ItWorks- Pemerintah Kota Tangerang terus berkomitmen untuk perkuat layanan berbasis aplikasi online. Selain untuk memudahkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19, sistem layanan tanpa tatap muka ini juga untuk mencegah adanya praktik pungutan liar (pungli) di semua lini di jajaran pemerintah Kota Tangerang.
Komitmen ini ditegaskan Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah saat membuka kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pungutan Liar dan Gratifikasi di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang yang diadakan Inspektorat Pemkota Tangerang. Kegiatan sosialisasi ini antara lain bertujuan memberikan pemahaman tentang pengertian, bentuk, dampak serta sanksi yang berlaku bagi pelaku pungutan liar di Kota Tangerang.
“Pungutan harus hilang dari budaya dalam pemerintahan, agar pembangunan dapat terus berjalan berkesinambungan,” ujar Wali Kota dalam rapat yang juga diikuti oleh Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP. Bambang Yudhantara S. selaku ketua pelaksana Saber Pungli saat membuka kegiatan yang diikuti oleh seluruh kepala OPD serta Lurah se-Kota Tangerang pada (18/08), secara daring yang dirilis Humas Pemkot Tangerang, baru-baru ini.
Arief menambahkan dirinya mengaku merasa prihatin dengan masih adanya oknum yang memanfaatkan kesempatan di tengah kesulitan pandemi Covid-19 yang terjadi. “Seluruh pegawai harus memiliki integritas sosial, baik kepada masyarakat maupun kepada Pemkot Tangerang,” tegasnya.
Lebih lanjut Wali Kota menjabarkan bahgwa pelayanan masyarakat di Kota Tangerang secara garis besar telah dilakukan secara online dengan menggunakan berbagai aplikasi dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat serta meminimalisir peluang terjadinya pungutan liar. “Saat pandemi ini masyarakat sudah prihatin, jadi tidak boleh terjadi lagi adanya pungli,” tandnas Arief.
Saat ini Pemkot Tangerang telah menerapkan konsep smart city, yang sudah dimulai sejak tahun 2010 yang hingga kini terus dikembangkan secara kosisten dengan inovasi teknologi dan apoikasi baru. Pengembangan dan penerapan Smart city yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang berjalan fokus dan terarah.
Tahapannya dimulai dari Smart City 1.0 kemudian disusul dengan Smart City 2.0 dan yang telah diterapkan sejak tahun 2018 adalah smart city 3.0 yang dengan memanfaatkan Teknologi Geospasial atau Geographic Information System (GIS), sehingga semua program yang direncanakan sesuai sasaran karena sesuai dengan kondisi riil yang ada di masyarakat. Saat ini Pemkot Tangerang juga memiliki pusat pengendalian smart city yang namakan Tangerang LIVE Room (TLR).
Berbagai kemajuan dan capaian ini juga telah menarik perhatian banyak kalangan, baik pemerintah daerah, swasta dan perguruan tinggi untuk berkunjung dan belajar mengenai kosep smart city ini. Bahkan konsep TLR ini juga banyak dicontoh daerah lain dengan mengadopsi aplikasi yang dikembangkan Kota Tangerang.
Dari sisi pengembangan, Pemkot Tangerang memiliki aplikasi. Mulai layanan berbagai perizinan melalui Mal Pelayanan Public satu atap, layanan kependukan, kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Saat ini Kota Tangerang memiliki 170 lebih aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk pelayanan pemerintahan dan masyarakat. Bahkan masyarakat semakin dimudahkan dalam pelayanan dengan satu genggaman handphone melalui portal Tangerang LIVE yang sejalan dengan visi Tangerang LIVE yang merupakan akronim dari Liveable, Investable, Visitable, dan E-City berbasis teknologi, informasi dan komunikasi (TIK). (AC)














