ItWorks- Balai Besar Vokasional Disabilitas “Inten Suweno” dipercaya oleh Kementerian Sosial untuk membuat 50 motor roda tiga yang akan dijadikan usaha para penyandang disabilitas. Saat ini sudah terdapat 2 model motor roda tiga yaitu model Warung Sayur Bit 100 dan Box Aluminum.
Menteri Sosial Tri Rismaharini, didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat dan Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Eva Rahmi Kasim pada (16/4) lalu mengunjungi Balai Besar Vokasional Disabilitas “Inten Suweno” di Bogor. Dalam kunjungan ini, Mensos Tri Rismaharini menekankan pentingnya untuk mengikuti tren perkemangan teknologi yang sedang berkembang. “Ikuti yang sedang berkembang agar tidak semakin tertinggal,” ujar Mensos Risma dilansir dalam portal web resmi Kemensos, baru-baru ini.
Tren yang sedang berkembang menurut Risma juga perlu didukung oleh teknologi terbaru. Untuk peralatan praktik otomotif, ia menyarankan agar membeli mobil dan motor terbaru sebagai bahan praktek penerima manfaat. “Jika kita mempunyai teknologi terbaru, para penerima manfaat setelah selesai mengikuti pelatihan akan langsung siap untuk bekerja,” ujarnya.
Begitu juga di keterampilan penjahitan, ia meminta agar disediakan mesin obras, mesin vermak jeans dan konveksi. Perlu juga ruangan untuk memamerkan hasil produksi penerima manfaat.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyarankan agar Balai mengefisienkan ruangan agar bisa dimanfaatkan untuk menambah jenis pelatihan vokasional lai bagi penerima manfaat dan peralatan praktek yang tidak terpakai dapat dikelompokkan di museum.
Ditunjuk Membuat 50 Motor
Balai Besar Vokasional Disabilitas “Inten Suweno” juga ditunjuk oleh Mensos Risma untuk membuat 50 motor roda tiga yang akan dijadikan usaha para penyandang disabilitas. Saat ini sudah terdapat 2 model motor roda tiga yaitu model Warung Sayur Bit 100 dan Box Aluminum.
Sebanyak 10 penerima manfaat sudah dilatih untuk merakit dan memodifikasi motor roda tiga. Mereka adalah penerima manfaat residensial dan alumni Balai Besar Vokasional Disabilitas “Inten Suweno”.
Penerima manfaat juga sudah dilatih oleh engineer dari PT. Viar untuk merakit motor roda tiga agar hasilnya dapat disesuaikan dengan kondisi penyandang disabilitas yang akan menggunakan motor roda tiga. Mensos Risma menekankan para penerima manfaat perlu dilatih merakit hingga memodifikasi roda tiga tersebut agar hasilnya memenuhi kualifikasi perakitan. (AC)














