Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka peluang untuk membawa PLN ICON+ go public atau Initial Public Offering (IPO). Langkah ini mungkin dilakukan pasca restrukturisasi pembentukan holding dan subholding di PLN.
“Dimungkinkan (untuk IPO) terutama yang ICON+ dan Beyond kWh,” ungkap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat Konferensi Pers di Kantor Pusat PLN, Rabu (21/09/2022).
Menteri BUMN menjelaskan, kehadiran Subholding PLN ICON+ bertujuan mengkonsolidasikan bisnis PLN di luar kelistrikan.
Terlebih, sejumlah riset mengungkapkan ekonomi digital memiliki potensi untuk bertumbuh dengan nilai mencapai Rp 4.800 triliun pada 2030 mendatang. Untuk itu, salah satu bisnis jaringan kabel yang sudah dilakukan PLN berpotensi memperoleh manfaat dari pertumbuhan ekonomi digital itu ke depannya.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, Subholding ICON+ akan mengkonsolidasikan bisnis Beyond kWh milik PLN. “Layanan internet, PLN market place, EV Charging, baterai swap, dan super app kami New PLN Mobile sebagai ujung tombaknya.”
Baca: PLN Gandeng Kominfo dan BSSN Lakukan Penanganan Dugaan Data Pelanggan yang Beredar di Internet













