ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Plastik Buatan BATAN Diklaim Ramah Lingkungan

Ahmad Churi
10 March 2016 | 11:21
rubrik: Indeks, Telco
Plastik Buatan BATAN  Diklaim Ramah Lingkungan
Share on FacebookShare on Twitter

BATANJakarta, Itech-Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk turut berpartisipasi mengurangi dampak negatif lingkungan dari penggunaan kantong plastik.  Selain itu, BATAN terus berupaya menarik industri agar melirik teknologi plastik ramah lingkungan dengan bantuan teknologi nuklir yang dapat dimanfaatkan sebagai solusi tepat untuk mengatasi penggunaan plastik konvensional.

Teknologi plastik yang mudah diurai, sebenarnya sudah dikembangkan BATAN sejak 15 tahun silam. Produk teknologi plastik ramah lingkungan dikembangkan oleh Pusat Aplikasi Isotop dan Raidasi BATAN dengan menggunakan komposit limbah tapioka.

Penggunaan teknologi nuklir saat pembuatan plastik digunakan saat menjadikan bijih plastik kopolimer atau menjadikan senyawa dengan ikatan kompleks. Proses itu menggunakan teknologi radiasi gamma dan berkas elektron. Kemudian penyinaran dengan radisi tidak akan mengakibatkan bahan yang disinari menjadi radioaktif.

Apabila tidak menggunakan radiasi, maka proses pembentukan kopolimer memerlukan suhu sekitar 60 derajat celsius. Artinya, energi listrik yang dibutuhkan pun harus dalam jumlah yang besar.“Keunggulan lain plastik ramah lingkungan adalah proses pembuatannya relatif cepat dan produk yamg dihasilkan dapat terurai sempurna setelah penguburan di dalam tanah selama dua hingga enam bulan,” jelas Kepala BATAN Djarot Sulistio  Wisnubroto di Jakarta, Selasa (8/3).

Uniknya, teknologi plastik ramah lingkungan Batan hampir sama dengan plastik konvensional. Yaitu mudah dibentuk, mudah diwarnai, sampai penggunaan di luar kantong plastik, misalnya pembuatan vas bunga, pot, produk hiasan, piring, gelas dan lainnya. Namun sayangnya belum ada indutsri yang melirik plastik ramah lingkungan buatan Batan ini, karena membutuhkan  investasi yang lumayan besar yakni  70 miliar hingga 90 miliar untuk membangun satu iradiator.  sehingga kebanyakan Investor masih ragu kapan balik modalnya, karena tanpa ini pun mereka sudah untung

BACA JUGA:  Menkominfo Apresiasi Peluncuran Layanan 5G untuk Sukseskan KTT G20

Padahal untuk memenuhi kebutuhan plastik, Indonesia butuh setidaknya lima iradiator yang hanya khusus memproduksi plastik. Sementara Indonesia baru punya dua iradiator, yaitu iradiator non komersial milik BATAN untuk kegiatan riset, dan iradiator komersial yang berlokasi di Cikarang untuk kegiatan iradiasi produk lainnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan, “Industri harus membuat plastik yang seramah mungkin untuk lingkungan. “Saya minta pemerintah memberikan perhatian terhadap penelitian BATAN yang punya plastik ramah lingkungan, agar dapat diproduksi secara massal,” ujarnya.

Tulus menilai kebijakan plastik berbayar di satu sisi bagus, tapi  konteks kebijakan plastik berbayar  bukan pada nilai rupiah yang harus dikeluarkan konsumen untuk membeli plastik. Namun industri retail (dagang) harus aktif melakukan kampanye agar konsumen tidak menggunakan plastik dalam transaksinya, atau pilihan lain, yaitu menggunakan plastik ramah lingkungan. “Niilai rupiah yang dikeluarkan konsumen untuk membeli kantong plastik tidak sebanding dengan dampak buruk lingkungan yang ditimbulkan,” tutupnya.

Sekedar diketahui,  data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), penggunaan plastik mencapai sekitar 300 lembar per hari per toko. Sementara jumlah gerai di seluruh Indonesia mencapai 90 ribu, artinya sebanyak 9,85 miliar lembar kantong plastik dihasilkan per tahun.Tak mengherankan, jika Indonesia menempati peringkat kedua di dunia, setelah China, yang tingkat konsumsi plastiknya paling tinggi. (red/ju)

 

Tags: batan plastik ramaha lingkunganDjarotkepala batan
Previous Post

HDS Rilis Hyper-converged untuk Big Data

Next Post

Tiga CIO & staf senior TI Raih iCIO Awards 2016

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arus Peti Kemas Internasional Melalui Pelindo Naik 11 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenperin Dorong Pelaku IKM Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Suguhkan Visual Imersif, Ini Jajaran Monitor Gaming Predator dan Nitro Terbaru Acer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto