PT Telkomsel dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ingin menjangkau sedikitnya 114 juta gamer mobile Indonesia melalui Majamojo dengan harapan inovasi tersebut dapat menjadikan Indonesia sebagai pelaku utama industri game mobile di Indonesia dan Asia Tenggara.
Majamojo yang dibentuk sejak Januari 2022 merupakan perusahaan patungan (Joint Venture/JV) Telkomsel melalui INDICO dan GOTO melalui PT Aplikasi Multimedia Anak Bangsa (AMAB). Sejak berdiri, peran strategis perusahaan itu langsung diarahkan untuk merambah dan memimpin pasar game yang terus berkembang yang sejauh ini masih didominasi produsen game asing.
“Majamojo sangat strategis dalam membuka jalan bagi industri game Indonesia menang di pasar sendiri. Saat ini, belum ada publisher game di Indonesia yang berfokus pada game lokal, dan ini opportunity yang besar,” kata Presiden Asosiasi Games Indonesia (AGI) Cipto Adiguna dalam siaran pers, Senin, 11/07/2022.
Cipto menyambut antusias dan optimistis kehadiran Majamojo bisa berdampak positif kepada industri. Terlebih didukung dua perusahaan besar yang memiliki keunikan serta kekuatannya masing-masing yaitu Telkomsel dan GOTO.
Baca: Game Online Juga Dipungut Pajak, Lho!
“Dalam jangka pendek, baik Telkomsel maupun GOTO bisa mengoptimalkan teknologi mereka untuk dapat meraih benefit dari game-game yang mereka publish sendiri di Indonesia. Misalnya, sistem payment GoTo yaitu GoPay sebagai sistem pembayaran di games yang mereka publish,” ungkapnya.
Kekuatan lainnya adalah tentang basis pengguna Telkomsel yang akan dipadukan dengan kekuatan ekosistem di GOTO. Bagi Telkomsel, implementasi nilai kolaborasi dengan GOTO ini akan menciptakan tambahan pendapatan bisnis digital dari perusahaan di bawah naungan PT Telkom (Persero) Tbk itu.
“User base (basis pengguna) dari kedua perusahaan ini juga melek digital dan sangat sesuai dengan daya tarik game. Apabila mereka (Telkomsel dan GOTO) mengonversi para pengguna masing-masing ke game, mereka sudah memiliki market besar yang bisa diakses,” Cipto mengungkapkan.
Ditambah lagi fakta bahwa Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara yang membukukan pertumbuhan tertinggi dalam hal jumlah unduhan mobile game di App Store dan Google Play. Jumlah unduhan games meningkat 26 persen dan mencapai 790 juta pada kuartal I 2021.
Data dari riset yang sama mencatat, Indonesia menghabiskan 8,54 jam per minggu untuk bermain games. Angka ini lebih tinggi daripada rata-rata di dunia yaitu 8,45 jam per minggu. Durasi bermain game itu menempatkan Indonesia di urutan keempat setelah China, Vietnam, dan India.
Baca: Melon Indonesia Dorong Perkembangan Industri Game Lokal














