Menyongsong era Society 5.0 membuat sejumlah sektor industri berbenah. Demikian dengan sektor industri perhotelan, di mana untuk menunjang Society 5.0, sejumlah gebrakan pun dilakukan. Hal ini sebagaimana terlihat dari apa yang dilakukan Hotel Grand Hyatt.
Budi Mulya, Area Information System Manager, Indonesia at Grand Hyatt Jakarta, mengatakan bahwa pihaknya banyak melakukan additional (penambahan) aplikasi dan juga mengimplementasikan (apa) sesuai yang dibutuhkan Society 5.0. Dalam hal ini salah satu yang mulai diterapkan oleh Hyatt adalah Mobile Ordering Apps.
“(Dengan aplikasi ini) tamu hotel bisa langsung melakukan pemesanan makanan, baik dari kamar melalui scan QR Code yang sudah diletakkan di meja kamar ataupun di Café – dengan scan QR Code dari setiap meja, dan itu juga sudah disesuaikan dengan nomor meja yang bersangkutan. Jadi tidak akan ada delivery makanan yang salah kamar ataupun salah meja,” kata Budi Mulya pada sesi Penjurian TOP Digital Awards 2021 yang digelar Majalah It Works secara daring, pada Kamis (11/11/21).
Sementara untuk memudahkan tamu untuk meminta bantuan kini bisa dilakukan lewat aplikasi bernama eConcierge yang juga telah diterapkan di Hyatt. Disebutkan bahwa saat tamu hotel terkoneksi dengan internet hotel, maka “landing page”-nya adalah eConcierge, selain itu pengguna juga bisa mengakses secara langsung di https://app.vouch.sg/m/grandhyattjkt.
“eConcierge ini juga terintegrasi dengan Hotel Service Optimization System. Misalkan untuk permintaan handuk, permintaan penggantian lampu, masalah air conditioning dan lain sebagainya. Lalu terintegrasi juga dangan on-line shop, yang bekerja sama dengan Table Check. Lalu terintegrasi juga dengan Point of Sales system untuk pemesanan room service,” jelas Budi.
Menariknya lagi, Hyatt juga telah menerapkan Mobile Entry dengan menggunakan teknologi BLE (Bluetooth Low Energy) yang bisa diakses lewat aplikasi Hyatt yang ada di smartphone tamu. Dengan fasilitas ini tamu dapat membuka pintu kamar tanpa menggunakan Key Card System yang konvensional, tetapi sudah bisa melakukan membuka pintu melalui Bluetooth Low Energy melalui smartphone-nya.
Masih dalam rangka menunjang Society 5.0, Hyatt juga sudah menerapkan apa yang disebutnya sebagai On-line check-in. Dengan fasilitas ini tamu hotel sudah bisa melakukan check-in secara on-line, begitupun untuk check out. “Tapi check-out ini masih dalam penjajakan, karena kami harus bekerja sama denganBank yang berada di Indonesia, untuk penerapan Payment Gateway,” kata Budi.
Selanjutnya, Hyatt menyerapkan On-line Door Lock system. Dengan penerapan on-line Door Lock system tamu tidak perlu lagi menukar kunci ke Front Desk apabila terjadi pindah kamar, di mana tidak lagi dibutuhkan ke front desk untuk mengganti kartu kuncinya. Juga untuk perpanjangan waktu tinggal, tamu tersebut tidak perlu lagi harus ke front desk untuk memperpanjang key card-nya. Dalam hal ini Hyatt menggunakan teknologi Zigbee (IEEE 802.15.4).
Selain fasilitas yang sudah dijabarkan di atas, beberapa hal yang juga diterapkan Hyatt dalam rangka menyambut Society 5.0, antara lain penerapan IRE (In Room Entertainment) yang memberikan pelayanan tambahan berupa “casting” dan “Bring Your Own Contents”; On-line Restaurant booking; Reservasi secara on-line; menerapkan WiFi 6 (IEEE 802.11ax); serta menerapkan Zingle sebagai media komunikasi yang aman.
Dalam hal peremajaan WiFi system, Grand Hyatt bekerja sama dengan Aruba untuk mengganti seluruh Access Points dan Switches. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi tamu hotel yang bekerja dari kamar ataupun corporate meeting. Pada konferensi Aruba Atmosphere 2017, Budi juga memberikan masukan kepada Aruba untuk IOT (Internet of Things), guna untuk mengintegrasikan Zigbee pada Access Points, yang terealisasi pada saat Aruba meluncurkan produk barunya di Aruba Atmosphere 2019 di Sydney.
Selain itu, dalam rangka memperkuat tatanan security dan data pelanggan dengan melakukan sertifikasi tahunan untuk PCI DSS 3.2.1. Dalam hal ini Hyatt bekerja sama dengan security company, yaitu Trustwave untuk IDS / IPS (Intruder Detection / Prevention System).
Selanjutnya Hyatt menerapkan Event Concierge adalah sebuah Apps yang bisa digunakan tamu dan apabila ada event (tamu melakukan event di hotel).
Tidak berhenti sampai di situ, berikut masih ada lagi beberapa hal yang telah diterapkan Hyatt dalam rangka menunjang Society 5.0:
- Menyediakan Camera 360 – untuk Hybrid meeting –baik untuk internal maupun untuk disewakan kepada Tamu
- Penggantian Fiber Optic Backbone –sesuai dengan tuntutan teknologi.
- Penerapan work-flow untuk otomatisi proses dan untuk menunjang TWOOTS (Take Work Out Of The System).
- Penggunaan Intranet system berbasis mobile apps.
- Menunjang penerapan “Clustering” Management.
- Enforcing eProcurement system:
• Remote Access
• Remote Support
• Shared Service Center.
• Penyederhanaan proses Check-in – penerapan Colleague Advantage
• Database tamu hotel untuk mengetahui preferensi sebelum tamu hotel datang.
• Satu billing system untuk meeting package dan room charge – memudahkan tamu hotel untuk memeriksa invoice yang kami berikan. System ini terintegrasi dengan PMS dan POS system, dan bisa dikirimkan lewat email kepada tamu hotel.
• Penggunaan Sertifi untuk Credit Card eAuthentication yang aman untuk tamu hotel/calon tamu hotel yang melakukan garansi kartu kredit.
Gelar Training dan Jaga Keamanan Sistem
Upaya yang dilakukan Hyatt untuk menunjang Society 5.0 tidak terbatas pada pengguna teknologi baru saja. Beberapa hal lain yang juga dilakukan Hyatt, seperti menggelar training dan menjaga keamanan sistem miliknya.
“Tidak lupa kita juga melakukan training guna untuk mempersiapkan sumber daya IT untuk menyambut Society 5.0, Team IT juga dibekali dengan training online yang disediakan di Intranet, baik pelatihan yang berupa pelatihan Teknik maupun pelatihan manajerial. Jadi ada ITIL (Information Technology Infrastructure Library)) juga ada di e-Learning kita dan masih banyak lagi,” kata Budi.
Sementara dari sisi cyber security, Hyatt juga melakukan investasi di bidang ini. “Kita benar-benar menjaga, tidak hanya mengimplementasi teknologi baru, tapi kita juga menjaga keamanan daripada sistem kita sendiri. Jadi, kita mencegah untuk terjadinya pencurian data, melalui Adware, Spyware, spoffing emails, dan lain sebagainya,” sambungnya.
Selain menjaga keamanan sistem dengan menggunakan beberapa tools, Hyatt juga melakukan sosialiasi terhadap user melalui Compliance Training setiap tahun dan harus diikuti oleh seluruh karyawan. “Jadi, seluruh karyawan, baik yang memegang komputer, maupun yang tidak memegang komputer itu kita berikan sosialiasi mengenai cyber training,” tutupnya.














