ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Bagaimana Perusahaan dapat Beradaptasi terhadap Peningkatan Minat Bekerja secara Hybrid

Oleh: Bayu Eko Susetio, Video Collaboration Lead Logitech Indonesia

Teguh Imam Suyudi
29 April 2022 | 17:00
rubrik: Expert, Research
Rangkaian Produk Lenovo untuk Mendukung Gaya Hidup Hybrid Hadir di MWC 2022

Ilustrasi Gaya Hidup Hybrid

Share on FacebookShare on Twitter

Pandemi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia,  salah satunya adalah  metode atau cara bekerja yang baru, yang dulunya  bekerja dari  kantor menjadi bekerja dari mana saja (remote).

Tren bekerja secara hybrid (hybrid working) muncul sebagai solusi untuk menjaga bisnis tetap beroperasi sekaligus untuk memastikan keamanan dan kesehatan karyawan, dan tren ini tampaknya tidak akan hilang sepenuhnya meski pandemi telah berakhir.

Respon pekerja terhadap hybrid working juga berubah selama pandemi. Di tahun 2020, hanya 36% dari 5.889 pekerja yang memilih bekerja dari rumah, sementara 2 tahun berikutnya angka tersebut naik ke 61 persen. Selain sebagai upaya melindungi diri dari penyebaran Covid-19, banyak pekerja  melihat bahwa bekerja dari rumah juga membawa keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi, sehingga berdampak pada  tingkat produktivitas yang lebih baik.

Meski Covid-19 kini tidak lagi menjadi alasan bagi orang-orang untuk memilih bekerja dari rumah, perusahaan tetap perlu mempertimbangkan dan menyesuaikan kembali perubahan di lingkungan kerja mereka. Fleksibilitas dalam bekerja,sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ditawarkan, kini telah menjadi opsi ‘wajib’ bagi 52 persen pekerja di Indonesia pasca pandemi, yang mana 22 persen lebih tinggi dari angka sebelum pandemi. 

Fleksibilitas juga telah menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh banyak pekerja untuk bertahan atau meninggalkan perusahaan tempat mereka bekerja. Studi yang sama menyebutkan bahwa 49% pekerja Indonesia mempertimbangkan untuk pindah ke perusahaan yang menawarkan mereka opsi bekerja yang lebih fleksibel.  

Pandemi telah memberikan pengalaman kerja remote dan hybrid terhadap para pekerja profesional dan bagi organisasi. Fleksibilitas, yang awalnya hanya bisa dilakukan oleh pekerja paruh waktu atau lepasan, kini menjadi cara kerja yang bisa dinikmati banyak orang. 

BACA JUGA:  Awas Group APT Secara Aktif Menargetkan Serangan Server Linux

Menghadapi situasi kerja terkini  

Sekitar 79% perusahaan besar di dunia percaya bahwa karyawan mereka memilih bekerja di kantor daripada tempat lain. Faktanya, 62% karyawan memilih opsi untuk bekerja dari rumah sesekali atau hybrid working dan hanya 38% karyawan yang memilih untuk bekerja lima hari seminggu dari kantor. 

Cara bekerja secara hybrid saat ini memang masih memiliki ruang untuk berkembang. Namun, bisnis dan industri harus mulai menyadari bahwa cara ini tidak lagi hanya sebatas tren belaka. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memilih untuk bekerja secara hybrid, akan sangat sulit bagi metode ini untuk hilang sepenuhnya. Sebaliknya, baik perusahaan maupun industri harus mulai beradaptasi sehingga mampu memaksimalkan potensi karyawan mereka di waktu yang akan datang. 

Meski begitu, bekerja secara hybrid tidak selamanya menawarkan hal-hal yang baik saja. Lingkungan kerja baru ini juga membawa tantangan baru bagi pekerja dan perusahaan. Aktivitas kerja kini tidak terjadi di kantor fisik dan bisa bertempat di dapur atau ruang tamu di rumah kita. Batasan yang kabur antara waktu pribadi dan kerja menjadi tantangan yang harus dihadapi banyak pekerja.

Alhasil, kesehatan mental kini banyak dibicarakan dan tidak dapat diabaikan lagi. Perusahaan harus beradaptasi dan mengkaji kembali kebijakan, praktik kerja karyawan dan lingkungan kerja mereka untuk mendukung karyawan mereka, serta menarik dan mempertahankan talenta baru dengan standar terkini.  

Meeting yang dilakukan terus-menerus menjadi tantangan selanjutnya, kegiatan yang membuat banyak pekerja merasa bahwa mereka bekerja jauh lebih lama di era hybrid saat ini dibanding era sebelumnya. Banyak orang juga merasa kurang akrab dengan rekan-rekan mereka dan khawatir bahwa hal tersebut akan memengaruhi peluang karir mereka ketika mereka jarang berada di kantor secara fisik. 

Ilustrasi Gaya Hidup Hybrid

Kolaborasi menjadi tantangan di era hybrid working. Perusahaan-perusahaan teknologi di dunia tengah mendorong solusi inovatif terbaik bagi perusaahan yang mengadopsi lingkungan kerja daring dan tatap muka. Meski begitu, pengembangan tidak hanya berlaku untuk teknologi, tetapi juga ekosistem di sekitarnya seperti pemerintah, perusahaan, dan pekerja.  Selain koneksi internet yang stabil, akses pada sumber daya yang dibutuhkan, dan komunikasi yang jelas, pekerja juga membutuhkan teknologi yang benar-benar memudahkan mereka untuk bekerja sama dengan rekan kerja dan klien mereka.

BACA JUGA:  Peran Pengajar Sebarkan Keamanan Siber Masih Rendah

Salah satu cara terbaik untuk memaksimalkan kedekatan antara rekan kerja dari berbagai lokasi berbeda adalah dengan memfasilitasi tiap karyawan untuk terhubung dengan mudah. Perusahaan bisa menyediakan perangkat kerja kelas profesional bagi karyawan mereka seperti perangkat konferensi video untuk meningkatkan kolaborasi tim dan mendukung pengalaman kerja dari rumah. 

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan dengan semakin banyaknya karyawan yang bekerja dari mana saja, antara lain adalah mengatasi kebutuhan akan keamanan siber. Perusahaan harus memastikan bahwa teknologi yang mereka gunakan siap untuk menghadapi ancaman siber di masa mendatang. Bekerja di luar kantor juga terbukti produktif dan efektif, dan tampak jelas bahwa bekerja secara hybrid akan menjadi tren kerja masa depan.

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan perusahaan adalah mencari cara untuk memanfaatkan perangkat teknologi untuk kerja sama tim dalam operasional bisnis mereka. Mulai dari perangkat kolaborasi video, infrastruktur jaringan, hingga aturan kerja baru, perusahaan perlu mulai membangun ekosistem kerja hybrid yang kuat, yang bisa mewujudkan kolaborasi setara dan inklusif antara karyawan.

Tags: LogitechLogitech Indonesia
Previous Post

Gencar Ekspansi, Kargo Tech Proyeksi Pertumbuhan Hingga 3.000 Kontainer Per Bulan

Next Post

Lenovo Legion 5i Pro Dukung Produktivitas untuk Gamer dan Content Creator

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meluncur di Indonesia, Laptop Berotak Intel Core Ultra Series 3 Sajikan Performa AI PC Generasi Berikutnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Luncurkan Program Doktor Akuntansi, BINUS Siapkan Pemimpin Riset dan Transformasi Bisnis di Era AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Indo Intertex 2026, Menperin Dorong Industri TPT Tingkatkan Adopsi Teknologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamatkan Hiu Paus Dengan Main Game Ocean Buddy di Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto