Pemerintah Indonesia membahas peluang kerja sama untuk pengadaan satelit telekomunikasi dengan Maxar, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat. Perusahaan ini sudah tidak asing di Indonesia karena terlibat dalam penyediaan satelit BRI, satelit Merah Putih dan satelit Nusantara di Indonesia.
Lewat siaran pers, 25/05/2021, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menjelaskan saat bertemu dengan perwakilan Maxar, mereka mendiskusikan tentang kebutuhan satelit Indonesia sampai dengan 10 tahun ke depan.
“Kami menyampaikan Indonesia, sebagai salah satu di negara ASEAN, membutuhkan banyak sekali kapasitas satelit. Saat ini, Indonesia butuh kapasitas 1TBps untuk pemerataan layanan telekomunikasi, dan jumlahnya diperkirakan masih akan meningkat.”
Menteri Johny juga menyampaikan Indonesia membutuhkan banyak kapasitas satelit untuk cadangan atau backup. “Masih banyak kebutuhan satelit untuk pemenuhan kebutuhan telekomunikasi kita, baik untuk electronic government maupun kebutuhan komunikasi lainnya.”
Baca: Begini Upaya Pemerintah untuk Melanjutkan Penggunaan Filling Satelit Indonesia di Slot Orbit 113BT
Selain pengadaan satelit, dalam pertemuan itu juga dibahas peluang pemanfaatan transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang satelit dan telekomunikasi.
“Potensi pemanfaatan komponen dan konten lokal, atau yang sering disebut sebagai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), juga kami bahas dengan perwakilan Maxar,” ungkap Menkominfo.
“Kami harapkan pertemuan ini akan bisa dikembangkan dalam langkah-langkah yang lebih konkrit untuk memenuhi kebutuhan Indonesia. Sekaligus membangun relasi dan kerja sama ekonomi yang lebih erat antara Indonesia dan Amerika Serikat, antara Kominfo dan perusahaan-perusahaan teknologi Amerika Serikat,” harap Menteri Johnny.
Ia menegaskan kerja sama untuk telekomunikasi dan satelit dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat, bertujuan agar Indonesia bisa meningkatkan internet link ratio dan memperkecil disparitas internet antarwilayah.
“Ini untuk kepentingan penyelenggaraan electronic government, untuk kepentingan digital ekonomi, untuk kepentingan smart city, digital health, digital education dan aplikasi-aplikasi digital lainnya masa kini dan masa depan,” tutup Menkominfo.
Baca: Pilih SpaceX dan Thales untuk Proyek Satelit Satria, Ini Penjelasan PSN














