Penulis: Fauzi
PT Indodev Niaga Internet merupakan perusahaan pengembang software yang dikenal dengan brand DataOn. Seperti dikatakan Yus Wadi, Director PT Indodev Niaga Internet, perusahaan ini sudah beroperasi di awal tahun 2000-an, di mana pada saat itu domain .com sedang tumbuh. Maka tak heran bila perusahaan ini memakai istilah internet di belakangnya.
Mengenai PT Indodev Niaga Internet berikutnya disebut DataOn, dipaparkan secara mendalam oleh Yus Wadi dalam presentasi yang mengusung topik ‘Employee Engagement in Digital Transformation Era’. Bukan tanpa alasan, menurut Yus Wadi tema ini diangkat karena pentingnya keterikatan/keterlibatan karyawan dalam bisnis perusahaan.
“Karena karyawan ini merupakan key point-nya bagi kami, sebagai asset utama untuk bisa membuat perusahaan maju. Jadi, kita mengharapkan kontribusi dan juga dedikasi dari mereka untuk kemajuan perusahaan,” kata Yus Wadi di hadapan dewan juri Top Digital Awards 2021.
Selanjutnya Yus Wadi mengatakan bahwa visi DataOn adalah bagaimana perusahaan bisa men-drive Business Evolution. “Karena bisnis bisa berkembang untuk jangka panjang. Intinya kami melihat bahwa customer kami memiliki bisnis yang real, sehingga solusi kami juga harus real. Dan karena kita bertujuan untuk go international dan seluruh dunia maka kita harus mampu untuk menciptakan software yang membawa impact yang besar kepada organisasi, yang masing-masing tentunya mempunyai nilai unik sendiri,” ungkapnya.
Ciptakan Solusi, Tak Abaikan Security
Dalam paparannya Yus Wadi juga sempat mengungkap apa yang menjadi nilai dari perusahaan, yang dalam hal ini DataOn, ‘care pada kebutuhan customer’ menjadi core value perusahaan. Intinya,sebagai perusahaan, bagaimana DataOn bisa tetap memberikan solusi, di sisi lain juga bisa mengubah dan meningkatkan solusinya dari waktu ke waktu.
”Dan yang penting juga adalah kita harus bisa melakukannya (secara) efisien, dan karyawan kami harus bekerja dengan penuh integritas dan punya akuntabilitas yang baik, untuk memastikan bahwa customer kami, kolega dalam bekerja dan community bisa menikmati perkembangan daripada perusahaan kami, dan juga bisa berkolaborasi ke dalam perusahaan yang tetap bertumbuh. Dalam hal ini kita juga harus bisa menjalankannya dengan kondisi yang bisa fleksibel, adaptif, dan akomodatif daripada kebutuhan customer kami maupun melihat perkembangan di sektor market dari IT Industry,” jelas Yus Wadi.
Kembali ditegaskan Yus Wadi sebagai Application Service Provider, menyediakan aplikasi dalam bentuk software. Di sini, software garapan DataOn selain ditawarkan ke customer, juga diimplementasikan sendiri oleh perusahaan.
“Kita (selain) menyediakan atau men-develop software, kami juga mengimplementasikan sendiri. Kami juga melakukan maintenance atas software tersebut. Itu adalah kunci daripada usaha ini, di samping kita men-develop partner dalam hal membantu mereka memasarkan dan, mereka juga menjalankan implementasi dan juga melakukan maintenance. Tapi kami wajib memberikan contoh, kami wajib menyiapkan prosedur dan menyiapkan software yang baik untuk bisa diimplementasikan/diterima oleh customer kami,” tandasnya.
Seperti pengembang software umumnya, DataOn juga memiliki siklus dalam menciptakan produk baru. Disebutkan bahwa perusahaan ini menciptakan produk baru dalam satu sampai tiga tahun ke depan. Kendati demikian, life cycle produk DataOn sejatinya bisa dipakai oleh customer bisa lima sampai sepuluh tahun khusus satu versi. “Karena tidak semua customer bisa meng-upgrade versinya. Kadang-kadang ada yang cepat, bisa dalam tiga tahun mengadopsi yang baru, tapi ada butuh lima tahun, ada juga yang sampai sepuluh tahun,” kata Yus Wadi.
Sebagaimana diketahui, DataOn telah mengembangkan software bernama SunFish yang saat ini sudah dipasarkan hingga versi ke- 6. Tahun depan, dikatakan Yus Wadi, DataOn akan meluncurkan SunFish versi 7. Saat ini SunFish versi 7 sedang dalam proses pengembangan.
Hal penting lain yang tak luput dari paparan Yus Wadi dalam sesi penjurian TOP Digital Awards 2021 adalah berkaitan dengan security. Di mana dalam kebijakan TI-nya, perusahaan ini juga mengedepankan sisi keamanan (security). ”Nah, yang penting, terakhir yang kita tekankan di sini adalah bagaimana di bidang IT kita bisa tekankan pada information security, yang memang menjadi hal yang sangat penting, dengan tiga kunci utama, yaitu menjaga confidentiality, integrity, dan juga availability. Dan terakhir juga ada adopsi terhadap Data Protection Policy,” kata Yus Wadi.
Disebutkan pula bahwa dalam pengembangan aplikasi atau solusinya, DataOn juga telah menerapkan standar prosedur ISO 9001.
Didominasi Milenial
Sesuai tema yang diusungnya, Yus Wadi juga memaparkan banyak hal terkait dengan kebijakan perusahaan di bidang Human Capital dan Milenial. Secara statistik di sebutkan, bahwasanya 64% karyawan PT Indodev Niaga Internet berasal dari kalangan milenial atau dari tipe Gen Y.
Dikarenakan mayoritas karyawannya ada di kalangan usia muda, perusahaan memfasilitasi ruang kerja terutama untuk tim IT dengan konsep homey working space (tersedia hammock, bean bag dan tersedia ruang telepon khusus), serta game station guna karyawan dapat menjaga work-life balance.
Perusahaan memberikan fleksibilitas ke semua karyawan untuk dapat mengakses ke berbagai informasi terkait Company Policy, Announcement terkait panduan kebijakan yang berlaku sampai dengan informasi-informasi internal yang terupdate dari perusahaanmelalui sistem SunFish HR.
“Karena ini eranya sudah digital, baik itu company policy, announcement, maupun panduan-panduan kerja, kami lakukan secara digital,” tandasnya.
Selain itu, terkait dengan proses rekrutmen karyawan, DataOn selalu berupaya mendapatkan karyawan atau telen terbaik. ”Setelah itu yang penting adalah bagaimana kita bisa mengembangkan kompetensi mereka, memberikan training dan juga melakukan evaluasi terhadap kinerja mereka, melalui performance management system kita yang kita jalankan secara online,” kata Yus Wadi.
Dalam proses rekrutmen pegawai, DataOn memiliki apa yang disebut sebagai Recruitment and Selection secara online. “Jadi kami ada online website untuk job seeker, dan kami me-manage mekanisme proses rekrutmen selection kami melalui sistem juga,” sambungnya.
Produk Unggulan
Bicara soal solusi unggulan, sejatinya sedikit banyak sudah disinggung di awal. Di sini DataOn kembali menyebutkan bahwa salah satu produk unggulannya adalah SunFish HR. Nama SunFish sendiri merujuk pada nama ikan mola-mola yang ada disekitar Bali dan Nusa Tenggara. Yus Wadi menggambarkanikan ini sebagai ikan yang bisa survive melalui jalan yang panjang dari zaman peradaban lama sampai zaman modern.
“Terinspirasi dari itu, maka kami memberikan produk kami dengan nama SunFish HR. sampai saat ini sudah berjalan SunFish 6.1 dan sebagainya, yang (sedang) masa development dan akan rilis tahun depan adalah SunFish 7,” ungkapnya.
SunFish merupakan Web-based HR dan ERP Business Solution Application. Aplikasi ini memiliki fitur unggulan Employee Database, Performance Evaluation, Talent Management, dan Salary Planning.
Berikutnya satu solusi unggulan lain dari DataOn adalah GreatDay HR. Bila mengacu pada fitur yang ditawarkan, GreatDay HR memiliki banyak kesamaan dengan SunFish. Hal yang membedakan adalah GreatDay HR bisa diakses melalui aplikasi mobile.
“(Fitur) tambahannya tentu yang namanya mobile kita lebih mudah melakukan inovasi. Bagaimana kita bisa creating lokasi kerja karyawan. Bagaimana mereka bisa melakukan proses registrasi Attendance, maupun melaporkan kegiatan dari hari ke hari. Jadi, penting GreatDay HR ini (untuk) membantu dalam hal productivity karyawan, kedua tentunya karyawan juga masih punya kebutuhan-kebutuhan lain, di mana kami juga menyediakan program seperti cash advance, ataupun mereka bisa top up ewallet, tidak hanya menggunakan aplikasi eksternal tetapi juga menggunakan aplikasi GreatDay HR mereka juga bisa melakukan top up GoPay, Ovo, dan sebagainya,” kata Yus Wadi.
Seperti telah disinggung, DataOn selain mengembangkan software untuk digunakan secara internal di perusahaan juga dipasarkan kepada para customer-nya. Yus Wadi memastikan bahwa customer perusahaan bisa menggunakan software garapannya dengan baik.
”Saat ini sudah ada lebih dari ratusan , customer yang menggunakan software kami baik di dalam negeri maupun di luar negeri, seperti Thailand, Filipina, Malaysia, dan beberapa negara Timur Tengah. Software kami juga digunakan oleh beberapa GM Hotel, hotel yang jaringan, seperti jaringan JW Mariott, Hyatt, dan Westin Group juga menggunakan software kami,” paparnya.
Adapun untuk solusi bisnis di saat pandemi, DataOn mengandalkan aplikasi yang sudah ada seperti SunFish HR, SunFish ERP, dan GreatDay HR. Kendati demikian, untuk solusi video conference, selain mengandalkan aplikasi pihak ketiga yang cukup popular, DataOn juga memiliki satu aplikasi andalannya, yakni GreatDay Meet.
“Di samping kami menggunakan (aplikasi) Zoom, kami juga ada aplikasi GreatDay Meet (untuk video conference),” tutup Yus Wadi.














