PT Erajaya Swasembada Tbk, emiten ritel elektronik, sepanjang tahun 2021 ini berencana membuka sekitar 260 hingga 300 gerai baru.
Untuk alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini, diproyeksi jumlahnya tidak jauh beda dengan tahun 2020. Pendanaan capex itu akan bersumber dari kas internal perusahaan. Sebagai informasi, jumlah capex yang terserap di tahun 2020 mencapai Rp 250 miliar.
Dalam pemaparan publik secara virtual, Selasa, 25/05/2021, Joy Wahjudi, Wakil Direktur Utama Erajaya mengungkap sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, capex yang sudah diserap perusahaan sekitar Rp 37 miliar untuk penambahan gerai.
Penambahkan gerai baru penting karena pendapatan perusahaan memang bersumber dari gerai-gerai yang ada. “Di kuartal pertama tahun ini kami sudah menambah 36 toko,” tambahnya.
Terkait penambahan gerai baru, ia menjelaskan perusahaan menerapkan konsep Erafone Cloud Retail Partner yaitu konsep yang mengusung kemitraan dengan investor lokal.
“Erafone Cloud Retail Partner dimiliki oleh investor perorangan, namun dikelola dan dioperasikan sepenuhnya oleh tim Erafone.”
“Seluruh produk gadget, aksesoris dan ekosistem yang dijual di gerai ini merupakan portofolio produk original dan bergaransi resmi, seperti yang dijual di outlet Erafone lainnya.”
Untuk kuartal I-2021, Erajaya telah mencatatkan penjualan bersih hingga Rp 10,85 triliun, atau meningkat 38,96 persen year on year (yoy). Untuk laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ikut terkerek 170,87 persen yoy menjadi Rp 278,2 miliar.
Sebagai informasi, sepanjang tahun 2020 Eraja mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga Rp 612 miliar. Jumlah tersebut meningkat dari laba bersih di tahun 2019 yang hanya Rp 295,05 miliar.
Peningkatan laba sepanjang tahun 2020 itu berkat penjualan bersih Erajaya yang tumbuh 3,55 persen secara yoy jadi Rp 34,1 triliun.
Baca: Kinerja Erajaya Swasembada di 2020 Cukup Bagus, Berkat Penjualan Produknya yang Meningkat














