Presidensi G20 Indonesia menggelar G20 Digital Innovation Network (DIN) sebagai side event rangkaian pertemuan Digital Economy Working Group (DEWG). Lewat G20 DIN, delegasi anggota G20 dan undangan akan mengambil bagian dalam memecahkan masalah inovasi dan teknologi paling mendesak di dunia setelah pandemi. Forum ini akan memfasilitasi multistakeholder untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, dan ide berkaitan dengan digitalisasi.
Kementerian Kominfo mengharapkan Forum G20 DIN akan dapat menjadi semua pihak berkumpul untuk membangun dunia yang lebih baik dengan solusi digital. “Jadi, dengan adanya forum ini kami mengajukan tawaran untuk kebangkitan ekonomi digital sebagai salah satu langkah pemulihan pasca-covid-19 dan seterusnya,” tandas ujar Direkur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, dalam Welcoming Reception G20 DIN, di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (02/09/2022) malam
Secara khusus, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menekankan arti penting mengambil langkah kolaborasi selanjutnya setelah pandemi Covid-19. Menurutnya, Forum G20 DIN akan menjadi wahana untuk mengingatkan dan mencerahkan mengenai tantangan yang akan dihadapi pascapandemi.
“Berbagai pemangku kepentingan di industri digital akan berbicara tentang berbagai topik. Tidak hanya untuk berbagi pelajaran/pengalaman, tetapi juga untuk mencerahkan kita tentang hal-hal berikutnya yang harus kita persiapkan setelah pandemi,” jelasnya.
Dalam G20 DIN yang pertama kali digelar, Kementerian Kominfo menghadirkan lima startup dari negara anggota G20 dan tamu undangan untuk menampilkan inovasi yang telah diterapkan di pasar mereka.
“Saya yakin, hadirnya berbagai pemain kunci inovasi dalam forum ini akan memberikan kita ide dan inovasi baru yang akan mendorong terobosan-terobosan di masa depan,” katanya.














