Dalam Forum G20, Pemerintah Indonesia menegaskan pandemi Covid-19 sebagai tantangan global. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia dalam Presidensi G20 tahun depan, memfokuskan pada pemulihan pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan berkelanjutan.
“Presidensi G20 Indonesia telah mengumumkan tema besarnya, yakni “Recover Together, Recover Stronger“. Tujuan kami adalah untuk mengatasi dampak pandemi dan mendapatkan kepercayaan global. Tidak hanya akan pulih, tetapi G20 akan kembali lebih kuat dengan mendukung produktivitas, menciptakan stabilitas ekonomi dan pertumbuhan inklusif berkelanjutan,” jelas Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan dalam Forum Internasional G20 Innovation League 2021 yang berlangsung virtual dari Jakarta, 10/10/2021.
Pemerintah Indonesia juga meyakini ekosistem digital penting dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi yang lebih kuat. Oleh karena itu, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menyatakan Indonesia berkomitmen memberdayakan bisnis digital dan menciptakan masyarakat digital untuk menghasilkan ekosistem digital yang menyeluruh.
Menurut Dirjen Semuel, pembangunan ekosistem itu mencakup pengembangan jaringan yang memungkinkan pelaku inovasi, perusahaan investor teknologi pemula dan pemerintah membangun kemitraan.
Upaya itu menurut Dirjen Aptika Kementerian Kominfo juga dilatari pengalaman Indonesia dalam mengembangkan ekosistem ekonomi digital di tanah air. Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang menggunakan media sosial paling aktif di dunia. Sekitar 39% penduduk merupakan pengguna internet di Asia Tenggara, sementara pertumbuhan ekonomi internet Indonesia diperkirakan akan mencapai 11% year-on-year.
Baca: Indonesia Ajukan G20 Digital Innovation Network Sebagai Inovasi Digital Global
“Sebagai negara yang memiliki 202,6 juta pengguna internet dan 170 juta pengguna aktif media sosial, Indonesia memiliki startup teknologi bernilai miliaran dolar di Asia Tenggara. Negara peringkat nomor 5 dalam jumlah startup tertinggi di dunia. Dengan ekosistem startup yang tumbuh pesat, ekonomi internet Indonesia diprediksi mencapai USD 124 miliar pada tahun 2025,” paparnya.
Dirjen Semuel menyatakan, selama pandemi Covid-19, ekonomi internet Indonesia tetap tangguh. Bahkan, dalam menghadapi perlambatan global.
“Selama masa-masa sulit ini, sektor e-Commerce tetap menjadi pendorong pertumbuhan utama, meningkat sebesar USD11 miliar, mengimbangi kontraksi USD7 miliar di sektor travel,” ujarnya seraya menyebutkan optimistisme Indonesia juga didukung fakta konsumen dan pelaku UMKM mulai berjualan online dan angka terbaru tersebut.
Bahkan, dalam 1,5 tahun terakhir Indonesia telah menyambut kehadiran 3 unicorn baru, di mana salah satunya, Ajaib, platform perdagangan saham online Indonesia. Menurut Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, hanya membutuhkan waktu 2,5 tahun untuk mencapai status unicorn.
“Dengan latar belakang tersebut, kami yakin Indonesia dapat berbagi pembelajaran berharga kepada negara-negara G20 lainnya, sekaligus berharap dapat bertukar ilmu dengan negara lain, terutama dari berbagai kawasan,” ungkapnya.
Baca: Recover Together, Recover Stronger Jadi Tema Presidensi G20 oleh Indonesia di Tahun 2022














