Laporan Work Trend Index 2021 mengambil judul “The Next Great Disruption Is Hybrid Work — Are We Ready?” mengungkap tren kerja jarak jauh selama setahun terakhir sesungguhnya telah menciptakan peluang kerja baru bagi sebagian orang, menawarkan lebih banyak waktu keluarga, dan memberikan keleluasaan untuk mengurangi waktu tempuh di jalan.
Laporan tersebut disusun berdasarkan studi terhadap lebih dari 30.000 orang di 31 negara (termasuk Indonesia) dan hasil analisis dari triliunan sinyal produktivitas dan tenaga kerja di Microsoft 365 serta LinkedIn.
Sayangnya, menurut laporan tersebut ada sejumlah tantangan baru yang perlu diantisipasi:
- Tim menjadi lebih terkotak-kotakkan dan kelelahan digital adalah ancaman nyata. Di Indonesia, 40% pekerja mengalami penurunan interaksi dengan rekan kerja (yang dapat membahayakan inovasi), 61% pekerja merasa terlalu banyak bekerja, dan 68% Gen Z mengatakan bahwa mereka merasa kesulitan untuk bertahan. Meningkatnya waktu yang dihabiskan dalam rapat dapat menjadi salah satu faktor utama perasaan tersebut. Menurut sebuah studi terbaru oleh Microsoft tentang aktivitas gelombang otak, rapat berturut-turut dapat menurunkan kemampuan orang untuk fokus dan terlibat dalam rapat. Transisi di antara rangkaian rapat juga bisa menjadi sumber stres yang tinggi.
- Ada kesenjangan antara apa yang dirasakan para pemimpin dan pekerja. Di Indonesia, ketika 53% pemimpin bisnis mengatakan mereka semakin berkembang, 33% pekerja merasa perusahaan mereka meminta terlalu banyak di tengah situasi seperti saat ini. Hal tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran bagi para pemimpin bisnis atas situasi yang tengah terjadi.
Terlepas dari semua tantangan yang ada, masih ada peluang besar untuk menciptakan tempat kerja di mana semua orang dapat berkembang, dengan menggunakan pembelajaran dari peralihan mendadak ke sistem kerja jarak jauh tahun lalu.
Microsoft telah mengidentifikasi lima strategi bagi para pemimpin bisnis untuk mulai melakukan perubahan:
- Buat rencana untuk memberdayakan orang dengan fleksibilitas tinggi.
- Perangi kelelahan digital dari atas. Perbanyak kolaborasi dan biasakan beristirahat. Studi Microsoft tentang aktivitas gelombang otak mengungkapkan bahwa jeda di antara rapat memungkinkan otak untuk melakukan “pengaturan ulang”, mengurangi penumpukkan stres secara kumulatif di seluruh rapat.
- Menata ulang ruang dan teknologi untuk menjembatani dunia fisik dan digital.
- Membangun kembali aspek sosial dan budaya.
- Pikirkan kembali pengalaman karyawan untuk dapat bersaing mendapatkan talenta terbaik dan yang lebih beragam.
“Kerja hybrid mendorong kita untuk mengesampingkan asumsi lama tentang bagaimana orang perlu bekerja di tempat yang sama pada waktu yang sama agar dapat menjadi produktif dan membawa dampak nyata. Ini adalah perubahan besar. Perubahan yang membutuhkan pemimpin dan organisasi untuk memeriksa kembali dan menata ulang model operasinya secara fundamental,” ujar kata Haris Izmee, Presiden Direktur, Microsoft Indonesia, dalam siaran pers, 30/04/2021.
Temuan lengkap dari laporan “The 2021 Work Trend Index” dan studi “Research Proves Your Brain Needs Break” dapat dilihat di Microsoft WorkLab, sebuah publikasi digital tentang masa depan kerja, pada halaman ini dan juga halaman ini.
Baca: Tren yang Penting Diketahui Para Pemimpin Bisnis dari Satu Tahun Kerja Jarak Jauh














