Total nilai transaksi e-commerce di sepanjang tahun 2022 tak mencapai perkiraan yang sebesar Rp 489 triliun. Total nilai transaksi e-commerce di sepanjang tahun 2022 hanya sebesar Rp 476,3 triliun atau tumbuh 18,77% secara tahunan atau year on year (yoy).
Dikutip dari pemberitaan media nasional, 22/01/2023, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni P. Joewono mengungkapkan tiga penyebab terjadinya kondisi ini.
Pertama, meningkatnya transaksi offline seiring dengan mobilitas masyarakat yang meningkat.
Kedua, tingginya biaya transaksi di e-commerce.
Ketiga, meningkatnya social commerce yang diduga memiliki harga yang lebih miring dibandingkan dengan e-commerce.
Untuk tahun 2023, BI memperkirakan total nilai transaksi e-commerce akan sebesar Rp 533 triliun atau tumbuh 12% yoy. Pertumbuhan ini pun lebih rendah dari pertumbuhan yang tercatat pada tahun 2022 lalu.
Baca: E-commerce di Tanah Air Berperan Mengembangkan Ekosistem UMKM
Baca: Sektor e-commerce Diramalkan Jadi Penopang Ekonomi Indonesia di Tahun 2023














