Studi penelitian terbaru dari Lenovo menunjukkan peran CIO telah berkembang, dan kini lebih fokus pada tanggung jawab dan peningkatan pengaruh di C-level, serta menghilangkan hambatan untuk pertumbuhan bisnis.
“Saat ini, teknologi seperti sistem saraf telah menghubungkan strategi perusahaan, keuangan, inovasi, operasi, dan talenta perusahaan. Maka, CIO pun semakin ditugaskan untuk terhubung dengan pemangku kepentingan utama di seluruh organisasi untuk memastikan keselarasan dan mendorong eksekusi,” dikutip dari siaran pers, Lenovo, 19/04/2022
Dengan keterlibatan IT dalam setiap aspek bisnis, CIO percaya bahwa organisasi harus terus berinvestasi dalam transformasi digital agar tetap relevan. Temuan utama dari survei global Lenovo terhadap lebih dari 500 CIO meliputi:
- Hasil survei menunjukkan hampir semua CIO percaya bahwa peran mereka telah berkembang dan meluas dalam beberapa tahun terakhir, dan hal ini membuat mereka diminta untuk membuat keputusan bisnis yang jauh melampaui teknologi.
- 9 dari 10 CIO mengatakan bahwa peran dan tanggung jawab mereka telah berkembang melampaui teknologi, termasuk bidang non-tradisional seperti analisis data dan pelaporan bisnis (56%), keberlanjutan/ESG (45%), DE&I (42%), SDM /akuisisi karyawan(39%), dan penjualan/pemasaran (32%).
- 82% mengatakan peran CIO menjadi lebih menantang dibandingkan dua tahun lalu karena mereka menghadapi beragam tantangan unik, mulai dari meningkatnya penggunaan AI (artificial intellegence) dan otomatisasi hingga akuisisi karyawan di dunia kerja yang remote secara global.
- CIO merasa kesulitas terbesar adalah memecahkan tantangan terkait privasi/keamanan data (66%), keamanan siber/ransomware (66%), mengikuti perubahan teknologi (65%), mengelola ekosistem vendor TI yang terfragmentasi (61%) dan mengadopsi/ menyebarkan teknologi baru (60%).
- Mayoritas CIO percaya bahwa peran mereka dalam organisasi telah meningkatkan dampak.
- Lebih dari 3-in-4 CIO mengatakan bahwa mereka memiliki dampak yang lebih besar pada kekayaan perusahaan secara keseluruhan daripada posisi C-level lainnya.
- 88% setuju bahwa “peran saya sebagai CIO adalah komponen paling penting dari keberlangsungan operasi perusahaan atau organisasi saya.”
- Saat peran CIO semakin besar dan berkembang, responden mengatakan bahwa vendor teknologi mereka memainkan peran yang tak ternilai dalam kesuksesan perusahaan secara keseluruhan.
- Bisnis akan merasakan dampak hanya dalam beberapa minggu jika mereka menghentikan pengeluaran untuk inisiatif transformasi digital, menurut 61% responden. Hal ini menunjukkan peran teknologi sebagai komponen penting bisnis, bukan hanya sumber efisiensi biaya.
- Ke depannya, CIO berharap untuk beralih ke vendor yang dapat membantu mereka memecahkan berbagai masalah dalam lima tahun ke depan, termasuk meningkatkan pergerakan organisasi (60%) dan memberikan keamanan sistem dan operasi perusahaan (52%), serta untuk menyederhanakan konfigurasi, penerapan dan pemeliharaan teknologi (50%), dan mengoptimalkan biaya (43%).
- 8-in-10 CIO setuju bahwa vendor teknologi mereka “sangat terintegrasi secara efektif sehingga meningkatkan produktivitas [mereka] secara keseluruhan.”
- Mempertimbangkan tantangan baru dan tanggung jawab yang berkembang, CIO menyarankan teknologi mereka saat ini memiliki banyak ruang untuk perbaikan.
- Jika diberi kesempatan untuk memulai Kembali dari awal, sebagian besar CIO (57%) mengatakan mereka akan mengganti setengah atau lebih dari teknologi yang digunakan perusahaan saat ini.
- Dibandingkan tahun sebelumnya, 63% perusahaan menggunakan lebih banyak Perangkat sebagai Layanan teknologi mereka.
- Ketika model bisnis berubah, hampir semua CIO (92%) pasti atau mungkin mempertimbangkan untuk menambahkan penawaran aaS baru selama dua tahun ke depan.
Studi lengkap tersedia di: [tautan]
Tentang Studi Global Lenovo SSG tentang CIO
Kerja lapangan untuk studi ini dilakukan melalui survei kuantitatif dari 6 Desember 2021 hingga 21 Desember 2021, di antara total 525 CIO global. Sampel survei terdiri dari jumlah responden yang hampir sama dari setiap pasar: Brasil, Cina, Jepang, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat. Responden termasuk CIO perusahaan dan organisasi dengan setidaknya 250 total karyawan.
Baca: Lenovo Managed Services, Solusi untuk Perubahan Pola Kerja di Era Next Normal














