Penulis: Teguh IS.
Transformasi digital yang dijalankan PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta), mendapat apresiasi dari Dewan Juri TOP Digital Awards 2022. Inovasi digital berupa Cloudeka, Ultima Ecosystem, MyLintasarta, Simol, Prisma dan Flasma dinilai berhasil meningkatkan layanan kepada pelanggan dan kinerja bisnis perusahaan.
TOP Digital Awards adalah ajang pembelajaran dan penghargaan bidang TI tingkat nasional, diselenggarakan majalah It Works sejak tahun 2016 bekerjasama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telco. Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2022 ini adalah “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government.”
“Inovasi digital Lintasarta untuk mendukung pengembangan bisnis cloud, layanan pelanggan, operasional perusahaan, dan mitranya, sebagai implementasi strategi transformasi digital yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, sejalan dengan tema TOP Digital yaitu transformasi digital harus memberi dampak strategis bagi layanan pelanggan dan bisnis perusahaan,” demikian rangkuman pendapat dari sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022 di Jakarta, pada hari Jumat, 4 November 2022 secara daring.
Dalam kesempatan ini, bertindak sebagai dewan juri yaitu Agnes Theres, Subandi, Nurul Yakin SB., dan Benyamin De Haan.
Dalam ajang TOP Digital tahun ini, Lintasarta membawakan materi bertajuk “Implementasi Strategi Digital Lintasarta”.
“Saat ini, bidang usaha Lintasarta meliputi Data Center, Cloud, Managed Network, dan Security. Melayani lebih dari 2.400 pelanggan yang berasal dari berbagai industri,” kata Ade Kurniawan selaku Corporate Secretary Lintasarta.
Baca: Lintasarta Cloudeka Digischool Bangkitkan Digital Talent
Inovasi Digital Unggulan
Menjelaskan kepada dewan juri tentang inovasi digital Lintasarta, Bayu Ardi Rahmanto selaku IT Corporate Senior Manager memaparkan solusi bisnis yang dihadirkan Lintasarta untuk lingkungan internal dan eksternal perusahaan.
Pertama, Cloudeka yaitu service portal untuk jasa Cloud Lintasarta yang diluncurkan pada tahun 2021. Keunggulannya berupa marketplace layanan Lintasarta Cloud, menawarkan fleksibilitas dalam berlangganan, dan pelanggan dapat melakukan sendiri untuk provisioning dan monitoring layanan Cloud yang dipakainya.
“Dengan Cloudeka kami memperluas segmen customer yang menggunakan layanan Cloud,” tutur Bayu mengenai manfaat solusi tersebut bagi perusahaan. “Selain itu, pelanggan diberikan kemudahan subscription dan menikmati layanan lebih cepat.”
“Dengan Cloudeka, kami memperoleh peningkatan revenue Cloud Lintasarta sebesar 24,3% dari tahun 2021-2022 untuk layanan public cloud,” ungkap Bayu.
Solusi bisnis berikutnya, Ultima Ecosystem yaitu layanan portal after sales berbasis mobile atau web untuk pelanggan dan internal Lintasarta. Keunggulannya berupa monitoring layanan (traffic, usage, SLA), tiket aduan secara self-service, automation proses (preventive maintenance dan ticketing management).
Menurut Bayu, sejak mulai digunakan tahun 2020 lalu, manfaat yang didapat dari Ultima Ecosystem yaitu adanya peningkatan kualitas layanan operasional dengan lebih fokus pada kebijakan Customer Key Account Management.
“Serta terjadinya penurunan rata-rata penanganan aduan pelanggan MTTR (Mean Time To Repair) layanan Lintasarta 4 jam 17 menit dari tahun 2021 ke tahun 2022,” imbuhnya.
Baca: Lintasarta Raih Penghargaan Best of The Best
Ketiga, layanan mobile yang digunakan karyawan Lintasarta untuk kegiatan sehari-hari yaitu MyLintasarta. Solusi ini dipergunakan sejak tahun 2021 dengan keunggulan adanya Task Management, Corporate News, Attendance Management, dan mendukung pencapaian corporate value perusahaan yaitu PRIDE
Tiga manfaat yang didapat dari MyLintasarta, lanjut Bayu, yaitu mendukung program perusahaan dalam meningkatkan performansi dan produktivitas kerja karyawan dalam skema WFA (Work From Anywhere), meningkatkan engagement antara karyawan dan perusahaan, dan adanya peningkatan people index IT 3,37 (2020) ke 4 (2021).
Sejak tahun 2020, Lintasarta di internalnya telah menggunakan solusi Simola yaitu layanan dashboard end-to-end yang memantau dan menampilkan seluruh aktivitas di Lintasarta mulai dari sales, delivery, after sales maupun supporting task.
“Simola dapat menampilkan integration dashboard dan descriptive analytic untuk monitoring performansi end–to–end dari seluruh lini Lintasarta. Hal itu membantu manajemen untuk melakukan pengambilan keputusan strategis,” ungkap Bayu.
Solusi untuk Mitra, sejak tahun 2020, Lintasarta menghadirkan Prisma dan Flasma. Keduanya adalah aplikasi yang digunakan untuk delivery dan troublehandling layanan DataCom Lintasarta dengan mitra operasional.
Menggunakan Prisma dan Flashma, dapat memudahkan dalam melakukan task assignment management, workforce management, dan customer feedback. Sehingga memberi kemudahan Lintasarta untuk melakukan evaluasi dan monitoring task kepada mitra. Dan sebaliknya, memberi kemudahan mitra untuk mencapai SLA layanan, monitoring dan evaluasi tim internal mitra
“Manfaat yang didapat dengan menggunakan Prisma dan Flashma berupa peningkatan CSI Index dari 80,64% di tahun 2019 menjadi 84,06% di tahun 2021 (dimana rata-rata CSI competitor 81,7%),” terang Bayu.
Turut hadir dari Lintasarta di sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022: Lisa Andriana selaku Corcomm Senior Manager; Ahmad Sunarto dan Jihaniar Mahiranisa dari Corcomm; serta Aris Kurniawan Noor selaku IT Corporate Senior Manager.
Baca: Lintasarta Luncurkan Cloudeka, Solusi Cloud untuk Korporasi














