Penulis: Fauzi
Berdiri sejak tahun 1983, PT Realta Chakradarma terus berkibar sebagai perusahaan IT yang patut diperhitungkan di Indonesia. Bergerak di segmen B2B, ada tiga hal yang selalu menjadi perhatian bagi Realta dalam menjalankan bisnis, yakni efficiency, profitability, dan sustainability.
“Jadi, solusi-solusi yang kami tawarkan itu adalah perusahaan-perusahaan, di mana kami percaya bahwa IT itu akan meningkatkan efisiensi menjadi profitability, yang kemudian menjadi suatu sustainability of business. Jadi, tiga hal ini yang selalu kami perhatikan,” ungkap Rizaldi Sistiabudi, Marketing Director PT Realta Chakradarma pada sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2021 yang diselenggarakan majalah IT Works secara virtual.
Dalam menjalankan usahanya, Realty menjadikan integrity (integritas) sebagai nilai yang diusung perusahaan. Bukan tanpa alasan, menurut Rizaldi, perusahaan IT merupakan sesuatu yang sangat maya, tidak bisa kelihatan. ”Jadi, katanya kalau salesman (produk lain) dia bohong, dia tahu dia bohong, barang jelek dibilang bagus, tapi kalau salesman IT dia nggak tahu tuh dia bohong apa enggak, karena dia nggak pernah lihat barangnya. Jadi, integrity itu menjadi sesuatu yang kami pegang. Kalau misalnya solusi kita tidak cocok lebih baik kita bilang tidak bisa, tapi kalau bisa, kita bilang bisa,” ujar Rizaldi.
Terapkan ISO 9001
Seperti tertuang dalam slide presentasinya, Realta mendeskripsikan aktivitas usaha perusahaan, yakni pengembangan solusi TIK sebagai sarana Transformasi Digital bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia dan manca-negara.
“Solusi TIK kami memang saat ini terjadi dorongan dari pandemi, untuk semua masuk ke Industri 4.0, semua masuk ke teknologi digital, maka transformasi digital menjadi sesuatu yang menonjol di implementasi-implementasi yang sudah kami buat,” papar Rizaldi.
Realta mengusung strategi bisnis mengembangkan solusi TIK untuk menjalankan keseluruhan proses bisnis pada suatu industri (Industry-specific ERP System) yang menyebabkan terjadinya transformasi digital, peningkatakan kinerja, laba dan kesinambungan.
Sementara dalam kebijakan IT-nya, salah satu yang tercantum dalam daftar kebijakannya adalah sertifikasi ISO 9001:2015 yang telah dikantongi perusahaan yang berusia 38 tahun ini. ”Secara kebijakan, kami adalah salah satu perusahaan IT pertama yang mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015,” jelasnya.
Oleh karena itu, Rizaldi, mengatakan bahwa secara garis besar dalam ringkasan kebijakan IT perusahaan ada yang infrastruktur dan ada yang bagian manusianya. “Bagian infrastruktur ada di IT Asset Catalog, ada di Quality Assurance, kemudian ada Check List. Ada juga yang berhubungan dengan kebijakan IT di mana karyawan mulai dari on boarding sudah kami pantau , dan sudah kami berikan hal-hal yang penting untuk mereka ketahui menggunakan fasilitas infrastruktur IT perusahaan” kata Rizaldi.
Kebijakan IT lain yang dimiliki Realta adalah Back up IT Infrastructure, IT Storage Policy, dan Kompetensi HR.
”Back up IT Infrastructure itu lebih ke arah eksternal di mana kami juga memiliki solusi-solusi yang kami jual secara SaaS, artinya cloud infrastructure-nya juga kami yang maintain. Jadi, data back up perusahaan dan seterusnya itu kami pantau terus. Kami punya policy-policy untuk itu, dan tentunya semua tercatat kembali ke ISO 9001 untuk peningkatan mutu kami,” ungkapnya.
IT Maturity dan Digital Culture
Berkaitan dengan IT Maturity, perusahaan yang sudah berkiprah cukup lama sebagai pembesut solusi IT dan memiliki lebih dari 500 customer ini berada pada level 4 – 4,5. ”Kami merasa sekarang ini (IT Maturity Level) kami ada di level 4 – 4,5, karena sistem kami semuanya sudah tersambung dengan mudah. Kami bisa mendapatkan report-report langsung dari sistem HRD, langsung dari sistem back office kami, langsung dari sistem service management yang kami gunakan juga. Sedemikian rupa sehingga data-data itu memang tidak lagi dibuat dan dikompilasi manual tapi benar-benar bisa ditarik,” beber Rizaldi.
Sementara dalam upayanya membangun digital culture perusahaan, Realta sudah melakukan beberapa inisiatif. Pertama, lewat pemanfaatan Realta Internal Portal. “Tahun ini kami membuat internal portal, (di mana) seluruh proses request, approval, baik itu operasional sehari-hari misalnya melakukan project cost, baik itu kebutuhan IT sendiri (jika) ada kerusakan, kebutuhan untuk menyambungkan dari rumah melalui VPN ke kantor, itu semua terukur, dilakukan (dan) diinput melalui portal digital yang bisa diakses oleh karyawan Realta, dan kemudian dikelola,” kata Rizaldi.
Masih dalam rangka membangung Digital Culture, Realta juga melakukan otomatisasi manajemen perangkat IT. “Karena sekarang perangkatnya kebanyakan ada di rumah masing-masing, maka ini menjadi satu hal yang penting di mana kemungkinan untuk security risk jadi meningkat, kan network-nya juga private (masing-masing). (Jadi), mengenai manajemen perangkat, security policy, back up data itu juga kami otomatisasi untuk laptop-laptop yang digunakan untuk karyawan kami,” sambungnya.
Dikatakan Rizaldi, guna mematuhi protocol kesehatan, Realta juga memiliki portal PASTI (PCR, Antigen/Antibody, Serology Testing Integrity). “Seperti tadi saya sebutkan seluruhnya ini kami lakukan secara terukur dan menggunakan sistem,” jelasnya.
Solusi Bisnis Unggulan
Seiring kiprah perusahaan yang cukup panjang di bisnis solusi IT, tentunya sudah banyak solusi yang dikembangkan Realta. Namun, kalau bicara solusi unggulan, Rhapsody Hotel System merupakan salah satunya.
”Rhapsody Hotel System, sudah mulai kami kembangkan dari tahun 1988. Sampai dengan hari ini sudah melewati berbagai versi dan terakhir adalah versinya Rhapsody versi Cloud. Ini adalah produk yang dikembangkan oleh anak bangsa yang benar-benar mencapai skala internasional. Implementasi kami yang terjauh adalah di Jepang, di mana ada satu resort yang memiliki hotel dan memiliki home resort, seluruh sistem yang digunakan di sana menggunakan sistem Rhapsody,” ujar Rizaldi.
Selain Rhapsody Hotel System, Realta juga memiliki solusi unggulan bernama Bimasakti dan SIAPP (Human Resource Management System). Bimasakti merupakan sistem manajemen properti dan administrasi penyewaan yang dirancang khusus untuk membantu Building Management bekerja lebih efisien dan efektif. Sementara SIAPP SIAPP merupakan sistem SDM yang terintegrasi, untuk me-manage produktivitas karyawan secara efektif, menilai performance dan cost-saving perusahaan.
Adapun solusi bisnis yang masih tergolong baru dikembangkan oleh Realta adalah Real PCR System yang dikatakan Rizaldi sebagai digital transformation untuk Covid-19 testing. Solusi ini memiliki module yang lengkap dari depan sampai belakang. Solusi ini sudah digunakan oleh mitra Realta, yani Bumame Farmasi.
Rizaldi menjelaskan dengan Real PCR System, intinya proses booking (untuk testing) dilakukan melalui portal, lalu muncul barcode, kemudian barcode-nya bisa di-scan melalui aplikasi mobile yang dipegang petugas di lapangan. Kemudian pelanggan bisa melihat status check in yang dilakukan, lalu kuitansinya akan terkirim secara otomatis melalui WhatsApp.
“Sampai pengiriman pembuatan hasil dan pengiriman sampel juga dilakukan secara otomatis. Everything by system,” pungkas Rizaldi.














