Reporter: Abdullah Suntani
Editor: Teguh IS
Untuk memudahkan layanan kesehatan, khususnya terkait informasi ketersediaan darah di rumah sakit, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Bangka menghadirkan terobosan berupa sistem berbasis aplikasi bernama Sidora.
“Di dalam Sidora ada informasi ketersediaan darah di rumah sakit yang ter-update, jadi ketika pasien memerlukan darah, ia bisa mengetahui informasi ketersediaan darah yang ada di Palang Merah Indonesia setempat, maupun yang ada di unit transfusi darah rumah sakit, lewat aplikasi ini,” kata Boy Yandra selaku Kepala Diskominfotik Pemkab. Bangka saat Penjurian TOP Digital Awards 2021, secara daring, Kamis, (11/11/2021).
“Sehingga dengan informasi yang didapatnya, pasien dan keluarga bisa mengambil langkah yang cepat, kalau memang terdapat kekosongan persedian darah sesuai golongannya darah si pasien, bisa cari ke tempat lain,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, kepada dewan juri, Boy menjelaskan letak geografi dari ibu kota kabupaten yang jauh dengan desa-desanya. Kondisi itu menyebabkan warga masyarakat mengalami kesulitan, contohnya informasi terkait ketersediaan darah tadi.
“Dengan hadirnya aplikasi ini, masyarakat dapat terbantu. Terlebih, masalah kesehatan juga menjadi salah satu perhatian khusus Pemkab Bangka,” harap Boy.
Namun, kondisi geografis seperti itu, lanjutnya, juga memacu Pemkab Bangka untuk memanfaatkan aplikasi yang dapat menampung beragam keluhan dan laporan dari masyarakat, seperti masalah kesehatan, TI terutama jaringan, dan infrastruktur di daerahnya.
“Kami gunakan aplikasi SP4N Lapor Kementerian PAN RB, untuk menampung keluhan masyarakat itu,” terang Boy.
Infrastruktur TI
Dalam presentasi berjudul Konsep E-Government Kabupaten Bangka, Boy memaparkan saat ini upaya transformasi secara masif dilakukan pihak pemkab agar visi-misi Smart City dapat terlaksana.
“Saat ini, ada sekitar 112 aplikasi yang dikembangkan oleh Pemkab Bangka, baik berbasis android maupun berbasis website. Dimana 26 aplikasi dan 86 website tersebar di OPD (organisasi perangkat daerah) dan desa (kelurahan).”
“Kab Bangka dalam hal ini kami di Kominfotik mengembangkan beberapa aplikasi. Aplikasi yang kami pakai kurang lebih 26 aplikasi dan 34 website di sejumlah OPD.”
“Kemudian, Alhamdulillah, sampai sekarang dari 62 desa yang ada di Kab Bangka, sudah 52 desa yang mempunya website. Sementara 10 desa lainnnya dalam tahap pembuatan. Untuk pengerjaanya dibantu oleh tim TI kami. Jadi pemerintahan desa mengajukan permohonan pembuatan website, kami buatkan, kami beri mereka pengetahuan bagaimana cara mengelola website yang baik,” terangnya.
Masih terkait infrastruktur TI, Kab. Bangka saat ini telah memiliki jaringan FO sepanjang 8.000 meter, Server sebanyak 4 unit dan Koneksi Internet yang menghubung 34 OPD.
“Jaringan fiber optik sudah terhubung dengan OPD-OPD atau kantor dinas, khususnya yang ada di ibu kota Kab Bangka. Jadi, semua OPD dan ada beberapa puskesmas sudah kami hubungkan dengan jaringan FO,” jelas Boy.
“Sedangkan untuk untuk server, kami ada 4 unit. Dimana 1 unit di Jakarta, 3 unit kami letakkan di kantor Kominfotik Kab Bangka ini. Semua internet OPD dalam hal pemeliharaan dan pembiayaan kami tanggung seperti biaya bandwidth-nya,” tutupnya.
Baca: Kabupaten Bangka Selatan Pakai Inovasi TI untuk Hadapi Pandemi














