Untuk mewujudkan ‘Smart City’, berbagai upaya telah dilakukan oleh banyak kota di Indonesia, termasuk Kota Bandar Lampung. Hal ini terlihat paparan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandar Lampung di sesi penjurian TOP Digital Awards 2022 yang mengusung judul ‘Smart City Kota Bandar Lampung’.
Pada wawancara penjurian TOP Digital Awards 2022, Diskominfo Kota Bandar Lampung diwakili oleh Fachrizal, S.Kom., M.Kom., selaku Kepala Bidang E-Government. Dia mengatakan bahwa Diskominfo Kota Bandar Lampung memiliki aktivitas utama untuk melayani seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah), berikut dengan kecamatan dan kelurahan berupa penyediaan bandwidth internet. Hal ini disebut sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan dalam masterplan Smart City yang sudah dirangkum di tahun 2019.
“Adapun strategi layanan secara umum, yaitu melalui analisis kesiapan Kota Bandar Lampung, baik secara struktur SDM atau kelembagaan pemerintahan, infrastruktur, dan suprastrukturnya atau kebijakan-kebijakan baik berupa Perda, Peraturan Walikota, ataupun peraturan-peraturan yang berada di tingkat atasnya, baik tingkat kementerian maupun tingkat presiden ataupun gubernur,” kata Fachrizal.
Berkaitan dengan smart city, Fachrizal mengatakan bahwa pembangunan masterplan smart city jangka panjang Kota Bandar Lampung 2019 – 2024 dibagi atas tiga tahapan, yaitu Milestone I (2019-2020), Milestone II (2021-2022) dan Milestone III (2023-2024).
“Tahap pertama itu persiapan 2019-2020 pembuatan buku masterplan, kemudian 2021-2022 penyiapan untuk infrastruktur, dan tahap tiga tahun 2023-2024 itu adalah untuk pengembangan atau penguatan dari smart city-nya,” ujarnya.
Inovasi
Seiring upaya mewujudkan smart city dan pelaksanaan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik), Diskominfo Kota Bandar Lampung telah mengembangkan sejumlah solusi bisnis. Beberapa solusi bisnis yang diperdengarkan di hadapan dewan juri, antara lain Data Center dan Command Center dan aplikasi Layanan Pengaduan Masyarakat.
Seperti dikatakan Fachrizal, Data Center dan Command Center yang diimplementasikan tahun 2019. Solusi bisnis ini dideskripsikan sebagai aplikasi dan peningkatan kinerja instansi dianggarkan dalam APBD Kota Bandar Lampung dan dilaksanakan menggunakan pihak ketiga (eksternal).
“(Pengembangan) ini juga saran dari KPK pada saat itu 2018, bahwa harus dikembangkan Data Center dan Command Center untuk mendukung Dinas Komunikasi dan Informatika di Kota Bandar Lampung,” ujar Fachrizal.
“Fitur unggulannya, yaitu Pengelolaan Web Kota Bandar Lampung. Manfaat atau dampak untuk Instansi, yaitu Terpusatnya dan saling terintegrasinya data Pemerintah Kota Bandar Lampung,” tambahnya.
Selanjutnya solusi bisnis yang dimiliki Kota Bandar Lampung berupa Layanan Pengaduan Masyarakat. Aplikasi yang dikembangkan oleh developer internal dan eksternal ini telah diimplementasikan pada tahun 2021. Layanan ini dikelola oleh Diskominfo, baik melalui jaringan Website maupun melalui nomor layanan Halo Ibu Walikota 08117959500.
“Fitur unggulannya masyarakat bisa melakukan Pengaduan bisa langsung dan juga akan ditindaklanjuti secara langsung,” kata Fachrizal.
Dengan adanya aplikasi Layanan Pengaduan Masyarakat, aduan masyarakat bisa langsung mendapat respon dari pemerintah Kota Bandar Lampung secara cepat.
Tidak berhenti sampai di situ, Kota Bandar Lampung juga memiliki sejumlah aplikasi berbasis SPBE. Aplikasi tersebut antara lain: Layanan Perizinan (Sai Betik), Layanan Kependudukan (Permen Manis), Layanan Layanan Pajak (Sai Pepadun), Layanan Kearsipan Berbasis Elektronik, Layanan Kepegawaian E Kinerja, Layanan Perencanaan e Budgeting, Layanan Penganggaran SIKEUDA, Layanan SIRUP, Layanan SIPD, Layanan e Katalog, Layanan LPSE, Layanan e SAKIP, Layanan e Lapor, dan Layanan Pengaduan Website.
Sementara dari sisi infrastruktur, berbagai upaya yang telah dilakukan adalah Pembangunan Data Center dan Command Center. Selain itu, juga berupa Pengawasan Menara Telekomunikasi. “Kami juga menjaga supaya tidak terjadi blank spot di Kota Bandar Lampung, dan Alhamdulillah sampai saat ini sudah tersedia 566 menara telekomunikasi di Kota Bandar Lampung,” kata Fachrizal.
Adapun dari sisi Instalasi Jaringan FO tersebar di area Sekretariat Pemerintah Kota Bandara Lampung, Fachrizal mengatakan bahwa Diskominfo telah menggelar Fiber Optik FO sepanjang 1 KM di area Pemerintah Kota Bandar Lampung dan disambungkan ke OPD di Bandar Lampung, seluruh dinas, badan, kantor, dan kesektariatan.
“Kemudian kita juga sudah menyediakan Wi-Fi Gratis di Area Publik, di taman-taman kota Bandar Lampung. Jadi masyarakat juga bisa menikmati Wi-Fi yang tersedia di Kota Bandar Lampung,” tambahnya.
Sementara dari sisi Keamanan TI, Kota Bandar Lampung juga telah mengupayakannya. Hal itu, kata Fachrizal, dilakukan agar teknologi informasi yang digunakan baik perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware) dan perangkat pikir (brainware) tetap berjalan sesuai dengan fungsinya, dengan memakai tenaga ahli yang kompeten.
Lebih jauh mengenai penerapan Big Data/IoT, Kota Bandar Lampung disebut sedang membuat Perwali mengenai Satu Data. “Sehingga nanti bisa berbagi pakai data yang ada dengan pengelola Diskominfo melalui portal Web Kota Bandar Lampung,” tandas Fachrizal.
Untuk penerapan IoT (Internet of Things) sendiri, Kota Bandar Lampung sudah mencoba menerapkannya di Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan. ”Jadi, petani dapat melakukan pemupukan, kapan waktunya untuk pemupukan, kapan untuk penyiraman dan lain sebagainya dengan menggunakan IoT. Kemudian juga untuk pemesanan ambulan gratis kepada masyarakat. Jadi, masyarakat nanti bisa pesan ambulan gratis, itu sudah kita kembangkan dan kita usulkan kepada OPD Dinas Kesehatan. Jadi, masyarakat bisa pesan ambulan seperti pesan ojek online. Nanti, ada lokasi yang terdekat dengan ambulan tersebut, jadi masyarakat bisa langsung akses,” pungkasnya.














