Ada kabar gembira, ribuan pemilik usaha warteg yang tergabung dalam Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) kini dapat mengikuti program pemberdayaan bisnis dalam jaringan dan menjadi bagian dari Mitra Bukalapak, yang terdiri dari warung dan agen individu.
Hal itu berkat, kemitraan antara Bukalapak dengan Kowantara. Tujuannya agar bisnis warung makan tersebut dapat bertahan dengan memanfaatkan platform digital.
CEO Buka Mitra Indonesia, Howard Gani, dalam siaran pers, 27/05/2021 mengatakan, “Dengan meningkatkan literasi digital di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah, termasuk para pemilik warteg, yang merupakan tulang punggung ekonomi bangsa, kami berharap dapat membantu ketahanan bisnis mereka, sekaligus turut membawa dampak sosial dan membangun inklusi ekonomi di Indonesia.”
Baca: Kolaborasi Modal Rakyat dan Bukalapak Bantu UMKM Dapat Pembiayaan hingga Rp 2 Miliar
Lewat Mitra Bukalapak, pelaku usaha warteg dapat menjual produk virtual seperti pulsa ponsel, token listrik, pembayaran pajak dan tiket perjalanan.
Program ini juga dilengkapi dengan software as a service (SaAS) sehingga warteg akan mendapatkan produk pembukuan dan catatan hutang.
“Pemilik warteg juga bisa membeli stok bahan pokok untuk kebutuhan bisnis maupun sehari-hari,” ujar Howard.
Sementara Mukroni, Ketua Umum Kowantara, mengutip survei Asian Development Bank 2020, mengungkap, “Hampir 50 persen dari total 50.000 warteg di Indonesia tutup karena dampak pandemi virus corona.”
Menurutnya, kerja sama dengan Bukalapak akan menambah pengetahuan pelaku usaha warteg tentang bisnis, terutama menggunakan platform digital untuk menambah penghasilan.














