Jakarta, Itech- PT Global Rooms Indonesia (Nida Rooms), start up “virtual hotel operator” (VHO) Global yang terbesar di Asia Tenggara mengumumkan penerimaan dukungan investasi sebesar US$ 4,2 juta pada pelaksanaan pendanaan fase kedua yang dipimpin oleh dua leading venture capital firms di Asia, Convergence Venture dan CyberAgent Venture, serta difasilitasi oleh penasihat independen dan firma investasi Emergebridge.
Chief Executive Office (CEO) dan Co-Founder NIDA Rooms Kaneswaran Avili menjelaskan, dukungan dana tersebut akan dipergunakan Nida Rooms untuk terus melakukan pengembangan bisnisnya di Indonesia serta untuk meningkatkan pangsa pasarnya secara agresif di Asia Tenggara.
Penerimaan dukungan investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama pendanaan oleh Chief Executive Office (CEO) dan Co-Founder NIDA Rooms Kaneswaran Avili dengan Managing Partner Convergence Ventur, Adrian M. Li dan Direktur CyberAgent Venture Steven Vanadadi Jakarta, Rabu (27/4). Dukungan dua venture capitals tersebut kepada NIDA Rooms tersebut merupakan bentuk kepercayaan terhadap prospek dan bisnis perusahaan.
Dijelaskan, pemberian dukungan tersebut menunjukkan bahwa komitmen NIDA untuk menghadirkan solusi terhadap tantangan yang dihadapi industri perhotelan -terutama berkaitan dengan rendahnya tingkat okupansi maupun harga rata-rata kamar hotel- dengan menyediakan akomodasi berkualitas di lokasi strategis dengan harga yang terjangkau kini diakui oleh para investor global. Saat ini, NIDA Rooms telah menyelesaikan fase pertama pengembangan bisnisnya dengan bekerja sama dan mem-branding sebanyak 3,500 hotel di empat negara serta mengintegrasikan kegiatan pemasaran dengan berbagai Online Travel Agents (OTAs) di seluruh dunia.
“Penandatanganan kerjasama ini merupakan salah satu tonggak penting dalam upaya pengembangan bisnis NIDA Rooms ke depannya. Kami menargetkan untuk menggandeng sebanyak 7,500 mitra hotel hingga akhir tahun ini sembari terus fokus untuk meningkatkan layanan sebagai bagian dari upaya kami dalam menghadirkan pengalaman yang bernilai tambah bagi kepada konsumen,” ujarnya.
Sementara itu, Managing Partner Convergence Venture Adrian M. Li mengatakan, dukungan yang diberikan kepada Nida Rooms tidak terlepas dari potensi pertumbuhan bisnis NIDA Rooms ke depannya.
Selain itu, NIDA Rooms juga dipimpin oleh tim yang kuat dan berpengalaman dalam menjalankan bisnis model baru yang dikembangkan secara khusus untuk memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi oleh para budget-traveler di dunia.
Adapun Direktur CyberAgent Venture Steven Vanada menilai, budget travel merupakan sektor bisnis yang tengah berkembang pesat dan nilainya mencapai multi-miliaran dollar, sehingga model bisnis ini memiliki potensi pasar yang sangat besar. “Jika kita melihat model bisnis LCC, mereka telah mencapai pertumbuhan yang sangat pesat dalam satu dekade terakhir, dan kami optimistis hanya tinggalmenunggu waktu hal yang sama akan terjadi pada sektor budget hotel,” ujarnya.
Terlepas dari prospek bisnis yang menjadikannya sebagai investasi yang baik, NIDA Rooms dipimpin oleh dua profesional yang memiliki pengalaman ekstensif di industri budget travel, yaitu Chairman dan Co-Founder Dennis Melka, serta Kaneswaran Avili. “Kami percaya Melka dan Avili bersama-sama dengan tim mereka merupakan orang yang tepat untuk menjalankan bisnis ini,” tambahnya.
Saat ini Nida Rooms telah menggandeng sekitar 1000 hotel di berbagai kota di Indonesia, dan pada akhir tahun 2016 Nida Rooms menargetkan untuk bekerja sama dengan 2000 hotel di Indonesia.
Nida Rooms diperkenalkan di Indonesia sejak 9 September 2015 dan resmi memiliki badan hukum sejak Desember 2015. Ide membuat bisnis model Nida Rooms tercetus berdasarkan pengalaman pribadi, dimana pada saat itu sangat sulit menemukan hotel yang menawarkan layanan maksimal dengan harga yang terjangkau di Asia Tenggara.
Oleh karenanya, selain di Indonesia, Nida Rooms juga mengembangkan usahanya di Thailand, Filiphina, dan Malaysia. Segmen yang dibidik Nida Rooms adalah para budget travellers, backpackers, youth travellers, dan short-business travellers. Layanan Nida Rooms sangat mengutamakan aspek-aspek best location, best quality dan best price. Saat ini, dari 1000 hotel yang digandeng Nida Rooms telah tersebar di berbagai kota di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Jumlah tersebut setara dengan 5000 inventori kamar yang telah dicapai dalam periode 7 bulan saja.
Selain itu, Nida Rooms saat ini telah melebarkan sayapnya/expanding ke berbagai destinasi di Indonesia dan di Asia Pacific dengan tujuan menjadi VHO terbesar bukan hanya di Indonesia namun juga di asia Pacific, salah satunya adalah di Malaysia, Nida Rooms telah menggandeng 603 hotel, di Thailand 1.162 hotel, dan Filiphina 119 hotel. Dalam waktu dekat ini, Nida Rooms juga akan mengembangkan usahanya di Vietnam. (red/ju)














