Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menggelar HUB.ID angkatan kedua tahun ini. Program ini dibuat untuk membuka peluang bagi banyak pihak. Program ini mempertemukan permintaan dan pasokan inovasi yang melibatkan startup, korporasi swasta, BUMN, pemerintah, investor, dan seluruh pemangku kepentingan.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kominfo, Semuel A Pangerapan, dalam keterangannya, Rabu, 23/03/2022.
Tahun lalu, HUB.ID memfasilitasi peluang kerja sama 43 perusahaan rintisan atau startup dengan investor. Program tersebut memiliki jejaring yang luas baik di dalam maupun luar negeri, membantu perusahaan rintisan mendapatkan eksposur dari para investor.
Baca: Program HUB.ID Kominfo Dukung “Start up” Berjodoh dengan Investor
Salah satu perusahaan rintisan peserta HUB.ID, HiPajak baru saja mendapat pendanaan dari perusahaan pemodal asal Singapura, 1982 Venture.
HiPajak merupakan aplikasi digital untuk menyederhanakan kebutuhan perpajakan, terutama yang terkait pajak penghasilan. Aplikasi ini diklaim bisa menghemat biaya hingga 95 persen dalam pengelolaan pajak penghasilan.
“Ini tentunya berita baik. Untuk itu kami ucapkan selamat kepada HiPajak atas pencapaian ini. Kami sangat berharap ini dapat menjadi motivasi bagi startup-startup lainnya untuk terus berjuang dalam mendapatkan investor,” kata Semuel.
CEO HiPajak, Tracy Tardia menilai peluang yang ditawarkan HUB.ID adalah membangun jejaring melalui perjodohan bisnis (business matchmaking), pelatihan berkelas internasional dan hubungan dengan investor.
“Sebuah kesempatan yang luar biasa bisa bergabung dalam program HUB.ID yang difasilitasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dimana program yang dibuat sangat lengkap untuk akselerasi startup,” katanya.
Semuel mengharapkan HUB.ID akan membantu perusahaan rintisan mendapatkan invetasi hingga menjadi calon unicorn.
“Besar harapan kami program HUB.ID dapat terus terselenggara tiap tahunnya dan membantu lebih banyak lagi startup-startup nasional dalam meraih investasi sehingga dapat berkontribusi untuk Indonesia dan menjadi calon-calon startup Unicorn berikutnya,” tutup Semuel.














