Jakarta,ItWorks- Transformasi digital melalui pengembangan sistem aplikasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Kabupaten Sragen terus ditingkatkan menuju terwujudnya “Sragen Smart City” dan E-goverment atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Tak terkecuali dalam situasi pandemi Covid-19, di mana aplikasi digital kian menjadi kebutuhan masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitasnya.
Menjadi salah satu kabupaten yang masuk pioneer 25 Kota Cerdas (Smart City) dalam program Gerakan Menuju 100 Smart City di Indonesia, Kabupaten Sragen di bawah kepemimpjnan Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, terus mengejar inovasi transformasi digital. Terutama dalam kerangka mewujudkan SPBE dan Sragen Smart City untuk memberikan kemudahan layanan dan kenyamanan warga masyarakatnya. Tak terkecuali di tengah situasi pandemi Covid-19 yang justru menjadi momentum baru bagi akselarasi transformasi digital di Kabupaten Sragen.
Sedikit merunut ke belakang, penyusunan masterplan dan quick wins smart city (Kota Pintar) untuk 100 kabupaten/kota telah dimulai dari tahun 2017-2019, di mana Kabupaten Sragen – Provinsi Jawa Tengah masuk sebagai salah satu kabupaten untuk mewujudkan program ini. Pemilihan 100 kabupaten/kota tersebut dilakukan melalui tahap seleksi terkait kesiapan daerah, termasuk infrastruktur pendukung, SDM dan aspek terkait lainnya, yang diharapkan nantinya juga bisa menjadi role model bagi pelaksanaan smart city bagi daerah-daerah lain.
Dalam hal ini, implementasi smart city setiap tahun juga dilakukan monitoring dan evaluasi yang melibatkan pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), terkait kemajuan ekosistem smart city yang sudah dikembangkan dan rencana pengembangannya ke depan. Dalam upaya percepatan, dilakukan Quick Wins atau terobosan melalui penyusuan kerangka besar smart city, terutama untuk mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi dan transparansi layanan publik dan masyarakat berbasis teknologi informasi.
“Sejak awal, program Smart City Kabupaten Sragen dihadirkan untuk lebih mendekatkan pelayanan publik hingga ke level masyarakat bawah di desa-desa. Makanya infrastruktur teknologi dan internet juga terus kebangkan hingga ke pelosok desa dan daerah pinggiran yang lokasinya jauh dari pusat kota. Dan syukur alhamdulillah saat ini semua desa di Kabupaten Sragen, termasuk yang ada dipinggiran Waduk KedungOmbo dan yang ada dipinggiran hutan perbatasan Kabupaten Boyolali dan Grobogan, semua sudah bisa akses internet. Sebagian kita siasti dengan lokal WFI. Sehingga sudah nggak ada lagi daerah blank spot internet. Makanya pada saat pandemi, di mana aktivitas belajar di sekolah dilakukan secara daring, semua siswa bisa mengikutinya dengan baik. Begitu juga untuk urusan layanan masyarakat yang juga bisa dilakukan sedcara online,” ujar Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sragen, Dra. Yuniarti, MH saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP Digital Awards 2021” yang dihelat Majalah ITWorks bekerja sama dan didukung sejumlah Asosiasi TI & Telco Indonesia dan konsultan independent yang dilakukan (08/11/2021) secara virtual melalui video meeting.
Tahun ini, Dinas Kominfo Kabupaten Sragen kembali terpilih dan masuk di tahap wawancara penjurian TOP Digital Awards. Kegiatan ini merupakan kegiatan corporate rating atau ajang penilaian untuk penghargaan di bidang IT dan Telco atau teknologi digital yang diberikan kepada perusahaan/ instansi pemerintahan yang dinilai berhasil dalam hal implementasi dan inovasi pemanfaatan teknologi digital. Terutama dalam upaya meningkatkan kinerja, daya saing, layanan pelanggan, maupun layanan masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah ItWorks, bekerja sama serta didukung oleh beberapa asosiasi dan Lembaga konsultan IT TELCO di Indonesia.
Dalam presentasinya bertema “Implentasi E-Goverment Kab Sragen Di Era Pandemi Covid- 19”, KadisKominfo Sragen Junirati di damping Tim, juga mengungkapkan banyak hal terkait inisiasi digitalisasi yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Termasuk terobosan yang sengaja dilakukan dalam menyiasati pandemi dan penanganannya dengan membangun aplikasi tersendiri.
“Khusus untuk penanganan virus corona ini, tahun 2020 kami membangun aplikasi tersendiri yang didevelopt tim internal berbasis teknologi Geospasial untuk graphic Information System yang bisa mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi peta dan ruang yang mampu menampilkan informasi berefrensi geografis. Misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Sehingga aplikasi ini dapat memudahkan update data pasien covid 19, baik suspect, simptomatik, asimptomatik maupun sembuh. Manfaat untuk masyarakat juga memudahkan dalam akses informasio karena juga terintegrasi dengan website Kabupaten Sragen (corona.sragenkab.go.id). Selain itu mereka juga bisa menginformasikan adanya masyarakat yang terpapar, sehingga pemerintah juga bisa gerak cepat untuk memberikan solusi,” ujarnya.
Ditambahkan, untuk menunjang pola kerja ASN di tengah situasi pandemi, Dinas Kominfo Kabupaten Sragen juga berhasil mengembangkan aplikasi baru untuk mendukung pola kerja jarak atau Works From Home (WfH), sistem absensi digital, Tanda Tangan Electronic (TTE), pertukaran data dan informasi dan surat menyurat elektronik (Surat Maya), Penerapan SPPD Elektronik, Pelayanan keuangan secara elektronik : e-POS, Aplikasi pelayanan kependudukan (Si-PANDU), Aplikasi Disposisi secara Online (Disbook Online), dan beberapa terobosan inovasi baru lainnya.
“Dengan adanya aplikasi ini kinerja layanan Pemerintah kepada masyarakat saat panndemi sekalipun , tetap bisa berjalan dengan baik. Termasuk layanan masyarakat di desa-desa, di mana kami juga sda aplikasi Pelayanan Padma Desa, Sim Paten, Si-Pioner, Pandu online. Ada juga aplikasi Informasi Publik : Website, Media sosial, Seroja yang bisa digunakan oleh masyarakat secara interaktif dua arah, sehingga bisa diberikan solusi yang lebih cepat. Misalnya untuk layanan kependudukan, kita ada Aplikasi Si Anton Pandu Pelanduk, dimana dengan aplikasi ini pelayanan administrasi Kependudukan masyarakat bisa yang dilaksanakan secara online, baik antriannya, pelayanan administrasi bahkan sampai pengiriman berkas kependudukannya,” ujar Kadis Kominfo Sragen, Yuniarti.
IT Master Plan 2-21 – 2026
Untuk percepatan transformasi digital dalam kerangka e-government dan SPBE, Pemkab Sragen juga telah memiliki IT Master Plan (2021-2026). Di antaranya menyangkut Kebijakan dan Strategi Pengembangan TIK (RPJMD, RENSTRA, RENJA). Landasan Hukum Implemtasi TIK ( Perda, Perbup, SK Bupati, SE Sekretaris Daerah, SK Kepala Diskominfo, beberapa aspek terkait lainnya.
Melalui berbagai upaya ini, Tingkat kematangan IT di pemerintah Kabupaten Sragen saat in berada pada lkevel pada 3 s/d 5 (baik-sangat baik), baik di domain Kebijakan SPBE, Domain Tata Kelola SPBE, Domain Manajemen SPBE maupun Domain layanan SPBE.
” Untuk mengukur tingkat kematangan IT kita mengunakan parameter COBIT5, dari hasil evaluasi yang kita lakukan terdapat hasil sebagai berikut: a. Domain Kebijakan SPBE : pada level 4 b. Domain Tata Kelola SPBE : Pada Level 3 c. Domain Manajemen SPBE : Pada Level 4 d. Domain Layanan SPBE : Pada Level 5,” ujarnya.
Masih dalam kaitan akselarasinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, tahun 2021 ini juga telah melaksanakan Pengukuhan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Sragen, pada April 2021. Pengukuhan dilakukan oleh Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati selaku Ketua berdasarkan Surat Keputusan Bupati No: 800/106/003/2021 tanggal 19 Maret 2021.
Pengukuhan TP2DD Kabupaten Sragen juga sebagai upaya untuk menindaklanjuti peluncuran P2DD nasional. TP2DD merupakan wadah penguatan koordinasi dan harmonisasi kebijakan dalam mempercepat dan memperluas kegiatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETP) dengan cakupan transaksi pemerintah (Government to Government/G2G), industri (Government to Business/G2B), dan masyarakat (Government to Citizen/G2C).
Sampai saat ini, sejumlah kebijakan ETP telah diimplementasikan di Kabupaten Sragen. Antara lain antara lain, Elektronifikasi Pajak Daerah PerBup No 81 Tahun 2017, e-Retribusi pasar tradisional, Sistem Keuangan Daerah (SisKEuDes) menggunakan transaksi nontunai, serta Pembayaran Pajak Daerah online.
“Dengan berbagai terobosan baru ini, kami optimistis implementasi SPBE dan smart City di Sragen akan berjalan lebih baik ke depan,” tandasnya di depan tim Dewan Juri (Aswin Sasongko –Dewan TIK Nasional), Dwinda Ruslan (Yayasan Pakem), Nurul Yakin Setiabudi (BRTI/IITTUG), yang dimoderatori Ahmad Churi (Managing Editor ItWorks) . (AC)














