Implementasi konektivitas jaringan 5G akan berdampak lebih besar dalam sektor industri akan lebih banyak ber-impact ke industri, karena memberikan banyak kemudahan dan kecepatan untuk berbagai aspek di sektor tersebut.
Demikian diutarakan Country Manager IDC Indonesia Mevira Munindra dalam seminar web, Rabu, 21/10/2021.
Ia membandingkan jika ditinjau dari kacamata konsumen, pengaplikasian 5G tentu juga memiliki dampak pada gaya hidup digital yang lebih mulus; misalnya untuk berkomunikasi via aplikasi pengiriman pesan maupun video conference, penggunaan media sosial, hingga hiburan.
Baca: 5G di Indonesia Diarahkan ke Pengembangkan Kewirausahaan dan Buka Lapangan Kerja
“Ini adalah engagement yang menjadi biasa, sesuatu yang tidak bisa dilewatkan oleh banyak generasi dan kalangan. Semuanya menggunakan smartphone untuk digital engagement. Bahkan, mereka bisa menggunakan lebih dari satu device untuk memisahkan kebutuhan personal dan profesional,” ujar Mevira.
Sementara menurut laporan IDC, terdapat lebih dari 30 persen konsumen di Indonesia yang pengeluaran TIK-nya didominasi oleh ponsel pintar (smartphone). Pada tahun 2020, pengeluaran tersebut mencapai total 36 juta unit pengiriman.
Mengutip laporan IDC, ia menambahkan, “Di era konektivitas 5G, konsumen memiliki harapan memiliki ponsel 5G dengan harga terjangkau. Ekspektasinya tentu meningkat penggunaan 5G kedepan ada harapan penurunan harga. Apa yang kia liat di pasar kita tentu harga handset dengan spesifikasi tinggi, namun costnya bagi konsumen harga cukup.”
Baca: Ini Peran Berbagai Pihak di Tanah Air dalam Mendorong Implementasi 5G
Dari sisi penyedia perangkat, PR Manager OPPO Indonesia Aryo Meidianto mengungkapkan, ketersediaan ponsel 5G yang dimiliki OPPO kontribusinya sudah 3,6 persen di Tanah Air. Untuk meningkatkan jumlahnya, tergantung dengan pemangku kepentingan, seperti bagaimana pemerintah memperkuat peraturannya dengan cepat, operator mengakselerasi jaringan 5G sehingga hadir merata.
“Posisi OPPO pada perangkat 5G saat ini berada di kisaran harga Rp3 jutaan, dan jika melihat dari ketersediaan perangkat OPPO di China, ada harga ponsel 5G yang memiliki harga dibawah Rp3 jutaan.
“Kenapa belum dipasarkan di Tanah Air? Ini kembali lagi ke principal kami yang sedang dalam tahap mempelajari, melihat proses pengembangan 5G di Indonesia seperti apa, guna dapat merilis perangkat OPPO ke seluruh Indonesia nantinya,” terang Aryo.
Dari sisi operator seluler, Director & Chief Strategy and Innovation Officer Indosat Ooredoo Arief Musta’in mengatakan, kini layanan 5G di Indonesia yang sudah disediakan pihaknya tersedia di 6 kota; yaitu Bandar Lampung, Balikpapan, Makassar, Jakarta, Surakarta, dan Surabaya.
“Kami akan fokus untuk memasyarakatkan 5G di tahun 2022-2023, sehingga masyarakat nantinya bisa memanfaatkan 5G lebih baik lagi di tahun 2024. Sepanjang tahun 2022-2023, strategi kami akan fokus pada penerapan 5G terpilih dan menciptakan kemampuan untuk membuka model bisnis masa depan,” ia mengungkapkan.
Baca: Implementasi 5G untuk Kesejahteraan Umum dan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa














