Jakarta, Itech – Perekayasa Bidang Teknik Pantai dan Pelabuhan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dinar Catur Istiyanto mengatakan, Indonesia akan bergabung dengan organisasi internasional The World Association for Waterbone Transport Infrastructure/Asosiasi Dunia Infrastruktur Transportasi Air (PIANC) tahun 2016. PIANC diakui punya pengalaman dan kajian pembangunan pelabuhan.
Di bidang infrastruktur pantai, BPPT melakukan fungsi layanan teknologi untuk perancangan bangunan pantai dan pelabuhan, sejak tahapan pra-studi kelayakan, studi kelayakan, desain (basic design), dan detil desain (detail engineering design). “PIANC memilki guideline bagaimana proses perencanaan pelabuhan, penghitungan sedimentasi, berdasarkan pengalaman mereka, kita kaji, spesifik pendekatan wilayah dan dampak lingkungan. Apakah pelabuhan secara kerekayasaan layak, seberapa besar biaya ekonomi yang harus dikeluarkan dibanding return investment-nya,” katanya di sela-sela International Workshop on Waterborne Infrastructures Engineering and Management, di Auditorium BPPT, Jakarta, Rabu (28/10).
Kegiatan seminar-workshop ini juga dilakukan dalam rangka menyebarluaskan berbagai keuntungan dan nilai tambah PIANC. Selain itu, juga untuk memulai jaringan profesional di Indonesia yang berkaitan dengan infrastruktur transportasi air di bawah koordinasi Qualifiying Member, yang pada akhirnya akan menghasilkan National Section, serta untuk membahas dan mendiskusikan mengenai perkembangan di bidang kepelabuhanan dan infrastruktur pantai di Indonesia.
Sementara itu, Secretary General PIANC, Eng Louis Van Schel, berpandangan, Indonesia merupakan negara sangat penting sebagai poros maritim. Menurut Eng, oganisasinya baru pertama kali menggelar seminar di Indonesia untuk berbagi pengalaman, dan panduan bagaimana membangun transportasi laut.
Di Eropa, PIANC juga memberi masukan terkait hal itu. Bahkan dalam konferensi perubahan iklim COP 21 di Paris Desember mendatang, PIANC berencana akan memberi masukan. Dalam membuat studi kelayakan (visibility study) harus memperhatikan komunitas sekitar, sosial dan aspek lingkungan. Dalam mewujudkan poros maritim, elemen infrastruktur pelabuhan dan transportasi laut menjadi penting. Namun pembangunannya tidak boleh terlepas dari kajian lingkungan dan sosial kemasyarakatan
PIANC yang didirikan pada tahun 1885 terus berlanjut menjadi mitra bagi pemerintah dan sektor swasta dalam desain, pengembangan, dan pemeliharaan pelabuhan, waterways, dan area pesisir. Saat ini BPPT tengah merintis untuk menjadi Qualifying Member of PIANC.Untuk mengawali kerjasama dan koneksi BPPT dengan PIANC maka diadakan sebuah seminar-workshop.dalam rangka memperkenalkan PIANC terhadap berbagai organisasi terkait pelabuhan dan waterways di Indonesia serta manfaat yang dapat diperoleh dengan menjadi anggota PIANC. (red/ju)














