JobStreet merekomendasikan perusahaan mengembangkan 4 strategi kerja jarak jauh di masa Pandemi COVID-19.
Sebelumnya, JobStreet, perusahaan penyedia informasi lowongan pekerjaan, melakukan survei bersama Boston Consulting Group (BCG) dan The Network yang diterbitkan dalam tiga seri berjudul “Mengupas Tren Talent Global”. Survei ini dilakukan secara global, termasuk melibatkan 33.084 responden di Indonesia.
Survei menilai dampak COVID-19 terhadap pekerjaan; mengevaluasi pentingnya keberlanjutan lingkungan dan dampak pada perubahan iklim; membahas seputar mobilitas baru dengan International Remote Hiring; dan mengevaluasi pentingnya keberagaman dan inklusi terhadap pencari kerja.
Berdasarkan hasil survei tersebut, JobStreet merekomendasikan perusahaan mengembangkan 4 strategi kerja jarak jauh:
Pertama, mempertimbangkan dengan baik sistem kerja yang tepat untuk jenis pekerjaan tertentu. Evaluasi “remote-ability” jenis pekerjaan tertentu berdasarkan kebutuhan infrastruktur, frekuensi interaksi dengan stakeholder dan sebagainya.
Sistem kerja berbeda dapat dilakukan mulai dari menawarkan kerja jarak jauh sebagai fasilitas tambahan hingga pergeseran total ke sistem kerja jarak jauh (di mana karyawan datang ke kantor hanya untuk acara tertentu).
Kedua, seimbangkan tata kelola dan fleksibilitas. Berikan pedoman sistem kerja yang tersedia dalam kondisi tertentu, serta cara mengajukannya. Berikan kebebasan bagi pekerja untuk menentukan keinginan pribadi mereka.
Ketiga, pastikan ketersediaan media dan alat bantu yang tepat. Sediakan mekanisme dan media kolaborasi baru serta infrastruktur yang tepat di rumah dan kantor, termasuk solusi pembelajaran virtual.
Kempat, lakukan percobaan dan pantau tingkat keberhasilan. Lakukan percobaan kecil sebelum meluncurkan berbagai kebijakan baru. Pantau terus menerus engagement, pengalaman, serta hasil kerja karyawan, dan sesuaikan sistem kerja berdasarkan kebutuhan.
Baca: Begini Hasil Survei Dampak COVID-19 Terhadap Pekerjaan














