Jakarta, ItWorks- Vero, salah satu agensi komunikasi bekerja sama dengan Decision Lab, sebuah perusahaan riset pasar global melakukan riset tren gaming dan esport Indonesia. Hasilnya menunjukkan, setidaknya 52 juta orang Indonesia bermain game secara konsisten.
Kelompok usia gamer didominasi para millennial dengan rentang umur 26-37 tahun, di mana 68% dari mereka memiliki pendapatan rata-rata 10 juta / bulan. Gamer di Indonesia mempunyai kemampuan untuk membeli item atau produk yang mereka lihat di dalam game, khususnya kategori elektronik, teknologi, dan aksesoris game, khususnya kategori elektronik, teknologi, dan aksesoris game. Fakta ini menunjukkan bahwa gamer menjadi pasar potensial bagi brand di kemudian hari untuk mulai berinvestasi dalam platform ini.
“Kami melihat besarnya potensi esport di Indonesia merupakan peluang besar bagi brand dan entitas bisnis untuk menciptakan sinergi yang dapat mendukung mereka dalam berkomunikasi dengan target konsumen dan meraih pangsa pasar yang lebih luas bagi perkembangan bisnis mereka,” ungkap Sasha Alwani, Strategic Planning Director Vero, dalam keterangan tertulis kepada pers, baru-baru ini.
Disebutkan, esports, seperti pendahulunya – game, telah berubah dari minat subkultur menjadi kekuatan budaya arus utama, membuka berbagai peluang bagi merek untuk bergabung. Di era yang ditandai dengan hiper-individualisme dan hiper-konektivitas, merek harus lebih berempati dan mau beradaptasi dengan perubahan cepat dalam lingkup budaya yang semakin menyebar.
Hasil riset yang dilakukan terhadap 470 orang Indonesia berusia 16-41 tahun dengan 3 kategori responden, yakni gamer, watcher dan streamer ini mencakup beberapa hal, antara lain:
Kilas Tentang Esports di Indonesia
Demografi: Secara umum, komunitas E-sports di Indonesia sebagian besar berada di ibu kota Jakarta, diikuti oleh Surabaya dan Medan, dengan kelompok usia 26-37 tahun. Sementara dari aspek distribusi gender, Esport di Indonesia masih didominasi oleh pria yakni sebesar 53%, sementara wanita sebesar 47%.
Esport Genre: Semua responden dari kategori yang berbeda setuju bahwa genre E-sports paling diminati adalah Multiplayer Online Battle Arena (MOBA). Meski ada sedikit perbedaan dalam preferensi antara Pemain dan Penonton/Streamer karena gamer lebih menyukai game olahraga, sedangkan watcher/streamer tampaknya lebih menikmati game strategi kehidupan nyata. Adapun Mobile Legend dan PUBG mendominasi kategori sebagai permainan yang paling banyak dimainkan, ditonton, dan dijadikan streaming.
Brand Esport Utama: Saat ini, brand E-sports yang paling popular di Indonesia adalah GameLoft untuk kategori publisher game ternama dengan prosentase sebesar 78%, DuniaGames sebagai platform berita game terpopuler dengan prosentase sebanyak 72% & Youtube Gaming untuk kategori platform streaming (84%) dan watching (91%) paling banyak digunakan.. Adapun dalam hal selebriti Esports, responden dari semua kategori setuju bahwa EVOS Esports adalah pemain atau tim paling terkenal di kalangan komunitas, disusul RRQ diperingkat 2, sementara Jess No Limit memegang gelar sebagai streamer yang paling banyak ditonton.
Dukungan Kenparekraf
Menanggapi perkembangan e-sport di Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno, mengatakan, industri e-sports di Indonesia menjadi salah satu subsektor ekraf yang berkembang sangat pesat, sehingga berhasil menjadi pandemic winner dan mampu memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia di masa pandemi seperti saat ini. Terlebih dengan semakin banyaknya entitas bisnis, yang menaruh minat untuk berkolaborasi dengan e-sport untuk mendukung pengembangan bisnisnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, bahwa pihaknya secara konsisten terus berupaya untuk mengembangkan ekosistem Esport dan industri gaming di Indonesia melalui ragam program dan kebijakan. Pada Piala Presiden Esport 2021 dan Esport Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, Kemenparekraf/baparekraf turut andil dalam memberikan fasilitasi dan pendampingan bagi game local “Lokapala”.
Sedangkan di sisi industri game Indonesia, program Baparekraf Game Prime (BGP) merupakan salah satu program peningkatan eksposur game local untuk lebih dikenal masyarakat dan mancanegara, dikemas dengan adanya esport dan potongan harga pembelian 20 game local di ecommerce. Gelora (game lokal kreasi Indonesia adalah salah satu program inkubasi untuk mengembangkan sumber daya manusia dari sisi game developer. Selain itu untuk membuka akses permodalan, kemenparekraf saat ini direncanakan untuk membuat Peraturan Pemerintah perihal skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual. (AC)














