ItWorks- Di tengah pandemi Covid-19, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memastikan untuk terus melanjutkan sejumlah proyek yang sedang digarapnya. Perusahaan terus melakukan inovasi, salah satunya implementasi penerapan Building Information Modeling (BIM) yang mulai diterapkan di proyek Aspena sebagai pilot project.
Proyek Pembangunan Apartemen Aspena Residence yang berlokasi di Jl. Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Kebon Besar, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang, Provinsi Banten ini merupakan salah satu proyek apartemen milik PT Taspen Properti Indonesia yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.
“Apartemen Aspena Residence menjadi salah satu proyek yang spesial bagi Hutama Karya dikarenakan adanya pekerjaan ground anchor dan penerapan model slab dengan menggunakan drop panel di salah satu lantai. Selain itu proyek Aspena juga menjadi pilot project penerapan Building Information Modeling (BIM) di Hutama Karya,” ujar ujar Executive Vice President Divisi Gedung Hutama Karya, Purnomo dirilis melalui portal web Hutama Karya, baru-baru ini.
Metode pelaksanaan pekerjaannya, proyek ini telah menerapkan beberapa dimensi BIM yang ada. Mulai dari pemodelan bangunan secara 3D, perhitungan volume dari 3D model yang lebih akurat, Clash detection antara item pekerjaan (struktur, arsitek, MEP) untuk mengurangi biaya rework (pekerjaan ulang), pengajuan Shop Drawing menggunakan platform Common Data Environment (CDE), rapat koordinasi dengan para stakeholder menggunakan BIM, hingga penjadwalan yang sudah terintegrasi dengan BIM agar dapat divisualisasikan.
Dengan teknologi BIM pada proyek Apartemen Aspena Residence, juga dapat memberikan manfaat yang sangat signifikan, antara lain perhitungan volume yang akurat, clash detection yang dapat teridentifikasi, penjadwalan yang lebih terkontrol, dan koordinasi antar stakeholder lebih mudah dan cepat.
Dari manfaat tersebut tentunya dapat memberikan efisiensi secara Mutu, Waktu dan Biaya. Dengan demikian diharapkan penerapan BIM ini dapat diimplementasikan di seluruh proyek di Hutama Karya baik di Infrastruktur, Gedung maupun EPC secara maksimal, sehingga Hutama Karya lebih siap dan mampu bersaing di era industri 4.0.“Penerapan BIM pada proyek ini mulai dari tahap awal hingga akhir pekerjaan dapat, juga dapat menekan biaya risiko,” tambahnya.
Proyek Apartemen Aspena Residence memiliki luas bangunan 35.070.,22 m2. Proyek ini terdiri dari 12 lantai struktur dan 2 basement. Nantinya Apartemen Aspena Residence akan dilengkapi dengan 748 unit dengan 319 unit one bedroom (BR1) dan 429 unit studio. Pembangunan Apartemen Aspena Residence telah dimulai sejak 15 Mei 2019 lalu dan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2021 mendatang.
“Nilai kontrak untuk proyek ini Rp 173.900.000.000,- dan saat ini total progres pembangunan hingga juli 2020 sudah mencapai 32,12%, di antaranya pekerjaan persiapan 4,03%, struktur 24,33 %, arsitek 1,12 %, MEP 2,62 %,” ujarnya. (AC)














