Penulis: Fauzi
Mulai go to market pada tahun 2015, PT Global Sukses Solusi Tbk. atau yang dikenal dengan nama brand RUN System, kini menjadi salah satu penyedia solusi ERP (Enterprise Resource Planning) asli Indonesia yang tergolong sukses lewat produk dan solusi yang ditawarkannya. Bahkan, RUN System sudah menjadi perusahaan terbuka, setelah IPO di Bursa Efek Indonesia belum lama ini.
Dikatakan Sony Rachmadi Purnomo, CEO PT Global Sukses Solusi Tbk., RUN System adalah sebuah perusahaan teknologi yang fokus untuk menjadi agen atau perusahaan yang mem-provide solusi ERP (Enterprise Resource Planning) yang fokus pada digitalisasi business process perusahaan khususnya di skala medium hingga besar di Indonesia.
“Berdasarkan pengalaman pribadi dan beberapa rekan di internal, kami ingin sekali memberikan kesempatan yang sama ke perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk bisa menggunakan sistem yang sama digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar dunia yang lain. Sehingga tanpa harus menunggu menjadi besar untuk bisa mengimplementasikan Enterprise System,” ujar Sony dalam paparannya di hadapan Dewan Juri TOP Digital Awards 2021, Senin (15/11/21).
Sejurus dengan itu, Sony mengatakan bahwa RUN System memiliki misi untuk menjadi sebuah provider ERP yang terpercaya di regional Asia Tenggara. Sony sempat berseloroh bahwasanya sebagian besar konsumennya menyangka bahwa RUN System adalah solusi ERP dari luar. “Jadi kita (seperti dianggap) sebagai nasional distributor di Indonesia. Tetapi sejatinya RUN System dibuat dan di-develop serta di-operate oleh entitas Indonesia dan orang Indonesia, serta dimiliki juga oleh orang Indonesia,” tandasnya.
Milestone
Seiring dengan perjalanannya sebagai penyedia solusi ERP, hingga saat ini RUN System telah memiliki lebih dari 50 pengguna/perusahaan dari beragam industri yang sudah mempercayakan digitalisasi business process-nya menggunakan RUN System. Namun, bila menilik ke belakang, seperti dikatakan Sony sebelum akhirnya melakukan komersialisasi di tahun 2015, pada tahun 2014 RUN System bergabung pada program inkubasi PT Telkom.
”Alhamdulillah, setelah kami komersialisasi atau go to market, kemudian kami berhasil menjadi salah satu mitra atau business partner dari PT Telkom untuk membantu mensolusikan kebutuhan-kebutuhan digital khususnya ERP itu di corporate customer-nya PT Telkom, dari Aceh sampai Papua dan di 10 negara,” ungkap Sony.
Lebih lanjut dikatakan Sony, pada awal-awal tahun 2015-2016, customer RUN System banyak dari perusahaan-perusahaan swasta. Seiring dengan itu, pada tahun 2017 mulai ada salah satu BUMN yang mempercayakan digitalisasi business process-nya menggunakan RUN System.
“Tantangan paling berat adalah di tahun 2017, karena bagaimana kami meyakinkan mereka bahwa RUN System juga memiliki kemampuan untuk membantu mereka. Di tahun 2018 sampai sekarang banyak BUMN yang mempercayakan digitalisasinya menggunakan RUN System. Di tahun 2018 kami kemudian mencoba untuk menjawab beberapa kebutuhan di market dengan me-launch beberapa produk, yaitu RUN iProbe dan iKas. Alhamdulillah di tahun 2021 ini, tepatnya tanggal 8 September kemarin resmi melantai di Bursa Efek Indonesia,” tandasnya.
Produk dan Solusi
Tidak kalah penting dalam paparannya Sony juga mengungkap produk dan solusi yang ditawarkan RUN System dalam rang mendukung proses digitalisasi para customer-nya. Dikatakan Sony, produk yang sudah dikembangkan sejak tahun 2014 memiliki beberapa modul dan beberapa fungsi. Tidak hanya ditawarkan kepada pengguna di luar, beberapa solusi RUN System juga digunakan sendiri oleh perusahaan ini.
“Kenapa saya bilang beberapa, karena ERP RUN System sendiri memiliki lebih dari 3000 business function, mulai dari procurement process-nya, kemudian ada asset maintainance-nya, produksi di sisi sales dan CRM-nya, dan Human Capital-nya, (di mana) kalau berdasarkan beberapa testimoni BUMN yang akhirnya juga sebagian menggunakan RUN System kami sangat confidence khususnya di modul Human Capital,” ungkap Sony.
Sementara itu di (modul) Financial dan Cost Management, Sony menegaskan apa yang menjadi pembeda adalah RUN System memiliki kemampuan untuk menkosolidasikan struktur laporan keuangan di mana levelingnya yang pernah ditemui digunakan sampai sebelas level.
Lalu ada juga Inventory Material Management yang juga disebut banyak digunakan di perusahaan-perusahaan manufacturing dan trading. Pun dengan Project System, saat ini disebut ada lima BUMN yang menggunakan. Selain itu, Project System juga banyak digunakan oleh beberapa perusahaan konsumsi atau services. “Kami pun juga menggunakan Project System, di mana salah satu kemampuanya adalah kami memiliki submodul international trade logistic yang saat ini membantu sekali perusahaan di Indonesia dalam rangka proses kegiatan ekspor impor mereka. Dan juga pastinya manajemen dashboard yang biasanya digunakan oleh Top Level-nya,” kata Sony.
“Apa yang kemudian menjadi pembeda dengan beberapa produk (lain), karena kebetulan kami jadi user, kami menyampaikan di mana perusahaan-perusahaan di Indonesia, termasuk kami sering kali melakukan penyesuaian business process karena misal kondisinya berubah. Apalagi yang terasa sekali pada saat beberapa waktu lalu ada implementasi Cipta Kerja, atau kemudian kondisi (pandemi) Covid-19. Bagaimana kemudian melakukan penyesuaian di bisnis proses tersebut tanpa harus tergantung dari principal, itu yang kemudian menjadi misi kami, jangan sampai bisnis pengguna tergantung dari sistemnya,” lanjut Sony.
Secara singkat, RUN System menawarkan produk yang lengkap, antara lain mencakup Executive Management Suite, ESS (Employee Self Service), HCMS (Human Capital Management System), FICO (Finance & Cost Management), IMM (Inventory Material Management), PUR (Procurement Management), ITL (International Trade Logistic), PS (Project System), SD (Sales & Distribution Management), QS (Quality System), dan PP (Production Management).
Selain produk yang telah disebut, RUN System juga memiliki produk yang lain, yakni RUN Market. “Ya, salah satu produk kami yang lain adalah kami menghubungkan pihak-pihak yang menggunakan RUN System dalam satu ekosistem RUN Market, sehingga sesama pengguna RUN System dan stakeholder-nya, baik buyer maupun vendornya itu bisa melakukan cross sourcing dan cross selling sehingga tidak hanya digitalisasinya yang kita bantu, (tetapi) ini juga sangat membantu mereka khususnya saat awal-awal pandemi hingga sekarang di mana yang awalnya tidak bisa terhubung, kemudian bisa melakukan transaksi,” pungkas Sony.














