ItWorks- Di tengah kemajuan teknologi dan serbuan budaya modern, PT Toba Tenun Sejahtra berkomitmen memperkuat ekosistem tenun kain ulos sebagai heritage (warisan) tekstil Batak dan wastra nusantara.
Upaya pelestarikan warisan tenun Ulos, sebagai potensi kekayaan tekstil Nusantara, dilakukan melalui tiga (3) program kerja utama; pelestarian, pelatihan perajin, dan pengembangan komunitas secara berkelanjutan. “Menyadari potensi Ulos yang besar untuk dipasarkan di level nasional dan internasional, kami berupaya untuk melakukan berbagai program kerja yang mencakup pelestarian budaya, pelatihan dan pendidikan perajin, serta pengembangan komunitas dan perempuan. Kami juga bekerja sama dengan lembaga pelatihan dan instruktur untuk membekali partonun(penenun) agar dapat meningkatkan kompetensi mereka, baik dari sisi teknis maupun penciptaan desain,” ujar Kerri Na Basaria, Founder danm CEO PT Toba Tenun Sejahtra, dalam konferensi pers daring bertajuk “Revitalisasi Budaya & Perkuat Ekosistem Kain Ulos”, kemaren.
Dikatakan, sejak tahun 2020, PT Toba Tenun Sejahtra merintis 3 fokus usaha secara paralel untuk perkuatan ekosistem tenun di Sumatra Utara. Di antaranya Tobatenun untuk platform distribusi produk tenun Sumatra Utara. BORU untuk usaha pengembangan dan komersial produk turunan tenun seperti ready to wear, accessories dan home decor; dan Jabu Bonang untuk usaha pengembangan komunitas artisan kain tenun di Sumatra Utara sebagai salah satu wastra nusantara.
“Istilah wastra sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta yang memiliki arti sehelai kain. Setiap wastra memiliki motif, pola, dan warna yang berbeda antara satu dan lainnya serta memiliki filosofi dan cerita yang mendalam. Daerah Batak Toba pun memiliki wastra tersendiri, yang dikenal dengan nama Ulos. Sayangnya, popularitas Ulos masih ada di bawah Batik dan Tenun Ikat Sumba untuk level nasional dan internasional,” ujarnya.
Peran PT Toba Tenun Sejahtra terhadap peningkatan kompetensi dan kualitas hidup partonun pun turut dirasakan Denita Manihuruk, Mitra Partonun & Champion Jabu Bonang. Ia mengatakan menjadi mitra partonun membuka banyak jalan untuk kehidupan yang lebih baik.
“Bersama Tobatenun, saya telah mengikuti Lokakarya Tenun Motif Ulos dan Pewarnaan Alami. Tidak hanya menambah keahlian tetapi juga pengetahuan holistik yang berhubungan erat dengan kehidupan partonun seperti gerakan fisioterapi sederhana dan kesehatan reproduksi. Tentunya fasilitas dan pendampingan yang berkelanjutan ini sangat membantu bagi kami para perajin untuk meningkatkan kemampuan baik menjadi penenun maupun kewirausahaan,” ujarnya.
Rangkaian Event
Hingga akhir tahun 2021 sekaligus menyambut Hari Ibu Nasional, PT Toba Tenun Sejahtra akan melakukan rangkaian aktivitas untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap warisan kain wastra nusantara, khususnya tenun dan ekosistem artisan yang terlibat dibaliknya yang didominasi oleh perempuan.
Di bulan September akan ada kegiatan (1) lomba selendang tenun di wilayah mitra artisan tenun Jabu Bonang. Di bulan Oktober akan terdapat (2) lelang amal selendang tenun dan peluncuran kalendar Heritage 2022. Sementara itu, di bulan November PT Toba Tenun Sejahtra akan mengadakan (3) webinar bertajuk From Heritage to Legacy serta kegiatan Heritage Goes to School yang bertujuan memberikan literasi budaya khususnya budaya Batak kepada masyarakat.
Rangkaian acara akan ditutup di bulan Desember, dengan (4) dua kegiatan yaitu kegiatan papsmear bagi perempuan para mitra partonun Jabu Bonang dan pengadaan seminar untuk Partonun sebagai upaya PT Toba Tenun Sejahtra untuk meningkatkan literasi kesehatan perempuan dan literasi budaya bagi para artisannya. (AC)














