Jakarta, ItWorks- Cakap, salah satu platform Edtech Indonesia, menargetkan untuk memberdayakan 2.500 pengajar online melalui program Cakap Teacher Academy yang siap kerja di 2022. Inisiatif Cakap Teacher Akademi ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dan pengajar melalui pembangunan kompetensi dan keahlian dalam metode pengajaran online.
“Cakap Teacher Academy merupakan inisiatif untuk memberdayakan pengajar di Indonesia melalui peningkatan kompetensi mengajar online. Kami bangga melihat keberhasilan para pengajar yang telah melewati program pelatihan bersertifikasi dari Cakap Teacher Academy. Kami harap program ini makin meningkatkan kemampuan para pengajar untuk memberikan pengajaran online yang lebih berkualitas serta efektif kepada anak didiknya,” ungkap Tomy Yunus, CEO dan Co-Founder Cakap, dalam rilis pers hari ini (08/02/2022), di Jakarta.
Ditambahkan, Cakap merupakan perusahaan edutek satu-satunya yang membawa program bersertifikasi BNSP melalui Cakap Teacher Academy. Program ini juga menjadi program pertama yang memiliki dua kombinasi kompetensi yang menggabungkan teknik mengajar komunikatif secara online dan pemanfaatan teknologi untuk membuat pengajar melek pada dunia digital. Cakap sebelumnya sudah memberdayakan lebih dari 1000 guru lokal serta global siap untuk memperkuat deretan guru di Indonesia.
Sementara itu Dr. Nita Isaeni. S.IP. M.Pd, Subkoor Pokja Transformasi Pembelajaran Direktorat Guru Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia menyatakan, transformasi pendidikan menjadi salah satu misi utama pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Karena itu, pihaknya mendukung inisiatif Cakap yang turut memberdayakan guru agar dapat memiliki kompetensi mengajar online ini. “Tenaga pengajar online akan sangat dibutuhkan seiring dengan perluasan akses pendidikan yang merata di Indonesia. Kami harap kebermanfaatan program ini dapat terus meluas bagi semua tenaga guru dan pengajar di seluruh wilayah Indonesia.” kata Dr. Nita Isaeni.
Yoshua Yanottama, Senior Education Manager Cakap menjelaskan, saat ini Cakap Teacher Academy fokus pada pengajaran Bahasa Inggris, namun pihaknya juga berencana untuk mengembangkan pelatihan mengajar pada berbagai topik pembelajaran lainnya. Kurikulum yang dibuat pada program ini telah melewati berbagai macam fase dan tahapan, sehingga siap untuk memberikan ilmu dan ajaran baru untuk terus mengembangkan sumber daya pengajar di Indonesia. “Pelatihan di Cakap Teacher Academy menggunakan interactive self-paced learning, dimana para peserta dapat mengatur jadwal pembelajarannya sendiri,” ujarnya.
Menurut statistik dari laporan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun ajaran 2019/2020, jumlah guru di Indonesia mencapai 2,698,103 orang. Sejak pandemi dimana banyak yang berpindah menuju arah digital, dengan adanya Cakap Teacher Academy, Cakap berharap pengajar Indonesia semakin siap untuk mengajar tidak hanya secara offline namun juga secara online.
“Kelulusan batch 1 dan 2 ini merupakan langkah pertama menuju Indonesia lebih kompeten. Dengan ini kami harap semakin banyak pengajar yang percaya pada pelatihan Cakap Teacher Academy. Sebagai perusahaan edutech, Cakap akan senantiasa untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia secara menyeluruh. Baik dari sisi murid yang bergabung dalam kelas kami, serta guru yang tergabung dalam ekosistem pengajar Cakap,” pungkasnya. (AC)














