Selain mempercepat pembangunan infrastruktur digital untuk mengoptimalkan digitalisasi bisnis pelaku UMKM dan Pariwisata, pemerintah juga menyiapkan ekosistem dan SDM digital.
“Secara simultan harus dilakukan. Berbagai upaya akselerasi digitalisasi bagi sektor UMKM dan pariwisata telah, sedang, dan akan terus dilakukan diantaranya melalui UMKM digital onboarding, program adopsi teknologi digital 4.0 bagi UMKM, serta ekosistem digital sektor pariwisata,” jelas ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam Webinar Inovasi Digitalisasi Ekosistem Sektor UMKM dan Pariwisata Daerah Pascapandemi,” dari Jakarta Pusat, Kamis (07/07/2022).
Menurut Menkominfo, melalui program tersebut, Kementerian Kominfo menyediakan berbagai pelatihan kewirausahaan digital untuk pelaku UMKM dan pariwisata agar lebih mengoptimalkan teknologi digital. “Untuk menjadi lebih digitally mature dan dapat memanfaatkan perform digital sebagai strategi pengembangan dan pemasaran usaha mereka,” tandasnya.
Hingga saat ini, sebanyak 18,5 juta UMKM telah memanfaatkan platform digital. Bahkan, selama pandemi dari Mei 2020 sampai dengan Februari 2022, tercatat 9,9 juta UMKM yang memanfaatkan platform digital seiring penerapan Kebijakan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).
“Kita bersama-sama menargetkan 30 juta UMKM Indonesia terhubung ke platform digital di akhir tahun 2024 atau di akhir periode Pemerintahan Kabinet Indonesia Maju Indonesia,” tegas Menteri Johnny.
Baca: Pembangunan Konektivitas untuk Optimalkan Digitalisasi UMKM dan Pariwisata
Terapkan Langkah Afirmasi
Pemerintah juga telah mengeluarkan berbagai paket kebijakan dan stimulus untuk mendorong pemilihan ekonomi nasional. Mulai dari Gernas BBI dan Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia (GBBI), aksi afirmasi membeli produk dalam negeri, pengembangan lima daerah pariwisata super prioritas serta berbagai stimulus pemulihan ekonomi nasional untuk sektor UMKM dan pariwisata.
“Agar platform e-Commerce di Indonesia dipenuhi oleh produk-produk dalam negeri. Seharusnya UMKM Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Bapak Presiden Joko Widodo pun telah menetapkan kebijakan afirmasi penggunaan produk dalam negeri melalui belanja pemerintah pusat dan daerah,” ungkap Menkominfo.
Menteri Johnny menyatakan pemerintah setidaknya harus mengalokasikan 10% anggaran belanja bagi produk UMKM dalam negeri pada tahun anggaran 2022. “Demikian halnya alokasi belanja BUMN dan BUMD atas produk-produk nasional,” ujarnya.
Menkominfo pun mengajak sektor swasta mengambil langkah afirmasi yang sama dengan belanja produk UMKM nasional. “Kita perlu mendorong agar sektor privat nasional juga melakukan langkah afirmasi yang sama, sehingga UMKM nasional kita menjadi tuan di dalam negeri sendiri, menjadi pelaku utama sektor bisnis dan industri di dalam negeri sendiri,” harapnya.














