Pelaku ekonomi kreatif dan UMKM perlu menyesuaikan era digitalisasi dengan melakukan pemasaran produk melalui e-commerce dan pembayaran menggunakan QRIS.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung menyatakan ada tiga hal yang perlu dijadikan perhatian guna memaksimalkan potensi sektor pariwisata dan UMKM terhadap perekonomian.
Pertama, urgensi afirmasi keberpihakan terhadap produk dalam negeri, termasuk UMKM serta wisata dalam negeri yang perlu dimaksimalkan.
“Penyediaan dan penggunaan e-katalog UMKM dalam mendukung proses pengadaan harus kita tingkatkan. Tentu saja kualitas dan kuantitas yang diperlukan harus menjadi perhatian kita bersama, secara sinergi harus kita lakukan,” kata Juda dalam acara Saprahan Khatulistiwa 2022, Senin, 04/07/2022.
Kedua, sinergi dan kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong pelaku kreatif dan UMKM unggulan di masing-masing daerah meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan meningkatkan kreativitas dalam menghasilkan karya kreatif yang dapat menarik pasar baik dalam negeri maupun luar negeri.
Bersama 46 kantor perwakilan dalam negeri di seluruh Indonesia, BI berkomitmen mendukung pemerintah menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata Indonesia sebagai upaya mendorong UMKM maupun sektor pariwisata tanah air.
Ketiga, pelaku ekonomi kreatif dan UMKM perlu menyesuaikan era digitalisasi sehingga bisa melakukan pemasaran produk melalui e-commerce di domestik maupun ekspor.
“Pembayaran juga sekarang kita terus dorong QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) di seluruh Indonesia dan saat ini sudah di atas 20 juta merchant yang gunakan ini,” tutupnya.














