ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Data Sintetis Bukan Solusi Ampuh untuk Privasi, Tetapi Semakin Praktis untuk Mendukung AI Enterprise

Fauzi
27 January 2026 | 16:50
rubrik: Expert
Jadi Kebutuhan, Perusahaan Mulai Hitung Dampak Bisnis dari Adopsi AI

Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Cloudera Indonesia

Seiring semakin terintegrasinya AI ke dalam operasional sehari-hari, perusahaan-perusahaan memasukkan data yang semakin besar ke dalam model-model AI. Large language models (LLM) sekarang umum digunakan dalam layanan pelanggan, analitik, produktivitas developer, dan manajemen pengetahuan. Agen AI menambah lapisan baru, yaitu sistem yang mampu mengambil informasi, melakukan penalaran berdasarkan informasi tersebut, dan mengambil tindakan di berbagai tools dan alur kerja.

Situasi ini menghadirkan kenyataan yang kurang nyaman bagi konsumen. Data yang paling berharga untuk meningkatkan kinerja AI sering kali merupakan data yang paling sensitif. Transkrip layanan pelanggan, catatan kasus, riwayat transaksi, serta log operasional seringkali memuat personally identifiable information (PII), atribut yang sangat dilindungi oleh regulasi, atau konteks bisnis yang bersifat rahasia. Sekalipun ada niat yang kuat untuk melindungi privasi, hal-hal yang sensitif bisa saja bocor ke dalam kumpulan data pelatihan, set evaluasi, atau pustaka prompt untuk AI, terutama ketika tim bergerak cepat dalam membangun dan meningkatkan berbagai kasus penggunaan AI.

Kegagalan organisasi dalam melindungi data sensitif pelanggan kini dapat menimbulkan konsekuensi yang serius. Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi di Indonesia, yang telah sepenuhnya diberlakukan sejak Oktober 2024, menetapkan sanksi administratif dan pidana yang berat untuk pelanggaran data.

Inilah alasan mengapa data sintetis kembali mendapatkan perhatian. Sederhananya, data sintetis adalah data yang dihasilkan secara algoritmik untuk mewakili pola-pola utama dalam dataset nyata tanpa mereplikasi rekaman data yang sebenarnya. Secara teoritis, pendekatan ini membuka peluang untuk mempercepat pengembangan AI dengan mengurangi paparan terhadap informasi yang sangat sensitif. Pertanyaannya, apakah data sintetis benar-benar menghilangkan risiko, atau sekadar memindahkannya?

Mengapa risiko privasi meningkat di era LLM dan agen AI
Alur kerja analitik tradisional umumnya memiliki batasan yang lebih jelas: data dikurasi, diagregasi, di-masking, dan digunakan untuk tujuan tertentu. Namun, pengembangan berbasis LLM mengaburkan batasan-batasan tersebut. Banyak input yang tidak terstruktur, konten sensitif tersembunyi di dalam teks yang tampak tidak berbahaya, dan proses evaluasi semakin bergantung pada kumpulan data pengujian yang besar dan beragam. Agen AI memperluas permukaan risiko karena memiliki akses langsung ke berbagai sistem data. Seringkali, data pribadi terdapat di dalam sistem ini tanpa pola yang jelas ketika organisasi tidak memiliki visibilitas atas data mereka.

BACA JUGA:  F5 Kenalkan AI Gateway, Ini Sederet Manfaat yang Ditawarkan

Ketika perusahaan-perusahaan memperluas inisiatif AI, mereka membutuhkan data dalam volume besar untuk melakukan fine tuning yang terawasi, pengujian, dan iterasi. Namun, banyak proyek yang menjanjikan justru melambat karena tim tidak dapat membagikan atau menggunakan data tersebut secara aman untuk membuat model yang dapat diandalkan.

Apakah data sintetis merupakan alternatif yang dapat diandalkan oleh perusahaan?

Sayangnya, data sintetis bukanlah ‘obat mujarab’. Proses pembuatan dataset sintetis yang kurang baik, berisiko membocorkan informasi sensitif, terutama jika mempertahankan kombinasi atribut langka atau terlalu menyerupai contoh nyata. Di sisi lain, data sintetis juga dapat gagal bila terlalu “bersih”, terlalu generik, atau terlalu seragam. Model yang dilatih dengan data semacam itu mungkin tampil baik dalam pengujian terkontrol, tetapi sulit diterapkan di lingkungan nyata.

Pendekatan yang lebih realistis adalah memposisikan data sintetis sebagai tool untuk mengurangi risiko. Jika dikelola secara disiplin, data sintetis dapat menurunkan risiko kebocoran data pribadi sekaligus memungkinkan pengembangan dan evaluasi model tetap berjalan. Pendekatan ini juga menjawab kendala praktis yang umum dihadapi, yaitu banyak organisasi kekurangan data pelatihan berkualitas tinggi untuk memulai, bahkan sebelum aspek privasi menjadi pertimbangan.

Cara data sintetis modern dihasilkan telah berkembang melampaui dataset tabular sederhana untuk keperluan pengujian. Saat ini, perusahaan-perusahaan dapat menghasilkan data instruksi sintetis, dialog sintetis, tiket insiden sintetis, dan tanya-jawab sintetis, yang mencerminkan struktur alur kerja nyata tanpa bergantung pada catatan data mentah. Pendekatan ini menjadi sangat relevan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan AI sebagai berikut:

1.Fine-tuning yang terawasi dan adaptasi domain
Perusahaan-perusahaan kerap menginginkan model yang beroperasi sesuai domain spesifik, dengan menggunakan terminologi internal, aturan kebijakan, struktur katalog produk, serta logika eskalasi. Fine-tuning dapat membantu mencapai tujuan tersebut, namun contoh pelatihan yang dibutuhkan sering kali bersifat sensitif. Dataset sintetis dapat menyediakan prompt–response yang lebih aman serta mencerminkan pola niat dan format task yang sebenarnya, sembari mengurangi ketergantungan pada data aktual pelanggan atau karyawan.

BACA JUGA:  Jalan Menuju Profitabilitas Dimulai dari Pengelolaan Data yang Baik

2.Evaluasi model AI dalam skala besar
Hambatan utama dalam program AI enterprise kerap muncul pada tahap evaluasi. Tim perlu menguji model dalam berbagai skenario, mulai dari pertanyaan rutin, edge case, mode kegagalan, hingga topik yang sensitif terkait kepatuhan pada regulasi. Penciptaan task-task sintetis membantu membangun rangkaian evaluasi yang luas dan konsisten dengan lebih cepat dibandingkan metode manual. Jika dilakukan dengan baik, pendekatan ini meningkatkan kepercayaan terhadap perilaku model sebelum diterapkan ke lingkungan produksi, dan mengurangi kebutuhan untuk menangani dataset mentah yang sensitif selama pengujian.

3.Kurasi data khusus untuk RAG dan agen AI
Alur kerja retrieval-augmented generation (RAG) dan agen sangat bergantung pada kualitas basis pengetahuan dan prompt pengujian. Data sintetis membantu menghasilkan kueri-kueri yang realistis, variasi pertanyaan, dan interaksi multi-turn untuk melakukan stress-test terhadap perilaku retrieval dan penggunaan tools. Pendekatan ini mengurangi frekuensi penggunaan percakapan nyata yang sensitif sebagai input.

Tools seperti Cloudera Synthetic Data Studio mencerminkan pergeseran menuju operasionalisasi penciptaan data sintetis sebagai bagian dari siklus hidup AI. Pendekatan ini mendukung pembuatan dataset sintetis dalam skala besar untuk keperluan fine-tuning, alignment, distillation, serta kurasi data khusus.

Apa yang membuat data sintetis “aman bagi privasi” dalam praktiknya

Agar efektif menurunkan risiko privasi, data sintetis harus diperlakukan sebagai disiplin engineering yang dilengkapi dengan kontrol yang jelas, bukan sekadar solusi darurat di menit terakhir. Agar bisa berhasil, organisasi perlu terlebih dahulu menentukan tujuan penggunaan dataset tersebut, apakah untuk pelatihan, evaluasi, red-teaming, atau pengujian sistem. Target kegunaan (utilitas) akan menentukan cara data dihasilkan. Selain itu, sejumlah pengaman atau guardrails lain juga perlu diterapkan, antara lain:

  • Organisasi perlu menerapkan prinsip data minimisation dan melakukan generalisasi pada data granular untuk menghilangkan area sensitif dan nilai ekstrem (outlier) yang tidak diperlukan, dan mengurangi scope sebelum proses penciptaan data dimulai.
  • Perlu dilakukan penilaian apakah data sintetis mempertahankan pola-pola yang dibutuhkan untuk kinerja model, bukan sekadar terlihat realistis.
  • Melakukan pemeriksaan terhadap risiko memorisasi (memorization) serta keberadaan contoh yang terlalu unik atau mudah direkonstruksi kembali, juga menjadi langkah penting.
  • Seluruh proses perlu didokumentasikan, mencakup apa yang dihasilkan, metode yang digunakan, serta tujuan pemanfaatannya. Dokumentasi ini penting untuk mendukung tata kelola dan keterlacakan (traceability), terutama di lingkungan yang diawasi ketat oleh regulasi.
BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2024: Berikut, Sasaran Strategis di IT Master Plan Bank Nagari

Data sintetis bukanlah pengganti universal bagi data nyata, dan tidak menghilangkan perlunya tata kelola. Dalam praktiknya, membuat data sintetis yang berguna sekaligus aman merupakan tantangan operasional. Tim memerlukan lingkungan yang mampu menghasilkan dataset sintetis dalam skala besar, mengaitkannya dengan task AI tertentu (seperti fine-tuning atau evaluasi), serta menerapkan kontrol tata kelola agar output dapat digunakan dengan penuh keyakinan di seluruh organisasi. Secara keseluruhan, nilai terbesar data sintetis terletak pada pengembangan model machine learning tradisional di lingkungan yang ketersediaan datanya terbatas atau tidak seimbang.

Ketika perusahaan memperluas penerapan LLM dan agen AI, data sintetis semakin menjadi jalur yang praktis untuk mengurangi ketergantungan pada data pribadi yang sensitif. Kondisi ini menegaskan pentingnya platform data dan AI terpadu yang memiliki tata kelola yang kuat, sehingga tim mampu mengoperasionalkan penciptaan data sintetis dan validasinya sebagai bagian dari siklus hidup AI secara end-to-end. Dengan begitu, inovasi dapat didorong dengan lebih cepat tanpa meningkatkan risiko terhadap privasi.

Tags: AIClouderaGenerative AI
Previous Post

Jawab Tantangan Era AI, Terralogiq Gabungkan Kekuatan Google Cloud AI dan Location Intelligence

Next Post

Gubernur Pramono Resmikan Primaya Hospital Kelapa Gading, Harapkan Layanan Kesehatan Berstandar Internasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Estonia Tawarkan Solusi Smart Port dan Cybersecurity: Peluang Baru untuk Ekosistem Digital Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Cek Plat Nomor Kendaraan Atas Nama Siapa, Lewat Aplikasi dan Website

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Digital Edge Bangun CGK Campus, Pusat Data Hyperscale 500MW di Bekasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Umumkan Core Compute Regions Baru, Jaringan Cloud Akamai Paling Tersebar di Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

pabrik-miliarder-2025-perusahaan-cetak-kekayaan-triliunan

Pabrik Miliarder 2025 Terungkap! 8 Perusahaan Ini Cetak Kekayaan Triliunan dalam Sekejap

Teguh Imam Suyudi
27 December 2025 | 17:00

Reli pasar saham Amerika Serikat yang menembus rekor tertinggi sepanjang masa melahirkan fenomena baru di dunia bisnis global. Sejumlah perusahaan...

ashjari-cto-nutanix-apj

Cari Tahu Rahasia Sukses: Daryush Ashjari Jabat CTO Nutanix APJ!

Teguh Imam Suyudi
9 December 2025 | 17:00

Pada November 2024, Nutanix (NASDAQ: NTNX) mengumumkan ekspansi peran strategis Daryush Ashjari untuk memegang jabatan Chief Technology Officer (CTO) untuk kawasan Asia Pasifik...

EXPERT

Jadi Kebutuhan, Perusahaan Mulai Hitung Dampak Bisnis dari Adopsi AI

Data Sintetis Bukan Solusi Ampuh untuk Privasi, Tetapi Semakin Praktis untuk Mendukung AI Enterprise

Fauzi
27 January 2026 | 16:50

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Cloudera Indonesia Seiring semakin terintegrasinya AI ke dalam operasional sehari-hari, perusahaan-perusahaan memasukkan data yang semakin...

Mengamankan Ambisi Digital Asia Pasifik: Ancaman Kuantum, Titik Rawan AI dan Perlombaan Menuju Ketahanan

Mengamankan Ambisi Digital Asia Pasifik: Ancaman Kuantum, Titik Rawan AI dan Perlombaan Menuju Ketahanan

Fauzi
5 January 2026 | 14:59

Oleh: Surung Sinamo, Country Manager, F5 Indonesia Di seluruh kawasan Asia Pasifik (APAC), tahun 2026 tampaknya akan menjadi tahun yang...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto