Ayoconnect, platform Open Finance terbesar di Asia Tenggara, resmi membuka kantor barunya yang beralamat di Gedung Binakarsa, Kuningan. Ayoconnect menerapkan sistem remote working. Artinya, karyawan bebas untuk memilih dimanapun mereka ingin bekerja, di kota mana pun, dan di negara mana pun.
“Kantor baru yang disebut sebagai ConnectLounge ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk saling bersinergi, baik untuk tim internal maupun dari berbagai industri dalam mendukung akselerasi ekonomi digital di Indonesia sebagai misi bersama,” kata Jakob Rost, Founder dan CEO Ayoconnect, dalam peresmian kantor baru tersebut, di Jakarta, 07/10/2022.
Menurut Kementerian Keuangan Republik Indonesia, kerangka ekonomi digital sangat penting karena potensi ekonomi digital di Indonesia sangat besar. Berdasarkan riset dari Google, Temasek dan Bain & Bain Company nilai ekonomi digital Indonesia akan mencapai USD146 miliar pada tahun 2025, atau tertinggi di Asia Tenggara. Potensi ekonomi digital masih terus berkembang dan nilainya diperkirakan melonjak hingga US$146 miliar pada tahun 2025.
Baca: Dorong Inklusi Keuangan di Indonesia, Mastercard Gandeng Ayoconnect

Dalam hal Open Finance, riset dari Accenture menyatakan implementasi Open Finance melalui penggunaan API akan meningkat sebesar 50% dalam tiga sampai lima tahun ke depan dan dapat membuka potensi pendapatan hingga US$416 miliar untuk industri jasa keuangan secara global.
Baca: Gencarkan Inklusi Keuangan, BRI Perluas Kerja Sama dengan Ayoconnect
Sebagai regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengembangkan pedoman progresif di ruang fintech dan merilis cetak biru Sistem Pembayaran Terintegrasi 2025. Bank Indonesia (BI) juga merilis spesifikasi Open API yang terdiri dari data, teknis, keamanan dan standar tata kelola untuk memungkinkan kerangka kerja berbagi data yang lebih lancar.
Jakob Rost, Founder dan CEO Ayoconnect menambahkan, “Dengan dukungan dari pemerintah, tentunya peluang untuk saling bersinergi antar industri semakin memungkinkan. Regulasi keamanan data dan bertransaksi juga sudah memadai. Sehingga, proses adopsi Open Finance di Indonesia diharapkan bisa lebih cepat untuk mendukung akselerasi ekonomi nasional.
Teknologi Open Finance merupakan salah satu jalan kolaborasi yang dapat ditempuh pelaku industri jasa keuangan di Indonesia untuk mengakselerasi inklusi keuangan dan menumbuhkan ekonomi digital.
“Ke depannya, kami akan terus menggandeng lebih banyak institusi untuk bergabung dalam jaringan API Ayoconnect dan berkontribusi dalam kemajuan ekonomi nasional. Pengenalan dan edukasi mengenai Open Finance kepada masyarakat luas tentunya juga akan kami inisiasi untuk mempercepat adopsi teknologi Open Finance di ekosistem industri keuangan Indonesia,” tutup Jakob.
Baca: Ayoconnect Raih Pendanaan Pra-Seri B Senilai US$ 10 juta














