Jakarta, ItWorks- Pusat Data dan Sarana Informatika (PSDI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berhasil meraih penghargaan Bintang Lima (Sangat Baik) di ajang penghargaan “TOP Digital Awards 2022”. Penghargaan membanggakan di penghujung tahun 2022 ini, diberikan berkat kerja keras dan keberhasilannya dalam mendorong akselerasi dan inovasi transformasi digital, untuk penguatan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau e-government di lingkungan Kementerian Kominfo RI.
PDSI sebagai leading sector transformasi digital di Kementerian Kominfo, mendapatkan penilaian saat wawancara penjurian dengan indeks Sangat Baik dalam implementasi TIK, SPBE maupun smart government, sehingga berhasil meraih meraih penghargaan Bintang 5 (Sangat Baik) kategori “TOP DIGITAL Implementation 2022 # Stars 5. Penghargaan yang membanggakan jelang akhir tahun 2022 ini, telah diserahterimakan secara langsung pada acara “Puncak Penghargaan TOP Digital Awards 2022” Kamis, (15/12/2022), di Raffles Hotel, Jakarta.
Dalam kesempatan ini, Kementerian Kominfo RI berhasil meraih 3 (tiga) penghargaan sekaligus yang penyerahannya diwakili pihak PDSI Kementerian Kominfo. Piala dan piagam penghargaan ini diterima oleh Suhartono, SE – Kepala Pokja Infrastruktur Informatika PDSI beserta Tim-nya. “Kami menyampaikan terima kasih atas penghargaan ini. Apresiasi ini tentunya bisa menjadi tambahan penyemangat bagi semua jajaran Kementerian Kominfo untuk terus meraih yang terbaik, terutama dalam upaya akselerasi transformasi digital, khususnya pada bidang pemerintahan digital (e-government) sejalan dengan Perpres No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” ungkapnya.
Selain meraih penghargaan “TOP DIGITAL Implementation 2022 # Stars 5 (Bintang Lima), Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, Johnny Gerard Plate, S.E, juga dianugerahi penghargaan sebagai TOP Leader on Digital Implementation 2022. Penghargaan ini diberikan kepada yang bersangkutan karena sebagai pucuk pimpinan Kementerian Kominfo, ia dinilai memiliki komitmen tinggi untuk mendorong adanya inovasi dalam implementasi TIK sejalan dengan tuntutan pengembangan sistem aplikasi maupun infastruktur dalam pelaksanaan SPBE.
Sedangkan penghargaan ketiga yakni, “TOP CIO on Digital Implementation 2022 yang diberikan kepada Kepala Pusat Data dan Sarana Informatika (PDSI) Kementerian Kominfo, DR.Ir. Irawati Tjipto Priyanti MT. Penghargaan ini diberika karena yang bersangkutan juga memiliki komitmen kuat dan konsistensi dalam mengawal pelaksanaan transformasi digital di Kementerian Kominfo.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas penyelenggarakan kegiatan ini. Apalagi dalam kegiatan ini, bukan sekadar ajang penilaian dan rating (pemeringkat), tetapi juga ada proses pembelajaran yang diberikan para dewan juri. Tentu ini sangat bermanfaat sebagai feedback untuk mendukung inovasi-inovasi ke depan,” ungkap Irawati.
Dalam implementasi transformasi digital, PDSI Kominfo memegang peran strategis, mengingat PDSI juga menjadi Chief Information Officer (CIO) di kantor Kementerian Kominfo. Sehingga keberadaanya juga menjadi leading sector (pemimpin penggerak) transformasi digital di Kominfo, baik untuk pengembangan sistem aplikasi dan pengelolaannya secara menyeluruh.
Ajang penghargaan tahunan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) & Solusi Digital terbesar tingkat nasional ini dihelat oleh majalah ItWorks bekerjasama dengan sejumlah Asosiasi TI & TELCO Indonesia. Pada acara ini, hadir sejumlah Pimpinan Kementerian, Lembaga/Badan, Kepala Pemerintah Daerah Walikota/Gubernur), serta IT Manager atau Chief Technology Officer (CTO)/ Chief Information Officer (CIO) dari berbagai perusahaan, organisasi dan institusi.
Sejalan dengan tema yang diangkat pada penyelenggaran event “TOP Digital Awards 2022” yakni “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government”, para peraih penghargaan ini telah mampu membuktikan bahwa inovasi, kreatifitas dan transformasi digital yang dilakukan, baik oleh perusahaan, institusi, lembaga ataupun organisasi telah berdampak signifikan, baik di internal perusahaan maupun hubungan eksternal, termasuk dengan mitra bisnis dan pelanggan serta masyarakat pada umumnya.
Ketua Penyelenggara Top Digital Awards 2022 M. Lutfi Handayani, MM., MBA yang juga Pemred Majalah ItWorks mengatakan, TOP DIGITAL Awards diselenggarakan setiap tahun oleh majalah ItWorks dari MSI Group, dengan didukung oleh para Pakar dan Dewan Juri dari berbagai asosiasi TI, seperti MASTEL (Masyarakat Telematika Indonesia), APKOMINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia), FTII (Federasi Teknologi Informasi Indonesia) ASPILUKI (Asosiasi Piranti Lunak Indonesia), IDTUG (Indonesia Telecommunication User Group), dan LKN (Lembaga Kajian Nawacita).
Dikatakan,dari sejak tahun pertama penyelenggaraan, yakni tahun 2016, TOP DIGITAL Awards didesain sebagai ajang penghargaan yang sarat dengan aspek pembelajaran. Termasuk, pendirian MSI Institute sebagai wadah untuk memfasilitasi kegiatan konsultasi dan pelatihan, sekiranya diperlukan oleh para Peserta, untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanannya.
Adapun jumlah peserta tahun ini, sebanyak 183 Instansi pemerintahan dan korporasi bisnis. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu, sebanyak 172 peserta, atau naik 6,5% dibanding tahun 2021 lalu. Dan insya Allah, jumlah ini merupakan jumlah peserta yang terbesar dalam award-award TI / teknologi digital di Indonesia.
“Tujuan TOP DIGITAL Awards 2022, antara lain untuk mendorong peningkatan implementasi dan pemanfaatan solusi digital di instansi pemerintahan dan perusahaan-perusahaan di Indonesia, untuk mendukung peningkatan daya saing perekonomian nasional, menuju Indonesia yang maju dan sejatera. Selain itu juga Mendorong adanya inovasi-inovasi berbasis solusi digital, guna meningkatkan kinerja dan layanan kepada konsumen dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Juri, Prof. Dr.-Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng dalam sambutannya mengatakan, TOP DIGITAL Awards ini selain kegiatan penilaian untuk pemberian penghargaan bidang implementasi teknologi digital, juga merupakan kegiatan pembelajaran. Hal ini karena pada sesi akhir wawancara penjurian, dewan juri juga memberikan pendapat, saran dan masukan kepada para peserta yang bisa dijadikan feedback untuk mendukung inovasi digitalisasi ke depan.
“Kegiatan TOP DIGITAL Awards yang diselenggarakan oleh majalah ItWorks ini, sangat selaras dengan arah kebijakan Presiden RI, yakni percepatan transformasi digital guna mendorong peningkatan implementasi dan pemanfaatan teknologi digital, baik di instansi pemerintahan, korporasi bisnis, maupun institusi lainnya,” ujarnya.
Dikatakan, Transformasi Digital umumnya dijalankan dalam upaya suatu organisasi mendongkrak efektivitas dan efisiensi dalam memberikan layanan publik, kinerja bisnis dan operasional, serta layanan kepada pelanggan.
Menurutnya, agar transformasi digital yang sukses tetap bisa diwujudkan, maka perlu fokus pada (1) kualitas digitalisasi, bukan sekedar kuantitas; (2) Integrasikan upaya transformasi digital dengan seluruh aktivitas organisasi, (3) tetap memperhatikan kondisi eksternal, seperti ekonomi, pasar, kompetisi, dan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat/konsumen, serta (4) adalah manajemen keamanan informasi.
Lebih lanjut Prof. Dr.-Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng menjelaskan, penilaian untuk penentuan pemenang, diawali dengan seleksi awal terhadap 900-an calon peserta, untuk menghasilkan 200 kandidat terbaik. Para pakar TI dan Dewan Juri, merekomendasikan kandidat-kandidat perusahaan dan instansi pemerintahan, yang dinilai berhasil dalam hal implementasi dan pemanfaatan teknologi digitalnya. Beberapa data pendukung, termasuk hasil penilaian SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) yang diselenggarkan oleh KemenPANRB, juga menjadi pertimbangan dalam seleksi awal ini.
Dari 200 kandidat terbaik, sebanyak 183 peserta yang dapat mengikuti proses penilaian secara lengkap, termasuk hadir dan presentasi keberhasilan implementasi dan pemanfaatan teknologi digitalnya, dalam kegiatan Wawancara Penjurian yang diselenggarakan secara daring.
Adapun 4 kriteria Utama dalam menentukan pemenang adalah:
- Perusahaan/ Instansi yang berhasil dalam hal implementasi dan pemanfaatan Teknologi Digital dalam meningkatkan kinerja, daya saing, operasional, dan layanannya.
- Perusahaan/ Instansi yang memiliki sistem, tata kelola, dan infrastruktur Teknologi Digital yang baik, serta memperhatikan sungguh-sungguh aspek keamanan informasi.
- Perusahaan/ Instansi yang memiliki Solusi Teknologi Digital Unggulan/ yang dinilai membanggakan.
- Perusahaan/ Instansi yang implementasi dan solusi Teknologi Digitalnya yang terkait dengan Tema TOP DIGITAL Awards 2022, yakni solusi digital yang memiliki dampak maksimal terhadap peningkatan kinerja bisnis dan instansi pemerintahan.
Ditambahkan, khusus untuk Pemenang penghargaan level bintang 5, bukan berarti instansi pemerintahan / tersebut berada di level yang sempurna. Namun, selain kriteria-kriteria penilaian tersebut dipenuhi dengan baik, Dewan Juri menambahkan kriteria khusus, yakni ada hal-hal yang terkait implementasi/ pemanfaatan teknologi digital, atau ada solusi bisnis.
“Proses penilaian dan penetapan pemenang, dilakukan secara obyektif, dan independen oleh Dewan Juri. Penilaian dan penjurian yang telah dilakukan, didasarkan pada informasi yang diperoleh dari jawaban kuesioner, wawancara penjurian, dan sumber informasi lain yang relevan, selama proses penilaian berlangsung. Dalam penyelenggaraan TOP DIGITAL Awards 2022 ini, ada 2 Peserta yang tidak mendapatkan level bintang penghargaan, karena dinilai belum memenuhi kriteria penilaian yang telah ditetapkan. Namun kabar baiknya, dalam TOP DIGITAL Awards 2022 ini, ada 5 Peserta yang mampu meraih Piala Golden Trophy, yakni peserta yang berhasil meraih penghargaan level Bintang 5, dalam 3 tahun berturut-turut,”pungkasnya. (AC)














