Jakarta, ITWorks- PT Pertamina (Persero) hingga saat ini telah melakukan sejumlah inisiatif digitalisasi yang diimplementasikan di berbagai lini, baik di sistem manajemen, proses bisnis, produksi, logistik, SPBU, hingga layanan pelanggan. Bahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, juga sudah mulai merambah dalam implementasi teknologi informasi yang lebih advance (maju) seperti cloud computing, big data, dan Internet Of Things (IoT) sebagai kesiapan dalam memasuki era revolusi industri keempat (Industri 4.0).
Demikian diungkapkan Taufiq Sofyan – Manager Non ERP Solution PT Pertamina saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP Digital Awards 2021” yang dilakukan secara virtual (05/11/2021) di Jakarta. TOP Digital Awards merupakan kegiatan corporate rating atau ajang penilaian untuk penghargaan di bidang IT dan Telco atau teknologi digital yang diberikan kepada perusahaan/ instansi pemerintahan yang dinilai berhasil dalam hal transformasi digital dan implementasi teknologi informasi dan komuniklasi (TIK). Terutama dalam upaya meningkatkan performa dan kinerja manajemen, daya saing, dan layanan pelanggan atau masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah ItWorks, bekerja sama serta didukung oleh beberapa asosiasi dan Lembaga konsultan IT TELCO di Indonesia yangn tahun ini mengususng tema “ AcceleratingDigital Transformation in Business & Government”.
Dalam presentasi bertema “Enterprise IT Pertamina”, Taufiq Sofyan juga mengungkapkan banyak hal terkait inisasi transformasi digital yang dilakukan Pertamina sejak awal dan kemajuannya saat ini, termasuk obsesi ke depan. Terutama dalam kaitan sebagai satu-satunya BUMN yang mengemban visi, misi dan tugas utama di bidang pengusahaan minyak dan gas bumi untuk kemakmuran rakyat dan Negara.
Dikatakan, sebagai BUMN, Pertamina memiliki peran strategis dalam menyediakan energi yang sangat dibutuhkan bangsa ini untuk menggerakkan seluruh sendi-sendi kehidupan di Indonesia. Atas tanggungjawabnya tersebut, Pertamina telah membangun jaringan bisnis yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir.
“Dalam kaitan ini, maka pada tanggal 12 Juni 2020, resmi terbentuk 5 (lima) subholding di bawah Pertamina, yaitu Upstream Sub Holding, Gas Subholding, Refinery and Petrochemical Sub Holding, NRE Sub Holding, dan Commercial and Trading Sub holding,” ujarnya didampingi Tim (Anung Pungkowo – Ast Manager Enterprise Application Development, Cadet Diansah – Ast Manager Digital Transformation, serta Kaniadevi Permatasari – Analyst Digital Transformation PT Pertamina (Persero).
Secara umum, tugas Pertamina sebagai holding diarahkan pada pengelolaan portofolio dan sinergi bisnis di seluruh Pertamina Grup, mempercepat pengembangan bisnis baru, serta menjalankan program-program nasional. Sementara subholding akan menjalankan peran untuk mendorong operational excellence melalui pengembangan skala dan sinergi masing-masing bisnis, mempercepat pengembangan bisnis dan kapabilitas bisnis existing serta meningkatkan kemampuan dan fleksibilitas dalam kemitraan dan pendanaan yang lebih menguntungkan perusahaan.
Dengan dinamika baru di Pertamina yang kian berkembang dewasa ini, diakui peningkatan performa dan daya saing perusahaan melalui transformasi digital, menjadi kunci penting. Apalagi dalam memasuki era industri ke empat (industri 4.0) yang sarat dengan tuntutan penggunan teknologi informasi yang lebih advance, seperti big data, IoT, Artificial intelligence (AI), machine learning, dan berbagai aplikasi digital untuk mendukung kinerja dan operasional perusahaan.
“Terkait transformasi digital, PT Pertamina (Persero) sangat serius untuk menjalankan program digitalisasi di seluruh sektor bisnis secara simultan dari hulu, pengolahan, hilir serta sistem tata kelola perusahaan. Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan transformasi digital secara berkelanjutan untuk menjadi perusahaan energi berkelas global yang didukung oleh organisasi yang semakin lincah, agresif, mudah beradaptasi dan fokus untuk pengembangan bisnis yang lebih luas. Dalam menunjang operasi bisnis sekaligus memasuki era industri 4.0, Pertamina telah memiliki IT Master Plan yang secara berkala terus diperbarui,” ungkap Taufiq Sofyan dalam sesi tanya jawab dengan Dewan Juri Top Digital Awards 2021.
Ditambahkan, terkait dengan Tata Kelola dan Kebijakan IT, Pertamina (Persero) menerapkan Manajemen Layanan berbasis ISO/IEC 20000-1 dan menjalankan semua persyaratan pada 18 proses utama, dan sertifikasi sejak tahun 2010. Standar ISO 20000 adalah standar yang dipergunakan untuk sertifikasi manajemen teknologi informasi (IT). Tujuannya adalah untuk memungkinkan semua organisasi yang mengacu atau berdasarkan pondasi teknologi informasi, agar mampu menerapkan praktik terbaik (best practice). Dengan penerapan Standar ISO/IEC 20000 dapat meningkatkan layanan IT, mengurangi biaya yang ditimbulkan oleh proses IT, meningkatkan efisiensi, dan juga mengurangi risiko yang mungkin ditimbulkan oleh IT sehingga PT. Pertamina dapat memberikan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
Dengan sertifikasi ISO 20000 ini Pertamina memiliki sistem manajemen dan layanan perusahaan sesuai world class best practice. Sedangkan untuk sistem keamanannya, Pertamina menerapkan Manajemen Keamanan Informasi berbasis ISO/IEC 27001 dan menjalankan semua persyaratan pada 114 kontrol dalam 14 area,dan sertifikasi sejak tahun 2011.
“Kami sangat bersyukur karena pucuk pimpinan kami, Ibu Nicke Widyawati selaku Direktur Utama PT Pertamina punya komitmen tinggi untuk terus mendukung transformasi digital ini dan turut serta dalam program membangun digital culture di Pertamina. Untuk mendorong implementasi rencana strategis yang sudah ditetapkan, juga disusun ICT Masterplan dan RJPP sebagai acuan implementsi dan pengembanganya. Selain itu juga dibentuk Digital Steering Committee untuk mendukung akselarasi program digitalisasi di semua proses bisnis ini,” ujar Tafiq Sofyan.
Dalam kaitan ini, Pertamina telah menyusun IT Master Plan untuk tahun 2020-2024. IT Master Plan tersebut terdiri dari beberapa poin utama. Antara lain Application, Data & Analitycs, Middleware, Back End Apps, Infra & Security, ICT Delivery Model, dan ICT Capabilities. Dari sisi kebijakan IT, Pertamina berpijak pada Surat Keputusan Kpts-033/C00000/2018-S0 -tentang Kewenangan Fungsi Corporate ICT; Pedoman A-008/K30000/2015-S9 -Kebijakan dan Sasaran Manajemen Layanan; Pedoman A-002/I10000/2010-S0 -Pedoman Penyelenggaraan Tata Kelola TI Perusahaan (IT-Governance); Pedoman A-001/K30000/2015-S9 -Pedoman Standar Arsitektur Sistem Informasi; Pedoman Pengelolaan Risiko Teknologi Informasi; Pedoman Peningkatan Berkelanjutan (Continual Improvement); Pedoman Kelangsungan Layanan; serta Pedoman Pengelolaan Keamanan Informasi.
Beberapa Solusi Andalan
Adapun inovasi dan beberapa solusi unggulan yang diciptakan oleh Pertamina selama perjalanan transformasi digital di antaranya:
• Office Automation-Digital Signature P-Office 2.0: sebuah sistem korespondensi modern milik Pertamina yang mengotomatisasi proses distribusi surat kepada orang yang tepat, cepat dengan mengklasifikasikan proses terhadap setiap bagian dari komunikasi bisnis yang masuk atau keluar, mengidentifikasi konten yang relevan dari kertas manual dan korespondensi secara elektronik.
• MyPertamina : aplikasi layanan keuangan digital dari Pertamina dan anggota Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terintegrasi dengan aplikasi LinkAja. Aplikasi ini digunakan untuk pembayaran bahan bakar minyak secara non-tunai di stasiun pengisian bahan bakar umum Pertamina.
• Pemasaran melalui Web MyPertamina.id
• Joint operation dashboard : petakan aktivitas Pertamina hulu hingga hilir dalam satu dashboard.
• Corporate Dashboard : aplikasi terintegrasi yang bersumber dari aplikasi dan atau dashboard direktorat yang menampilkan kinerja perusahaan yang terdiri dari HSSE, Keuangan, Operasional, dan kinerja lain sehingga dapat terus dimonitor oleh manajemen.
• Terkait keandalan infrastruktur, Pertamina menerapkan system cloud- Cloud Infra- Hybrid Technology [On Prem –On Cloud]
• Sistem keamanan IT, Pertamina telah menerapkan mempunyai SOC, DLP, Secure Coding, MFA, Security Policy (Password policy, etc)
• Big Data, Pertamina mempunyai Corporate Dashboard, Joint Operation Dashboard, Predictive Maintenance.
• Dalam cloud application, Pertamina mempunyai Office 365 dan predictive maintenance.
• Logistic Planning-MS2 Mobile, dan bebrapa lainnya.
Selain itu, menyiasati kondisi pandemi Covid-19, Pertamina juga membangun sistem aplikasi untuk Work From Home (WfH) atau teleworking. Di antaranya Solusi Video conference (Online Meeting) dengan solusi Bisnis: Mteams yang mulai dibangun dan diimplementasi tahun 2019. Fitur unggulan: Tele & video conference, monitoring, updating files, integrated sharepoint, Network Communication, schedule assistant. “Solusi ini sangat membantu kinerja kami di saat pandemi berlangsung.Manfaat atau dampak untuk perusahaan: mendukung kolaborasi antar pekerja tanpa batasan jarak (agile working),” tuturnya.
Dalam upaya pencapaian-Level Industri 4.0 atau Society 5.0, beberapa aplikasi yang inline dengan target ini juga terus diperkuat. Di antaranya Aplikasi MyPertamina, MyPertaminaFor Business, P-Office, dan lainya. Sedangkan infrastruktur: Cloud Infra, PertaminaCloud. Cloud App : Office 365, Azure Dev Ops. Demikian halnya untuk keamanan TI : SOC, DLP, Secure Coding, MFA, Security Policy (Password policy, etc). Adapun di bidang Big Data / IoT : mencakup Corporate Dashboard, Joint Operation Dahboard, Predictive & Prespective Maintenance System, Big Data Tax.
Berbagai langkah penerapan transformasi digital dengan segala produk dan inovasi yang dilakukan selama ini, juga berdampak signifikan terhadap peningkatan performa bisnis perusahaan. Digitalisai SPBU misalnya bisa memberikan Value Creation yang kian meningkat signifikan. “Tahun 2020 digitalisai SPBU bisa memberikan Value US$ 273.448.275 dan tahun 2021 ditarget US$ 187.755.102. Pencapaian hingga september US$ 268.038.774. Ini yang membuat Pertamina sangat serius untuk terus meningkatkan program transformasi digital di seluruh sektor bisnis secara simultan dengan sistem manajemen pengembangan yang agile,” tandasnya. (AC)















