Reporter: Fauzi
Digitalisasi menjadi hal yang terus diupayakan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Pemerintah Kota Tegal. Hal ini terungkap dari paparan R. Heru Setyawan, S.IP, M.H., selaku Kepala Dinas Tenaga kerja dan Perindustrian Kota Tegal dalam sesi penjurian TOP Digital Awards 2021.
“Kami memiliki visi Terwujudnya Digitalisasi Pelayanan Ketenagakerjaan dan Perindustrian. Sesuai dengan nama dinas kami, kami mengurusi urusan pemerintah di bidang ketenagakerjaan dan urusan pemerintahan di bidang perindustrian,” ujar Heru saat presentasi dengan tema Implementasi e-Government untuk Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik yang Berkualitas dan Terpercaya.
Adapun misi yang diusung Disnakerin Kota Tegal terkait dengan e-gov antara lain:
- Meningkatkan digitalisasi pelayanan Ketenagakerjaan dari hulu ke hilir.
- Meningkatkan digitalisasi monev usaha industri dan pemasaran produk Industri Kecil Menengan (IKM).
- Meningkatkan sistem administrasi kantor berbasis elektronik.
“Terkait dengan budaya kerja dan sharing values yang ada, kami memiliki budaya kerja yang PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Melayani, Akuntabel). Dan spirit yang kami bangun dengan nilai keberasamaan yang ada seluruh personil yang ada di dinas untuk selalu melakukan Inovasi tiada henti,” lanjut Heru.
Terapkan SPBE, Gandeng Akademisi
Berkaitan dengan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Heru, mengatakan selaku bagian atau unit kerja dari pemerintah, Disnakerin Kota Tegal mempunyai ide atau gagasan. Dan dalam implementasinya Disnakerin Kota Tegal menggandeng sejumlah pihak dari kalangan akademisi.
”Konsep ada pada kami, kemudian kami berdiskusi dengan teman-teman dari akademisi. Kami sudah membangun MoU dengan Politeknik Trisila Dharma, Fakultas Teknik Universitas Panca Sakti, dan beberapa perguruan tinggi yang lain. Setelah dievaluasi dengan teman-teman di akademisi, maka konsep yang ingin kami kembangkan ini, dilaksanakan baik di sektor bisnis sebagai mentor yang mengikubasi, dan juga di komunitas masyarakat sebagai penerap/implementator yang mengakselerasi dan kami juga membangun jejaring dengan rekan-rekan dari media selaku katalisator,” jelas Heru.
Bicara soal anggaran, Heru tak menampik bahwasanya lantaran pandemi, total anggaran Disnakerin Kota Tegal di tahun 2020 dan 2021 terkena refocusing. Kendati dihadapkan dengan keterbatasan anggaran, Disnakerin Kota Tegal tetap bertekad untuk mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. ”Kami hanya ingin menyampaikan bahwa dengan keterbatasan anggaran kami tidak akan berhenti. Kami membangun jejaring dengan teman-teman dari lembaga pendidikan, dan kami juga akan mengandalkan teman-teman dari dinas, terutama pranata komputer untuk mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik,” ungkapnya.
Masih mengenai SPBE, Heru menegaskan bahwa Disnakerin Kota Tegal sudah on the right track menunggu bagaimana kebijakan pemerintah yang mungkin diinisiasi oleh Dinas Kominfo. “Intinya seperti yang diamanatkan dalam Perpres, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuantabel; serta berkomitmen menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya,” ujarnya.
Layanan dan Aplikasi
Sebagai pencapaian atas upaya digitalisasi yang dilakukan, tentu di dalam paparannya, Heru juga mengungkap sejumlah layanan Disnakerin Kota Tegal yang sudah diatur dalam Sistem Informasi Pelayanan Publik Kementerian PAN. Layanan dimaksud antara lain: Layanan Pembuatan/Perpanjangan Kartu Pencari Kerja / AK.1; Layanan Rekomendasi untuk pembukaan Kantor Cabang P3MI; Layanan Rekomendasi Paspor Calon PMI (pekerja migrant Indonesia); Pencatatan Serikat Pekerja/Serikat Buruh; Layanan Pengesahan Peraturan Perusahaan; Layanan Pencatatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu; Layanan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama; Mediasi Perselisihan Hubungan Industrial; dan Verifikasi Teknis IUI (Izin Usaha Industri)/IPUI (Izin Perluasan Usaha Industri).
“Semua layanan ini sudah coba kami integrasikan dengan sistem aplikasi yang ada di pemerintah pusat (seperti) SISNAKER dari Kementerian Tenaga Kerja, e-Makaryo dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah, SISKOTKLN dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), kemudian Informasi LOKER baik dari swasta dan instansi, juga yang terkait pengesahan peraturan perusahaan dan pendaftaran perjanjian kerja bersama ini sudah di-linkan juga dengan aplikasi yang ada di Kementerian Tenaga Kerja, yaitu e-PP/e-PKB. Kemudian untuk verifikasi teknisnya itu sudah dilinkan dengan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) Kementerian Perindustrian,” jelas Heru.
Selain layanan yang telah disebut, Disnakerin juga telah mengembangkan sejumlah layanan lain yang juga masih berkaitan dengan sektor ketenagakerjaan dan industri, seperti Layanan Pemasangan Lowongan Kerja; Layanan Pengaduan Masyarakat; Konsultasi Penempatan Tenaga Kerja; Layanan Pendaftaran Wirausaha Baru Industri; Layanan Pemasaran Digital Produk IKM (Industri Kecil Menengah); Layanan Pendaftaran LKS Bipartit; Layanan Pembuatan Struktur dan Skala Upah; dan Business Coaching Clinic.
Sementara dari sisi aplikasi, berdasarkan masterplan yang telah ditetapkan, Disnakerin menyiapkan sejumlah aplikasi, antara lain LAPUR SIJAJA (LAyanan pariPURna untuk SIap kerJA dan menjadi seJAhtera) dari 2019 sampai 2023. Lalu ada juga TEgal Main Industries Outlook (TEMIO), yang mengacu pada roadmap akan dibangun selama lima tahun.
Adapun untuk kepentingan internal kantor, Disnakerin Kota Tegal memiliki apilikasi bernama SATUKAN JIWA (Sistem Aplikasi Tata Usaha KANtor, Jelas dan Informatif untuk semuA). “Ini teman-teman PNS yang mutasi ke dinas tenaga kerja, langsung akan bisa menggunakan aplikasi yang sudah kami bangun. Dan semua (data) yang terekam jadi database yang informatif, kita bisa merekam semuanya dan ini sangat bermanfaat untuk kepentingan instansi kami,” jelas Heru.
Tiga aplikasi tadi, yakni LAPUR SIJAJA, TEMIO, dan SATUKAN JIWA dikatakan Heru merupakan komponen aplikasi SPBE. “Kami sudah mengembangkan aplikasi khusus yang berbagi pakai, yaitu LAPUR SIJAJA dan TEMIO. Dan untuk aplikasi khusus OPD, kami sudah mengembangkan SATUKAN JIWA,” tutupnya.














