Penulis: Nurdian Akhmad
PT Indra Karya (Persero) pada awal berdiri tahun 1961 merupakan perusahaan kontraktor dan konsultan teknik. Saat ini, BUMN tersebut sudah melakukan diversifikasi ke usaha yang lain dengan fokus pada tiga bidang yakni Engineering, Developer, dan Industry.
Seiring dengan trend Industry 4.0 atau Society 5.0 saat ini, PT Indra Karya pun melakukan transformasi digital melalui implementasi berbagai solusi bisnis unggulan di bidang informasi dan teknologi (IT). Setidaknya ada enam solusi bisnis unggulan yang sudah diimplementasikan PT Indra Karya tahun 2021 ini.
Pertama adalah Smart Water System, sebuah aplikasi yang dikembangkan IT internal untuk program pengadaan air bersih bagi masyarakat. Keunggulan dari sistem ini adalah adanya integrated system berbasis IoT.
“Smart Water System ini bisa menjadi profit center produk TJSL (tanggung jawab sosial dan lingkungan),” kata M Dalvin Marno Putra, Kepala IT PT Indra Karya dalam penjurian TOP DIGITAL Awards 2021 yang dilakukan secara virtual, Jumat (12/11/2021).
Dengan Smart Water System dapat menghubungkan wearable device yang terkoneksi dengan dashboard sehingga dapat dipantau dari jarak jauh. Aplikasi ini berbasis by name by address, sehingga tmenciptakan keadilan sosial bagi seluruh pengguna aplikasi tersebut.
Menurut Dalvin, Smart Water System ini sudah diterapkan dalam program kolaborasi BUMN untuk membantu masyarakat mendapatkan air bersih secara adil dan merata di Cidadap, Sukabumi dan di Labuan Bajo, NTT.
Solusi bisnis unggulan kedua adalah Inventaris Stocking, sebuah aplikasi untuk pencatatan inventaris perusahaan. Aplikasi yang dikembangkan tim IT internal perusahaan ini mulai diterapkan pada 2021. “Fitur unggulannya adalah scan barcode dan tracking ID. Kami terbantu dengan aplikasi ini terutama dalam pengelolaan aset perusahaan,” ujar Dalvin.
Aplikasi ketiga yang diimplementasikan PT Indra Karya tahun 2021 ini adalah Employee Self Service. Ini merupakan aplikasi yang dikembangkan pihak eksternal untuk pelayanan pegawai. Di dalam aplikasi ini ada fitur absensi dan pengajuan cuti.
“Seluruh karyawan bisa memantau jatah cutinya, termasuk juga proses pengajuan cuti dari masing-masing karyawan tersebut,” ujarnya.
Aplikasi selanjutnya ga yang diimplementasikan di PT Indra Karya adalah Office 365. Ini merupakan aplikasi yang dikembangkan pihak eksternal dan mulai diimplementasikan pada 2021. Fitur unggulan di Office 365 antara lain Microsoft Teams, One drive, dan Sharepoint.
“Manfaat bagi perusahaan adalah untuk mempercepat komunikasi data dan administrasi pekerjaan,” kata Dalvin.
Di masa pandemi covid-19, implementasi Office 365 sangat membantu perusahaan dalam mempercepat komunikasi data dan administrasi pekerjaan.
Selain Office 365, untuk mempercepat komunikasi di masa pandemi ini, PT Indra Karya mengimplementasikan Solusi Video Conference (Online Meeting) dari Microsoft Teams. “Sebelumnya kami memakai Zoom meeting,” ujar Dalvin.
Tak hanya mengimplementasikan berbagai aplikasi, PT Indra Karya juga memperhatikan peningkatan infrastruktur IT di perusahaan. Misalnya adalah dalam pengeadaan router, laptop, PC dan Printer, serta dadget.
“Untuk keamanan TI, kami menggunakan Windows Defender, Microsoft Security dan Hosting Security,” kata dia.
Digitalisasi di PT Indra Karya juga didukung teknologi Big Data/IoT yang diterapkan dalam Smart Water System. Selain itu, juga didukung Cloud App, Virtual Private Server, dan One Drive Business.
Menurut Dalvin, strategi implementasi sistem IT di PT Indra Karya harus berawal dari Digital Culture Awareness. Saat ini, pihaknya sedang merancang ERP dan penuntasan ITMP, Tata kelola IT, dan IT Maturity.
“Untuk IT Maturity Level, saat ini kami sedang dalam tahap self assessment dan ditargetkan selesai Desember 2021 dengan target nilai minimal 3,” ujar Dalvin.
Pada 2022, kata Dalvin, pihaknya juga akan melakukan penilaian INDI 4.0 Assessment untuk mengukur tingkat kecakapan teknologi di PT Indra Karya.














