk da-tang ke kantor Bank Mandiri. Maka, kami harus melakukan sejum-lah inovasi TI,” kata Rico.
Nah, salah satu produk digital yang dikeluarkan Bank Mandiri untuk merespons masa new normal, adalah hasil kerja sama dengan BukaLapak selaku pemain e-market place raksasa di Indonesia. Dengan produk tersebut, seseorang bisa mengajukan kredit dengan proses yang lebih cepat. “Hanya dalam tiga jam, approvalaplikasi kredit seseorang sudah selesai. Dan tinggal menunggu per-setujuan-pencairan pinjaman,” Rico berkata.
Layanan Mandiri On-Line pun, terus dikembangkan. Tujuannya untuk melayani kebutuhan nasabah. Agen branchless banking Bank Mandiri juga dimungkinkan untuk melayani kebutuhan pembukaan rekening secara online. Dan mereka dilengkapi dengan berbagai solusi digital.Yang mengesankan adalah bahwa perrmintaan pembukaan rekening secara online pada Bank Mandiri dalam tren menanjak tajam. Hal ini pun merupakan efek dari Covid-19. Setiap hari, ada 3.000-an orang yang membuka rekening online di Bank Mandiri.
Adapun total jumlah nasabah yang sudah membuka rekening secara online sudah mencapai 300.000-an orang. “Itu secara on-line onboarding,” kata Rico.
Cloud Computing
Selanjutnya, satu inovasi lain untuk sistem TI yang digelar Bank Mandiri, adalah dalam hal pemakaian cloud computing (komputasi awan). Bayangkanlah, Bank Mandiri sudah menggunakan sistem cloud computing; penggunaan tersebut mencakup di private cloud atau pun public cloud.
Sejumlah keuntungan muncul berkat penggunaan cloud computing. Antara lain, dengan private cloud, Bank Mandiri bisa mendapatkan tambahan kapasitas layanan server, dalam waktu hanya 15 menit. Padahal, sebelum menggunakan layanan cloud private, penambahan server anyar, memerlukan waktu sekitar enam bulan. “Dan memang, yang perlu diperhatikan dalam hal [penggunaan] cloud computing adalah regulasi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan],” Rico mengimbuhkan.
Bank Mandiri pun sangat memerhatikan faktor keamanan sis-tem TI. Serangan cyber diantisipasi dengan sangat ketat. Dalam hal ini, Bank Mandiri mengandalkan empat lapisan pengamanan. “Jadi, kami tidak hanya mengandalkan IT security. Lapisan satu, dua, tiga, dan empat, adalah bagian dari pengamanan kami,” kata dia.
Dengan hadirnya digital banking, maintenance cost pun bisa lebih efisien. Jumlah nasabah yang menggunakan layanan digital mobile banking Bank Mandiri, sudah semakin banyak. “Core banking kami harus kuat. Tidak cukup lagi dengan mengandalkan layanan ATM atau melalui kantor cabang,” kata Rico.
Penulis: Ahmad Adhito














