TeleGeography, perusahaan riset dan konsultan pasar telekomunikasi global, telah meluncurkan Peta Kabel Bawah Laut 2021, yang disponsori oleh Telecom Egypt.
Peta tersebut memvisualisasikan 464 kabel global dan 1.245 stasiun pendaratan, serta penyebaran besar di masa depan. Peta ini lebih lanjut menganalisis dinamika perubahan di pasar dan pengaruh pemain baru pada investasi kabel bawah laut. Juga memberikan wawasan penting tentang pemasok kabel teratas, stasiun pendaratan, panjang kabel, penerapan, dan penyedia konten.
Setelah menyumbang kurang dari 10% sebelum tahun 2012, total kapasitas dari pangsa penyedia konten melonjak menjadi 66% pada tahun 2020. Tidak seperti booming konstruksi kabel sebelumnya, penyedia konten seperti Amazon, Google, Facebook, dan Microsoft mengambil peran yang lebih aktif dalam pasar kabel bawah laut. Perusahaan-perusahaan ini sendiri memiliki permintaan yang luar biasa untuk lalu lintas pusat data sehingga mereka mendorong proyek dan memprioritaskan rute untuk sistem kabel bawah laut. Google sendiri memiliki lebih dari 15 investasi kabel bawah laut secara global.
“Kami sangat senang meluncurkan Peta Kabel Bawah Laut terbaru kami dan ingin berterima kasih kepada Telecom Egypt yang telah mendukungnya tahun ini. Peta 2021 ini menggambarkan pasar yang mengalami lebih banyak penggelaran, dengan pemain baru dan beragam. Selama dekade terakhir, kami telah melihat penyedia konten muncul sebagai disruptors, meningkatkan investasi untuk memenuhi permintaan global untuk layanan mereka,” kata Direktur Riset TeleGeografi, Alan Mauldin lewat siaran pers, 09/06/2021.
“Pasar kabel bawah laut tidak pernah begitu dinamis dan kami senang untuk memamerkan data dan analisis kami, semua hal terkait kabel bawah laut,” ia menambahkan.
Tidak ada fakta terkait pasar kabel bawah laut yang disembunyikan di peta ini. Ambil statistik ini, misalnya: ada lebih dari 1,3 juta km kabel bawah laut yang membentang di seluruh dunia, yang akan membungkus Bumi lebih dari 30 kali dari ujung ke ujung. Dari 464 kabel yang ditampilkan dalam peta edisi 2021 ini, 428 kabel aktif dan 36 kabel direncanakan. Dari kabel yang direncanakan ini, 19 kabel baru ada di peta TeleGeography, dengan panjang gabungan 103.348 km.
Kabel bawah laut baru telah digelar di setiap pengelompokan rute global, dengan lebih banyak sistem diharapkan dalam tiga tahun mendatang. Rute Intra-Asia diperkirakan akan mengalami investasi paling banyak, dengan proyeksi kabel baru senilai $1,6 miliar yang akan diluncurkan.
Peta Kabel Bawah Laut TeleGeography tersedia untuk dipesan sebagai karya seni fisik atau untuk dijelajahi sebagai referensi versi interaktif. Lihat peta interaktif di sini.
TeleGeography adalah firma riset pasar dan konsultan telekomunikasi yang melakukan penelitian mendalam, mengumpulkan kumpulan data besar, dan menyajikan informasi dalam laporan dan basis data online yang mudah digunakan.
Baca: SKKL Indonesia Global Gateway (IGG) Jadikan Indonesia “Global Digital Hub”














