Reporter: Agus Haryanto
Editor: Teguh IS.
Sebagai bagian dari upaya mewujudkan transformasi digital pemerintahan di Indonesia, atau e-Gov, Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus merealisasikan program smart city. Caranya, menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di kota tersebut.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan Arrahmaan Pane saat sesi Penjurian ajang TOP Digital Awards 2022 yang diselenggarakan majalah It Works, secara daring, Senin (17/10/2022).
Membawakan materi presentasi berjudul “Smart City Kolaborasi Membangun Kota Medan”, ia menegaskan kolaborasi itu tercermin dengan telah terintegrasinya seluruh sistem dan aplikasi yang ada di Pemerintah Kota Medan.
“Saat ini, seluruh sistem dan aplikasi yang ada di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Medan sudah terintegrasi dan tersimpan dengan rapi di data center,” kata Arrahmaan Pane.
Diskominfo Kota Medan pun memiliki command center untuk lebih mengoptimalkan penerapan aplikasi untuk kepentingan publik dan dimatangkan dengan sistem penyimpanan data yang lebih besar.
“Aplikasi yang ada di Pemerintah Kota Medan, sudah terintegrasi di Diskominfo Kota Medan. Kami juga sudah ada web untuk smart city. Untuk di Kota Medan, kita sudah mempunyai data center. Semua data yang dari dinas, aplikasinya itu disimpan di data center. Untuk melihatnya kami ada command center,” jelasnya kepada dewan juri.
Dia lalu mencontohkan, bagaimana sistem command center dapat digunakan untuk mendapatkan informasi, salah satunya kondisi ruas jalan di titik tertentu dan langsung terintegrasi dengan sistem yang ada Diskominfo.
“Seperti Dinas Perhubungan itu ada CCTV-nya. Di Command Center, kita bisa melihat arus jalan yang ada di Kota Medan. Sudah kita integrasikan dengan Dishub dan Diskominfo, yang difokuskan di command center. Jadi untuk semua aplikasi itu sudah fokus di Diskominfo pengendaliannya,” tutur Arrahmaan Pane.
Baca: Pemkot Medan Luncurkan Aplikasi Smart City
Langkah lebih lanjut, semua OPD telah diingatkan apabila ingin membuat aplikasi harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Diskominfo Kota Medan. “Apabila suatu dinas ingin membuat aplikasi, mereka harus berkoordinasi dengan kita, sehingga bisa kita tampilkan di web masing-masing agar sesuai dengan spesifikasi dan server yang ada di Diskominfo,” ujar dia.
Lebih jauh, Arrahmaan Pane memaparkan bahwa Diskominfo Kota Medan memiliki enam pilar untuk pelaksanaan program smart city, yaitu: smart gorvernance, smart branding, smart economy, smart society, smart environment, dan smart living.
Penghematan dengan Manfaatkan Cloud dan Pengelolaan Internet Terpusat
“Saat ini, penyimpanan dari aplikasi-aplikasi yang ada di OPD Pemkot Medan masih menggunakan server di data center. Guna meminimalisir kendala penyimpanan ke depannya, karena potensi semakin besarnya volume data, kami tengah merancang program penyimpanan data yang berbasis cloud. Jadi lebih besar muatan untuk penyimpanannya dan lebih hemat” ungkapnya.
Bukan itu saja pelaksanaan smart city di Kota Medan. Di tahun 2023, pengelolaan seluruh internet dan bandwidth yang ada di OPD akan diserahkan ke Diskominfo. Kemudian, Diskominfo akan membagikan jaringan internet sesuai dengan kebutuhan masing-masing OPD.
“Karena dengan hitungan yang ada, penghematan anggaran untuk internet itu luar biasa. Contohnya tahun ini, kami menggunakan anggaran untuk satu Kota Medan itu ada Rp 25 miliar untuk internet, dan tahun depan kita menganggarkan Rp 22 miliar. Tapi kami sudah menambah untuk jaringan SD, SMP, taman-taman yang akan kita buat Taman Digital, dan Puskesmas akan diberikan juga jaringan internet. Sehingga penghematan dan pemanfaatan internet akan merata di Kota Medan,” pungkas Arrahmaan Pane.
Selain Diskominfo Kota Medan, turut mengikuti sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022, Disdukcapil; Masryan Siregar dan Reza dari DPMPTSP.
Sedangkan bertindak selaku Dewan juri yaitu Eri Sumiarso, Nurul Yakin SB, Agnes, Kusuma Prabandari, dan Melani K. Harriman.
Baca: Kominfo akan Latih 50 Ribu Talenta Digital di Denpasar, Makassar, Medan, Semarang, dan Solo














