Eddi Danusaputro menjabat sebagai Chief Executive Officer Mandiri Capital Indonesia perusahaan modal ventura atau corporate venture capital (CVC) terkemuka milik PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.
“Kami bertujuan untuk menyediakan pendanaan ekuitas untuk startup regional, dengan fokus pada sektor fintech (teknologi finansial/tekfin),” terang Eddi.
Ia mengantongi pengalaman kerja lebih dari 20 tahun di berbagai sektor, termasuk jasa keuangan (di Morgan Stanley, AXA, dan Makara Capital), konsultasi manajemen (di AT Kearney dan Booz Allen Hamilton) dan barang konsumsi (di Procter & Gamble), dimana sebagian besar pengalaman kerjanya di Singapura. Selain bekerja di perusahaan besar, Eddi juga memiliki pengalaman sebagai angel investor dan social entrepreneur.
Eddi lulus dengan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta dan juga memiliki gelar MBA dari Duke University, Amerika Serikat dan Doktor Manajemen dari Universitas Indonesia.
Baca: Mandiri Capital Indonesia Danai Tujuh Startup Sepanjang Tahun 2021
PT Mandiri Capital Indonesia (“MCI”) adalah anak perusahaan Bank Mandiri yang bergerak di bidang Corporate Venture Capital (CVC), yang bertindak sebagai penghubung atau jembatan antara Mandiri Group dan startup untuk mendorong inovasi dan inisiatif sinergi.
MCI berkomitmen untuk membangun kemitraan strategis untuk mempercepat inovasi di industri keuangan dan juga berinvestasi pada startup yang memiliki keselarasan inovasi dan sinergi dengan Mandiri Group.
Didirikan pada tahun 2015, MCI telah berinvestasi menjalin kemitraan diantara startups fintech (financial technology) dan fintech enablers lokal ataupun Asia Tenggara. MCI terus berupaya mengakselerasi pertumbuhan startups melalui pembinaan dan sinergi bisnis dengan seluruh jaringan Mandiri Group.
Sejumlah portofolio MCI antara lain: Amartha, Ayoconnect, Bukalapak, Cashlez, Crowde, Gojek, Halofina, iSeller, Investree, Koinworks, LinkAja, Mekari, PTEN, PrivyID dan Yokke.














