Ketika harus berurusan dengan data dalam jumlah besar di situasi makro yang tidak pasti, membuat perusahaan beralih dari database yang saling terhubung ke database multimodel, yang dapat mengelola seluruh tipe dan model data yang berbeda, termasuk dokumen, grafik, dan semua data kunci yang saling terhubung dalam satu backend yang terintegrasi.
Rahul Pradhan, VP Products Couchbase mengatakan bahwa di masa mendatang, penyedia database modern dengan performa tinggi, fleksibel dan dapat disesuaikan skalanya yang akan dapat berjalan dengan lintas pusat data dan cloud apapun untuk aplikasi perusahaan.
Saat ini pengembangan data tersebut adalah database multimodel yang menyediakan manajemen, akses, dan tata kelola data terpadu. Hal ini mempercepat waktu penetrasi ke pasar, sehingga menurunkan biaya operasional, serta menghemat sumber daya. Selain itu kita juga akan melihat munculnya database generasi mendatang yang dapat mendukung transaksi dan analisis untuk tinjauan bisnis real time dengan lancar. Perusahaan tidak lagi memerlukan vendor terpisah untuk melakukan analisis operasional.
Rahul juga mennyampaikan banhwa munculnya teknologi tanpa server telah mengubah cara aplikasi dan perangkat lunak memungkinkan dibangun secara langsung dari arsitektur aplikasi ke DevOps toolchain dan menjadi pengembangan perangkat lunak yang ekonomis.
“Arsitektur tanpa server akan terus mengalami adopsi yang kuat di seluruh tumpukan (stack). Penawaran komputasi tanpa server di berbagai penyedia cloud telah mengalami adopsi yang semakin cepat. Tren ini akan berlanjut di seluruh tumpukan (stack) aplikasi dengan ketersediaan dan adopsi penerapan tanpa server di beragam level data oleh semua vendor data utama. Platform komputasi edge tanpa server yang memanfaatkan latensi (waktu tunggu) milisekon pada 5G/6G dan pengoptimalan AI akan memfasilitasi Cloud Continuum di seluruh lokasi multicloud dan edge,” jelas Rahul.
Selanjutnya, Raul juga menjelaskan Cloud yang terdistribusi adalah sebuah struktur di mana banyak cloud digunakan untuk memenuhi kebutuhan penyesuaian, persyaratan kinerja, atau mendukung komputasi edge yang dikelola secara terpusat oleh penyedia cloud publik. Teknologi komputasi edge yang memungkinkan analisis informasi secara real-time lebih dekat ke titik produksi data akan diadopsi secara masif. Lokasi multi-cloud dan edge akan meningkatkan adopsi cloud terdistribusi untuk layanan terbaik, ketahanan, dan meniadakan ketergantungan pada vendor. Cloud terdistribusi akan memiliki layanan yang dapat diterapkan di berbagai lokasi fisik di seluruh cloud, edge, dan tempat pelanggan.
Menurutnya mengaktifkan fleksibilitas ini dengan menerapkan layanan cloud yang lebih dekat secara fisik ke titik komputasi dapat mengungkap secara real time beberapa kasus yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan/penyewaan cloud ketika menangani kedaulatan data, gaya tarik data, dan syarat regulasi di mana lokasi infrastruktur berada yang didasarkan pada kebutuhan. Model cloud terdistribusi membentuk dasar dari pendekatan infrastruktur yang dapat disusun yang kita bisa lihat mulai diadopsi oleh pelanggan pada tahun ini dan akan terus mendapatkan momentum.
Kemunculan teknologi seperti WebAssembly (WASM) akan mulai mendapatkan lebih banyak masukan dan adopsi karena pengembang mulai menggunakannya sebagai akselerator yang signifikan terkait edge.
“Sifatnya yang portabel, faktor keamanannya, rendahnya biaya operasional WASM dan tidak adanya masalah saat booting awal menjadikannya ideal untuk edge. Kita mulai mengaktifkan pemrosesan database dengan peramban (browser) yang dapat dilakukan di edge. Tahap ini mendekatkan komputasi ke data dan menghilangkan biaya transfer jaringan yang mahal untuk mereplikasi data ke cloud sambil memproses dan menyediakan tinjauan yang dapat ditindaklanjuti secara real time yang dekat dengan sumber data,” tandasnya.
Seperti diketahui tren dan adopsi cloud terdistribusi dengan teknologi yang memungkinkannya dengan WASM dan 5G/6G akan mempercepat munculnya database yang terdistribusi yang dapat berada sekaligus memproses data secara real time di edge sambil melakukan penyesuaian data kembali ke berbagai wilayah dan penyedia cloud.














