Reporter: Albarsyah
Editor: Teguh IS.
PT Taman Wisata Candi, Borobudur, Prambanan, Ratu Boko (Persero), disingkat TWC, dalam mengelola dan mengembangkan cagar budaya dan destinasi pariwisata yang unggul di Indonesia telah menerapkan tranformasi digital. Atas upayanya terkait pemanfaatan Teknologi Informatika (TI) itu, TWC terpilih sebagai kandidat peraih penghargaan ajang TOP Digital Awards 2021.
Transformasi digital yang diterapkan TWC sejalan dengan salah satu misinya menjalankan usaha yang berdaya saing, kreatif, dan inovatif, dan ramah lingkungan.
Terlebih saat ini, TWC bertanggung jawab atas 8 Destination Network yang terdiri dari 8 klaster yaitu Semarang, Dieng, Ambarawa, Borobudur, Jogja, Prambanan, Solo-Sangiran, dan Cetho-Sukuh. Ditambah mengelola Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta per 1 Juli 2021.
Destination Network itu diperlukan untuk memperkuat preposisi destinasi (memperbanyak variasi) dan berpotensi menambah length of stay (LoS)
“Pengelolaan dan pengembangan Destination Network itu, tentu memerlukan adanya standarisasi dan integrasi dalam hal security, services, kebersihan, sign board, technology, dll,” kata Triasmono selaku VP TI Infrastruktur Technology, PT TWC, dalam sesi Penjurian TOP Digital Awards 2021, secara online, 17/11/2021.
Menurutnya, digitalisasi dengan pemanfaatan TI jadi penting mengingat Borobudur merupakan salah satu KSPN, “Dengan 4 juta pengunjung (annual) dan sekaligus menyandang status World Heritage, Borobudur menjadi lokomotif dalam membangun ekosistem Pariwisata di JATENG-DIY.”
Baca: Lancar, Uji Coba Pembukaan Borobudur dan Prambanan Pakai PeduliLindungi
Tata Kelola TI
Kepada dewan juri, ia menjelaskan pemanfaatan TI di TWC bukanlah hal yang baru. “Dulu kami pernah menggunakan jasa managed service. Namun, sejak tahun 2019, kami telah mengelola sendiri.”
“Strategi adopsi/akuisi yang kami jalankan, pertama, membuat design sistem dari sistem milik vendor (best practice). TWC perlu memahami dan mengendalikan design, pengembangan, modifikasi sistem yang dieksekusi oleh vendor serta perlu mempersiapkan tim internal.”
“Kedua, sebagian sistem strategis (platform & integrasi) mulai di-design berdasar evaluasi implementasi sebelumnya (upgrade fitur dikendalikan oleh TWC). Tim analis sistem TWC mulai diperkuat. Menjalin kerjasama dengan universitas.”
“Ketiga, mayoritas sistem sudah dalam kendali design oleh TWC. Vendor/mitra tetap diperlukan untuk pengembangan sistem baru.”
Terkait tata kelola IT, Triasmono mengatakan TWC menggunakan Permen BUMN Per-02/MBU/2013; COBIT 2019 Framework; dan TOGAF 9.1 Enterprise Architecture.
“Untuk IT Maturity Level, TWC meraih skor 3.03 of 5 di tahun 2021, yaitu Internal team capability enhancement dan Internal IT management improvement,” ungkapnya.
Baca: LinkAja Lakukan Digitalisasi Pembayaran di Seluruh Area Wisata Borobudur
Capaian Transformasi Digital
Dalam kesempatan ini, kepada dewan juri Triasmono pun memaparkan satu-persatu, sejumlah capaian TWC dalam pemanfaatan TI di operasional perseroan.
Pertama, Core Platform Acquisition – IHMC Ticketing (2019-2020). Ketersediaan sistem ticketing (PoS, Reporting, B2B) pada 1 April 2019 (tepat setelah kontrak manage service berakhir), sehingga tidak perlu ada proses transisi secara manual.
Keunggulannya, TWC memiliki platform sistem ticketing (ownership license) yang lebih flexible untuk dikembangkan lebih lanjut mendukung program Joglosemar dan IHMC. Kapabilitas Sistem ticketing untuk implementasi di wahana internal. Kapabilitas platform untuk mengelola tiket multi destinasi (dalam satu sistem)
Dampaknya, Opex untuk sistem ticketing tereduksi menjadi lebih efisien. Integritas transaksi: terintegrasi dengan ERP Fico, data transaksi dari loket hingga laporan keuangan tanpa interupsi
Kedua, Cashless Tech (chip base & server base) Acquisition (2019-2020). Ketersediaan 4 gate cashless (2 di Prambanan dan 2 di Borobudur) yang mendukung pembayaran uang elektronik dari 3 Bank (BNI, BRI dan BMRI) pada tanggal 5 Juni 2019 (peak season Lebaran).
Keunggulannya, Pembayaran atas pembelian tiket online via kanal b2c, kiosk dan travelink via Payment Gateway. Implementasi QRIS (65 kios) dan EDC (73) kios) di area pedagang Borobudur. Dampaknya, Dukungan penerapan protokol CHSE.
Triasmono mengutarakan, saat ini, sedang dikembangkan berupa Optimalisasi kerjasama dengan pihak Bank Indonesia, perbankan Himbara dan issuer uang elektronik untuk meningkatkan penggunaan transaksi cashless. Optimalisasi transaksi cashless akan dapat mereduksi antrian di loket (ticket box)
Ketiga, API Tech Acquisition (2020-2021). Ketersediaan API (Application Programming Interface) pembelian tiket, untuk dapat menjadi digital sales pada kanal/platform penjualan (e-commerce) milik pihak ke-3 (tiket.com, globaltix, traveloka, dst)
Dampaknya, Potensi untuk mendatangkan transaksi yang lebih banyak dari hasil kerjasama integrasi antar platform dengan pihak ke-3. Kemudahan layanan untuk pengunjung (memilih platform pembelian favorit mereka)
Keempat, Implementasi ERP. Implementasi ERP (Inventory, Procurement dan Fico), yang di-launching dilakukan pada 1 Oktober 2019. Per 1 Oktober sudah running menggunakan satu sistem (ERP) SLA di non aktifkan. Transaksi selama bulan Oktober 2019 telah dievaluasi dan verified. Terintegrasi dengan System Ticketing dan Billing System (Manohara Resto).
“Dampaknya, yang dirasakan pasca implementasi selama satu periode keuangan (2020) – Laporan keuangan tutup buku 2020 adalah yang tercepat dilakukan selama 30 tahun terakhir,” ungkap Triasmono.
Kelima, Customized Visual Ticket (Foreigner). Upgrade visual ticket Prambanan dan Borobudur (ticket with photos). Prambanan tanggal 24 Agustus 2019. Borobudur tanggal 28 November 2019.
Keunggulannya, Ticket jenis ini secara fungsional meningkatkan visibilitas (verifikasi pengunjung) mengurangi resiko penggunaan oleh orang yang berbeda, menjadi souvenir, dan dapat me-replace ticket pendamping manual yang saat ini masih digunakan.
“Saat ini sedang dikembangkan dari sisi kecepatan layanan dan perbaikan SOP. Riset lebih lanjut guna mendapatkan skema yang lebih murah (biaya per ticket maupun biaya perangkat) agar dapat diimplementasikan pada seluruh cluster Joglosemar,” terang Triasmono.
Baca: Pembayaran di Area Wisata Borobudur Kini Bisa Pakai LinkAja
Keenam, Kiosk (Anjungan Pelayanan Mandiri). Untuk Pembelian Tiket, Cetak Tiket (dari pembelian pihak ke-3 dengan API), dan Cek Tiket (sudah digunakan/belum).
Ketujuh, Akuisisi Destinasi Baru (TMII). Implementasi Sistem Ticketing IHMC di destinasi baru kelolaan TWC, dimulai pada 1 Juli 2021 secara resmi TWC telah mengelola TMII. Perluasan Sistem Ticketing IHMC terintegrasi yang memiliki konektivitas dengan destinasi di Borobudur, Prambanan, dan destinasi Joglosemar lainnya.
Kedelapan, Implementasi Cashless Payment UMKM. Implementasi Cashless Payment System (QRIS, EDC) di UMKM Borobudur dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan penjualan produk UMKM. Sekitar 119 Kios UMKM di Borobudur terpasang QRIS dan EDC.
“’Hal ini juga dilakukan di UMKM TMII, bersamaan dengan alih kelola pengelolaan TMII ke TWC. Sekitar 165 QRIS terpasang di UMKM TMII (Per September 2021),” tutur Triasmono.
Selain aplikasi yang sudah tersedia dan sedang dikembangkan, ke depan, TWC pun berencana akan mengembangkan aplikasi terkait Landscape Management, Physical Security Management, Parking Management, Knowledge & Learning Management, Enterprise Risk Management, Audit Management, dan Workflow & Document Management.
Infrastruktur TI
Transformasi Digital di TWC itu, lanjut Triasmono, dapat berjalan berkat dukungan infrastruktur TI berupa WAN antar site, Internet, LAN, Ruang Server, dan Backup Cloud.
“Tidak berhenti sampai itu, saat ini kami sedang mengembangankan Metropolitan Area Network (MAN) untuk kawasan Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Juga Data Center; dan DRC,” tutup Triasmono.
Turut hadir dalam Penjurian TOP Digital Awards dari TWC: Estri Dwi R., Prima Bagus, Agung Nugroho, dan Prima Yudistira,
Bertindak selaku Dewan Juri: Eri Sumiarso dari Sinergi Daya Prima, Dwinda Ruslan dan Melani Harriman dari Majalah IT Works, Agnes dari Awesome Consulting, dan Muhamad Jumadi dari Indonesia Telecommunication User Group.
Baca: UMKM di 10 Kawasan Pariwisata Prioritas Dapat Pelatihan Active Selling di Platform Digital














