Jakarta, ItWorks- Memasuki era revolusi industri ke empat (Industri 4.0), Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Lembaga yang ada di bawah Kementerian ini, kian getol mengejar transformasi digital melalui inovasi solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), infrastruktur, SDM (digital talent), maupun ekosistem pendukungnya.
Upaya akselerasi transformasi digital dilakukan dengan membangun sistem aplikasi dan platform digital secara terintegrasi di Kementerian ESDM. Mulai aplikasi di sistem manajemen seperti e-office untuk menjembatani integrasi system manajemen di internal, proses bisnis terkait berbagai perizinan di ESDM, dan berbagai aspek lain yang terkait lainnya. Seperti masalah perizinan pertambangan umum (PU), izin pertambangan Minyak dan Gas (MIGAS), izin kelistrikan sektor fosil dan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), dan lainnya.
Demikian disampaikan Nunung Ajiwihanto, Koordinator Teknologi Informatika Komputer (TIK) Kementerian ESDM saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP Digital Awards 2021” pada (09/11/2021) yang diselengarakan Majalan ItWorks bekerja sama dengan Asosiasi TI & Telco Indonesia secara virtual melalui video meeting. Top Digital Awards merupakan ajang penilaian atau corporate rating untuk penghargaan kepada perusahaan, organisasi, instansi pemerintahan yang dinilai berhasil dalam hal implementasi dan inovasi pemanfaatan teknologi digital. Terutama dalam upaya meningkatkan kinerja di sistem manajemen daya saing, dan peningaktan performa layanan kepada pelanggan a atau masyarakat. Tahun ini mengusung tema “Accelerating Digital Transformation in Business & Government”.
Dalam presesentasi dan dan wawancara penjurian yang berlangsung sekitar 75 menit, Nunung Ajiwihanto juga memaparkan banyak hal terkait inisiasi dan kelanjutan inovasi transformasi digital di ESDM. Termasuk terobosan baru yang dilakukan dalam menyiasai situasi pandemi Covid-19 dengan membangun aplikasi baru untuk mendukung pola kerja baru, seperti Works From Home (WfH) atau works from anywhere, aplikasi pertukaran data dan infomasi secara elkectronik, video meeting, absensi digital dan lainnya.
“Sebelum pandemi, ESDM sudah memiliki roadmap dan IT Masterplan untuk pengembangannya yang sudah dibuat semenjak tahun 2017. Terutama dalam kaitan ESDM sebagai pengerak utama dalam pembangunan nasional melalui pengelolaan ESDM agar biss lebih optimal demi terwujudnya kemandirian dan ketahanan energi nasional. Bagaimana pun, sektor ESDM masih menjadi tumpuan besar dalam penerimaan negara dalam bentuk Tax, setoran devisa bahkan juga serapan tenaga kerja skiil dan non skiil. Karena itu, dalam konteks kesiapan memasuki era industri 4.0 yang sarat penggunaan sistem TIK, ESDM juga sangat konsen dalam melakukan transformasi digital ini,” ujarnya.
Pengembangan digitalisasi juga bagian dari upaya peningkatan performa dan transparansi berbagai layanan agar makin cepat, efisien, dan transparans, sekaligus menekan celah-celah lobang korupsi dari tingkat pemerintah pusat, tingkat daearah. “Sudah banyak yang berhasil kita lakukan dari transformasi digital ini. Di antaranya adanya pemangkasan perizinan di ESDM, dari ratusan menjadi puluhan. Dengan pelayanan satu pintu menggunakan keungulan teknologi digital (IT Solution) yang lebih cepat dan efisien, tentunya juga memberikan dampak besar secara ekonomi yang ujung-ujungnya akan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global,” tegasnya.
Ditegaskan Nunung Ajiwihanto, perizinan satu pintu secara digital ini telah memangkas lebih setengahnya perizinan yang selama ini terjadi. Perizinan ini pun sudah teringerasi dengan berbagai Kementerian /Lembaga terkait seperti: Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), Kemen LKH, serta pula dengan daearh yang akan dituju oleh para investor serta juga K/L terkait berbagai perizinan lainnya.
“Bagi investor, untuk mendapatkan perizinan online ini cukup submite di satu aplikasi maka seluruh proses perizinan akan berjalan secara digital pula. Mereka tidak perlu bolak-balik ke berbagai K/L, akan tetapi cukup SubMite di ESDM saja, dalam hitungan hari saja, jika data pemohon telah lengkap semua maka sudah bisa diketahui para pemohon dan investor untuk langkah selanjutnya,” terang Nunung.
Inovasi lain, yakni pembangunan DashBosrd di ESDM, di mana Menteri hingga pejabat yang berwenang di bawahnya bisa langsung memantau serta mengkontrol semua bagian secara cepat dan mudah. Dashboard ini bisa memonitor penyebaran suplai Bahan Bakan Minyak (BBM) subsidi dan non subsidi. Mulai dari lapangan kilang-kilang migas dalam negeri, pergerakan suplai BBM melalui berbagai transportasi dapat terpantau, serta juga pemantauan BBM di seluruh Kilang, Depo dan SPBU seluruh Indonesia. Termasuk di unit-unit bisnis, seperti SKK MIGAS dapat melakukan pemantauan seluruh sumur minyak dan gas seluruh Indonesia
.
Dalam kesempatan itu, Anggota Tim Dewan juri Nurul Yakin Setyabudi memberikan masukan, agar SDM mulai fokus untuk membangun Pusat Data ESDM (Pusdatin) dengan sistem TIK berbasis big data. KemenESDM lanjutnya, juga harus memberikan layanan besar kepada bisnis dan public secara luas denwgan IT sebagai enabler dan juga sudah harus memikirkan business value-nya. Hal ini karena membangun Digital PlatForm, butuh effort dan investasi sangat besar. “Jika perhitungan bisnisnya kurang diperhatikan, maka akan menjadi cost center semata, di mana keperluan public, bisa kurang mendapatkan respon cepat,” tegas Nurul.
Nurul menambahkan lebih lanjut, bahwa sektor ESDM ini sangatlah besar pula permasalahannya di lapangan. Hampir seluruh sektornya memiliki permasalahan besar yang belum bisa tuntas hingga hari ini. Seperti Ilegal Mining (Tambang umum), di mana kegiatan Ilegal Mining ini sudah sangat jelas dalam UU dan Peraturan itu tidak sah, haram, akan tetapi hingga saat ini belum bisa dituntaskan. Nah, ini menjadi tantangan di mana sistem IT diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengeliminir hal itu. (ALBARSYAH)














